Hari Kesehatan Mental Sedunia 2020, Ini 6 Cara Menjaga di Masa Pandemi COVID-19

mental
Jakarta – Setiap tanggal 10 Oktober diperingati sebagai Hari Kesehatan Mental Sedunia atau World Mental Health Day. Pada tahun 2020, WHO atau Organisasi Kesehatan Sedunia bersama TikTok, Facebook, dan Instagram membuat video Move for Mental Health: Let’s Invest.

WHO juga bekerja sama dengan organisasi kesehatan lainnya seperti Federasi Dunia untuk Kesehatan Mental (WFMH) dan United for Global Mental Health (United GMH) dalam program itu. Program tersebut bertujuan untuk mengajak seluruh masyarakat di dunia untuk bergerak melakukan berbagai aktivitas untuk kesehatan mental apalagi saat pandemi COVID-19. Aktivitas tersebut seperti yoga, bermain gitar, dansa, bermain bola, dan berlari.

Hari Kesehatan Mental Sedunia awalnya ditetapkan pada 10 Oktober 1992. Nah untuk tahun 2020 ini temanya yakni Hari Kesehatan Mental 2020 yakni Investasi Kesehatan Mental.

The United Nations Children’s Fund (UNICEF) atau organisasi PBB yang memberikan bantuan kemanusiaan dan perkembangan kesejahteraan jangka panjang kepada anak-anak dan ibunya di negara-negara berkembang, dalam situsnya memberikan cara melindungi kesehatan mental selama pandemi virus Corona (COVID-19):

Berikut 6 cara melindungi kesehatan mental selama pandemi virus Corona (COVID-19):

 

1. Sadarilah bahwa Kecemasan Anda Sepenuhnya normal

Jika penutupan sekolah dan berita utama yang mengkhawatirkan membuat Anda cemas, Anda bukan satu-satunya. Sebenarnya, begitulah seharusnya perasaan Anda.

“Psikolog telah lama menyadari bahwa kecemasan adalah fungsi normal dan sehat yang mengingatkan kita akan ancaman dan membantu kita mengambil tindakan untuk melindungi diri kita sendiri”, kata Dr. Lisa Damour, psikolog remaja ahli, penulis buku terlaris dan kolumnis bulanan New York Times.

Kecemasan Anda akan membantu Anda membuat keputusan yang perlu Anda buat sekarang seperti tidak menghabiskan waktu dalam kelompok besar, mencuci tangan, dan tidak menyentuh wajah Anda.”

Meskipun kecemasan tentang virus corona benar-benar normal, pastikan untuk mendapatkan informasi dari sumber yang dapat dipercaya seperti UNICEF dan WHO atau untuk memeriksa informasi apa pun yang datang melalui saluran yang kurang dapat diandalkan”, Dr. Damour menyarankan.

2. Atasi Gangguan

“Psikolog tahu bahwa ketika orang berada dalam kondisi yang sangat sulit, akan sangat membantu jika membagi masalah menjadi dua kategori: hal-hal yang dapat mereka lakukan, dan kemudian hal-hal yang tidak dapat mereka lakukan,” kata Dr. Damour.

Akan ada banyak hal di kategori kedua itu sekarang, dan itu bagus, tapi yang bisa membantu kita mengatasinya adalah gangguan. Dr. Damour menyarankan mengerjakan pekerjaan rumah, menonton film favorit atau membaca buku, sebagai cara untuk mempermudah diri kita sendiri dan menemukan keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari.

3. Temukan Cara Baru untuk Terhubung dengan Teman

Jika Anda ingin menghabiskan waktu bersama teman sambil membatasi waktu bertatap muka, media sosial adalah cara yang bagus untuk terhubung. Anda bisa memanfaatkan zoom meeting, video call whatsApp atau Google Meet.

4. Fokus pada Diri Sendiri

Pernahkah Anda ingin sejenak belajar melakukan sesuatu yang baru, mulai membaca buku baru, atau mencurahkan waktu untuk memainkan alat musik? Sekarang saatnya melakukan semua itu.

Berfokus pada diri sendiri dan mencari cara untuk menggunakan waktu yang sekarang tersedia adalah cara yang bagus untuk menjaga kesehatan mental Anda.

5. Kenali Perasaan Anda

Setiap orang memproses perasaan mereka dengan cara yang berbeda. “Beberapa anak akan membuat karya seni, beberapa akan ingin berbicara dengan teman mereka dan menggunakan kesedihan bersama mereka sebagai cara untuk merasa terhubung di saat mereka tidak bisa bersama secara langsung, dan beberapa anak akan menginginkan untuk menemukan cara mengirimkan makanan. Penting untuk melakukan apa yang menurut Anda benar dan berguna.

6. Berbaik Hati pada Diri Sendiri dan Orang Lain

Cara menjaga kesehatan mental selama pandemi berikutnya yakni berbaik hati pada diri sendiri dan orang lain. Beberapa remaja menghadapi perundungan dan kekerasan online akibat virus corona.

Kita tidak bisa mengharapkan anak-anak dan remaja sendiri menghadapi perundungan untuk melawan si penindas. Sebaliknya, kita harus mendorong mereka untuk meminta bantuan dan dukungan dari teman atau orang dewasa.

Jika Anda melihat ini terjadi pada teman Anda, coba tawarkan dukungan. Tidak melakukan apa pun dalam situasi ini dapat membuat orang tersebut merasa tidak ada yang peduli.

Selamat Hari Kesehatan Mental Sedunia!

Sumber: detik.com

Baca juga:

 

Facebook Comments

loading...