Kasus Korupsi, Kepala Inspektorat Limapuluh Kota Ditahan Polisi

Kasus Korupsi, Kepala Inspektorat Limapuluh Kota Ditahan Polisi
Menjalani pemeriksaan polisi
SuhaNews – Setelah Bupati Solok Selatan,MZ ditahan KPK, kini Kepala Inspektorat Kabupaten Limapuluh Kota, AZW yang ditahan polisi terkait kasus dugaan Korupsi Transmigrasi yang berlokasi di Nagari Galugua Kecamatan Kapur IX  tahun anggaran 2012-2013.

Setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan Korupsi Transmigrasi, yang berlokasi di Nagari Galugua Kecamatan Kapur IX Kabupaten Limapuluh Kota tahun anggaran 2012-2013 AZW ditahan polisi, Selasa (4/2) sore.

Sebagaimana dilansir Dekadepos.com, kerugian negara akibat kasus ini sekitar Rp900 juta. Kepala Inspektorat berinisial AZW,  saat kasus terjadi menjabat Kepala Dinas Sosial dan Tranmigrasi. AZW  ditahan penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Limapuluh Kota pada Selasa sore 4 Februari 2020.

Saat menjalani pemeriksaan di ruang Tipikor Satreskrim Polres Limapuluh Kota, tersangka AZW masih menggunakan seragam dinas PNS/ASN. Ia didampingi sejumlah penasehat hukum.

Kapolres Limapuluh Kota, AKBP. Sri Wibowo melalui Kasat Reskrim, AKP. Anton Luther didampingi KBO Satreskrim, IPTU. Army Ariosa dan Kanit Tipikor, IPDA. Hery Yuliadi mengatakan bahwa tersangka AZW memang ditahan untuk penyidikan lebih lanjut. Sebelum AZW, beberapa hari sebelumnya, MLV satu tersangka lainnya yang juga PNS telah lebih dahulu ditahan karena kasus yang sama.

“Iya, dalam kasus dugaan Korupsi Transmigrasi di Kabupaten Limapuluh Kota kita (penyidik) memang telah menahan dua orang tersangka. Untuk hari ini yang kita tahan adalah tersangka AZW yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Dinas Sosial.” Sebut AKP. Anton Luther.

Mantan Kasat Reskrim Polres Batusangkar itu juga menambahkan, kedua tersangka akan ditahan selama 20 hari kedepan. Jika penyidik merasa perlu, maka masa penahanan itu akan diperpanjang.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, AZW telah menjalani tiga kali pemeriksaan sebagai saksi dan satu kali sebagai tersangka.

BACA JUGA  Peluru Nyasar Tembus Kaca Gedung Rektorat UNP

Saat menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, AZW dicecar 48 pertanyaan oleh penyidik. ” Tadi ada sekitar 48 pertanyaan yang diajukan penyidik kepada tersangka AZW.” Tambah IPDA. Hery.

Terkait kasus dugaan Korupsi yang melilit PNS itu, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Limapuluh Kota, Widya Putra mengaku pihaknya belum bisa mengambil sikap terkait dua orang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah itu yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan Korupsi Transmigrasi yang merugikan negara hingga ratusan juta rupiah.

Meski mengaku belum bisa mengambil sikap, apakah akan memberikan bantuan hukum atau tidak terhadap oknum ASN berinisal MLV dan AZW itu, Mantan Camat di Kota Payakumbuh itu mengaku tetap prihatin dan berpesan kepada ASN lainnya untuk tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum. Widya Putra juga mengatakan bahwa pihaknya juga menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

” Kita prihatin atas kasus yang menimpa dua orang ASN kita, namun kita tetap harus menghormati proses hukum. Terkait bantuan hukum untuk kedua oknum ASN tersebut, akan kita bicarakan dulu dengan pimpinan. Sebab kita belum bisa mengambil keputusan.” Sebut Sekdakab Limapuluh Kota, Widya Putra, Kamis siang 30 Januari 2020. Red

Sumber: Dekadepos.com

Baca Juga :

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaJalan dari dan ke Alahan Panjang Rusak
Artikel berikutnyaPebulu Tangkis Muda Berprestasi Terima Bonus PB Djarum