Pasaman, SuhaNews – Program Revitalisasi Khazanah Basurau (Prokes) dianggap penting sebagai program handalan Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat. Hal ini disampaikan Kepala Seksi Bimas IslamĀ Kantor Kemenag Kabupaten Pasaman Hasyyunil saat ditemui di ruang kerjanya Senin (13/6).
Hasyyunil menjelaskan, Prokes merupakan upaya untuk menggiatkan kembali nilai-nilai khazanah surau yang pernah dikembangkan di Minangkabau pada surau-surau masa lalu. Bagi orang minang di masa lalu, peranan Surau selain untuk memperoleh informasi keagamaan, juga dijadikan sebagai ajang sosialisasi anak nagari, di bawah payung filosofi adat Minangkabau āAdat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
Lanjut Hasyyunil, apalagi Prokes ini sebagai salah satu upaya penguatan moderasi beragama di ranah Sumatera Barat.
Ia mengatakan, program ini akan digaungkan di Kabupaten Pasaman. Sesuai arahan Kepala Kankemenag Kabupaten Pasaman Gusman Piliang program ini harus diaplikasikan di dua belas kecamatan. Sebelumnya dilakukan sosialisasi kepada seluruh Kepala KUA kecamatan.
Diterangkannya, tujuan dari Program ini untuk meningkatkan semangat beribadah umat di Surau melalui keharmonisan dalam masyarakat. Mengembalikan fungsi surau sebagai aktivitas masyarakat sebagai tempat berkumpul, silaturrahmi dan komunikasi. Tempat Pendidikan informal dalam bidang agama dan adat istiadat umat Islam berbasis Surau sekaligus penguatan ekonomi keluarga berbasis Surau.
Lebih terang, Kasi Bimas Islam itu menyampaikan lima item kegiatan yang termuat dalam Prokes tersebut. Pertama, PENAMAS (Penyuluh Nampak di Masjid) Setiap penyuluh akan menjadi penggerak diberbagai kegiatan yanga da di Surau. Mulai dari pembinaan ekonomi umat, kaderisasi Imam dan Khatib, dan Pendampingan Manajemen Hari Besar Islam.
Kedua, GAMIS (Giat Anak Milenial di Surau) Siswa Madrasah Bersama lembaga Remaja Masjid mampu menggiatkan para remaja (Pemuda/i) untuk berkegiatan di Surau dalam bentuk pembinaan fisik dan mental dalam wadah ABS-SBK.
Lalu ketiga, DAMBAAN HATIQU (Demam Baca, Hafal Dan Tulis Qurāan) Pondok pesantren bersama Guru PAI akan membimbing para siswa dan anak-anak di Surau dalam Baca, hafal dan Tulis al-qurāan. Keempat, SIHAJI PANTAS (Manasik Haji Sepanjang Tahun di Surau) Ini adalah kegiatan yang menfokuskan pelaksanaan manasih haji di Surau bagi Calon-calon Jamaah Haji.
Dan yang kelima adalah BINA CANTIKK (Bina Calon Pengantin dan Konsultasi Keluarga) Kursus calon pengantin berbasis surau adalah upaya pemberian bekal pengatahuan dan keterampilan kepada Catin tentang kehidupan rumah tangga dalam konteks agama dan adat istiadat.Ā Yusuf
Berita Terkait :



Facebook Comments