Balon Walikota Solok, Bak Tigo Tungku Sajarangan

SuhaNews– Dukungan terhadap Balon Walikota Solok  2020-2025 terus bergerak. Tiga pasangan terus memperlihatkan persaingan yang ketat. Votes untuk Yutris Can- Irman Yefri Adang, Ismael Koto – Edi Candra dan pasangan Reinier- Andri Maran terus mengalir.

Empat pekan sejak Polling SuhaNews dibuka, tiga pasangan ini terus saling menggantikan. bak tigo tungku sajarangan, masing-masing memilki kekuatan. Sementara pasangan balon Walikota Hendriyas – Jetson lebih stagnan dan tertinggal jauh dari tiga pasangan lainnya.

Berita Terkait : Siapa Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solok Pilihan Anda pada Pilkada 2020?

Awal Maret 2020 ini, Ismael Koto – Edi Candra berkibar di posisi teratas, menggeser pasangan Can- Irman Yefri Adang, yang selama tiga pekan tidak tergantikan. Dari 16958 votes dari netizen, pasangan Ismael Koto – Edi Candra mampu mengumpulkan 6952  votes atau 41%. Perolehan suara ini dibandingkan pekan lalu. 3841 votes atau  34%. Dalam sepekan  suara untuk pasangan birokrat ini bertambah 3.111 suara.

Sementara pasangan Yutris Can- Irman Yefri Adang pekan lalu berada pada posisi teratas dengan 4395 votes atau 39% , sekarang bertambah menjadi 6596 votes dengan persenytase tetap 39%. Dalam sepekan suara untuk pasangan politisi ini bertambah 2.201.

Sementara Reinier- Andri Maran pekan lalu mendapatkan dukungan sebanyak  2926  votes atau  26%, dalam sepekan juga berhasil menambah suara 239 atau menjadi 3165 votes setara 19%.  Sedangkan pasangan Hendriyas – Jetson bergerak lambat, dari   238 votes atau sekitar 2% pekan lalu bertambah  tujuh suara menjadi 245 votes atau sekitar 1%.

Ketat dan Kian Dinamis

Persaingan mendapatkan BA 1 P kian ketat. Tiga pasangan ini bersaing ketat sejak awal  polling dibuka. Walau polling ini bukanlah penentu dukungan akhir, setidaknya masyarakat Kota Solok bisa menyilau ke mana suara akan diberikan.

BACA JUGA  Sanggar Seni MAN 1 Solok, Sambut Walikota Pada Peresmian Masjid

Tiga pasangan teratas memang memiliki pengalaman berbeda. Yutris Can- Irman Yefri Adang dikenal sebagai politisi andal. Keduanya tidak asing lagi bagi warga Kota Solok. Jika ada persyaratan dikenal dan mengenal daerah, tentu keduanya  akan mampu memenuhinya. Apalagi saat ini Yutris Can masih menjadi Ketua DPRD Kota Solok untuk ketiga kalinya.

Sementara Ismael Koto – Edi Candra dikenal sebagai birokrat karir. Keduanya sudah mencapai karir tertinggi di daerah, di bawah Sekda. Keduanya pernah menduduki jabatan tinggi pratama atau eselon II. Tentu saja seluk beluk pemerintahan dikuasai pasangan birokrart ini.

Apalagi Ismael Koto juga ikut bertarung empat tahun lalu. Ia kalah suara oleh pasangan Zul Elfian-Reinier, yang kini memimpin Kota Solok. Kalau ia mampu memelihara suaranya pada Pilkada sebelumnya, tentu ini sebuah modal untuk bersaing mendapat BA 1 P pada 2020 ini.

Pasangan Reinier- Andri Maran tentu tidak bisa diabaikan. Sekalipun saat ini di polling berada di urutan ketiga, tetapi Reinier termasuk incumbent. Ia masih menjadi Wakil Walikota Solok saat ini.

Pengalaman sebagai Wakil Walikota menjadi modal berharga, yang bisa mengantarnya sebagai Walikota. Apalagi melihat pemilihan Walikota Solok  dua periode terakhir, Wakil Walikota bisa menjadi Walikota.

Jalan masih panjang, setiap pasangan masih berpeluang mendulang suara. Adu taktik dan strategi memang dibutuhkan. Masa kampanye memang belum dimulai, tetapi memperkenalkan diri kepada warga Kota Serambi Madinah ini perlu dilakukan. Red

 

[democracy id=”2″]

Baca Juga:

 

Facebook Comments

Google News