Kolom Penyuluh, Peringatan Nuzul Qur’an

Kolom Penyuluh, Peringatan Nuzul Qur'an

Kolom Penyuluh, Peringatan Nuzul Qur’an

oleh : M. Khilal,S.Ag, Penyuluh Agama Islm Fungsional Kec. Lembang Jaya

Bulan Ramadhan memiliki banyak keistimewaan, salah satunya malam di diturunkannya Al-Qur’an sebagaimana Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 185, yang artinya ; Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil.

Oleh sebab itu marilah kita semarakkan bulan Ramadhan dengan memperbanyak membaca, memahami dan mentadaburkan Al-Qur’an, karena disamping petunjuk (hudan) bagi manusia dan pembeda antara yang haq dengan yang bahtil.  Al-Qur’an adalah Pelajaran (mauidhah), obat (shifa’) dan rahmat  (rahmah) bagi orang-orang yang beriman

Sebagaimana Allah Swt berfirman dalam surat Yunus ayat 57, yang artinya Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.

Bahkan  Malik bin Dinar pernah bertanya kepada para Ahlul Qur’an, kata beliau : Apa yang ditanamkan Al-Qur’an dalam hati kalian wahai Ahlul Qur’an ? mereka menjawab ; Sesungguhnya Al-Qur’an adalah penyejuk hati kami, sebagaimana hujan menyejukkan bumi setelah kekeringan.

Oleh sebab itu, marilah kita buka hati kita  untuk membaca Al-Qur’an,  merasakan kesejukan  dari untaian-untaian lafadz Al-Qur’an itu. Karena demikianlah yang dilakukan oleh Rasulullah dan orang-orang sholeh terdahulu, mereka menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari qiyamul lail (mengisi ibadah malam) mereka, mereka membaca, memahami dan merenungi makna yang terkandung dari setiap kalimatnya, sedangkan dikala siang  mereka mengamalkan dan mengajarkan kepada orang lain, apa yang telah mereka pelajari dan mereka fahami dari Al Qur’an.

BACA JUGA  Campz Tahfizd Masjid Jihad Parak Gadang Salayo Ditutup Dengan Bantai Kambiang

Berbeda dengan kita, sedikit sekali diantara kita yang mau merasakan mamfaat Al-Qur’an dan inilah yang dikeluhkan oleh Rasulullah Saw kepada Allah Swt sebagaimana dijelaskan dalam surat Al Furqan ayat 30, yang artinya Berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan.”

Ibnu Qoyyim Al Jauziah  dalam kitab Fawaidul Fawaid ada beberapa perbuatan manusia yang dapat dikatagorikan sebagai pengabaian terhadap Al Qur’an

  1. Tidak mendengarkan, mengimani dan memperhatikan Al-Qur’an
  2. Tidak mengamalkan ketentuan halal dan haram di dalam Al Qur’an meskipun ia sudah membaca dan mengimani-nya
  3. Tidak memutuskan hukum berdasarkan Al-Qur’an dan tidak menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber hukum
  4. Tidak menghayati, memahami dan mengetahui maksud pernyataan-pernyataan yang diungkapkan didalam Al Qur’an
  5. Tidak menjadikan Al Qur’an sebagai terapi dari segala macam penyakit hati, malah mencari penyembuhan dari selainnya

Sesungguhnya perlu kita fahami bahwa Al-Qur’an yang ada didepan kita, dirumah kita, didalam atau diatas lemari kita adalah mukjizat Rasulullah yang teringgi, mukjizat dari segi  bahasa, isi dan hukum-hukum yang terkandung didalamnya serta jaminan keasliannya,

Salah satu diantara kemukjizatan Al-Qur’an adalah kemampuannya dalam melakukan perubahan (Taghyiir) baik masyarakat maupun perorangan. Al Qur’an mampu merobah seseorang yang engkar dan bemaksiat kepada Allah kepada seorang hamba yang tunduk dan patuh kepada tuntunan Al Qur’an dan sunnah Rasulullah Saw.

Makanya ketika  cahaya Al-Qur’an telah masuk kedalam hati seseorang dan setiap kali cahaya itu masuk, maka cahaya tadi akan menghilangkan kemaksiatan yang ada dihatinya.  Sehingga dari lubuk hatinya yang paling dalam keluarlah ungkapan, yang artinya: Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam ( Al An’am ayat 162)

BACA JUGA  Sidang Isbat Tetapkan 1 Ramadhan 1443H Jatuh pada Minggu 3 April 2022

Bagaimana cara cahaya Al Qur’an masuk kedalam hati kita ? sehingga ia menjadi kekuatan  yang mampu menghancurkan dan membersihkan hati serta jiwa kita dari pengaruh  syetan dan hawa nafsu. Dalam hal ini  Allah Swt berfirman dalam surat Muzzammil ayat 4 yang artinya: Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.

Ummu Salamah pernah ditanya mengenai qira’ah Rasulullah, ia menjawab : Rasulullah Saw memotong bacaannya satu ayat demi ayat  seperti :

( Hadis Shahih Riwayat Imam At-Trimizi )

Maksudnya adalah membaca  Al-Qur’an secara berlahan-lahan, karena hal itu membantu kita dalam memahami Al-Qur’an dan mentadaburkannya. Maksud tadabbur disini adalah merenungi ayat-ayat Al-Qur’an untuk memahami dan mengetahui kandungan makna dan hikmah yang ada didalam ayat tersebut.

Ulama Makkah Syaikh Muhammad Jamil Zainu memberikan nasehatnya kepada kita bahwa: jika kamu hendak mengambil mamfaat dari Al-Qur’an maka mantapkanlah hatimu ketika membacanya , pasang telinga baik-baik, dan simaklah isinya sebagaimana kamu sedang berdialog dengannya. Karena Al Qur’an merupakan dialog antara Allah Swt denganmu yang disampaikan lewat Rasulullah Saw. Sebagaimana Allah Swt berfirman dalam surat Al Qaf ayat 37 yang artinya : Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.

Marilah kita jadikan peringatan Nuzul Al-Qur’an ini sebagai momentum bagi kita untuk melaksanakan perubahan (Taghyiir) yaitu perubahan menuju cahaya Allah Swt.

Baca Juga :

BACA JUGA  Kedapatan Pungli, Pemuda di Kawasan Pantai Padang Diamankan Satpol PP

 

nuzul nuzul nuzul nuzul nuzul nuzul 

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprakPolres Solok Kota Ciduk Lelaki 33 Tahun Karena Narkoba di Tanjung Paku
Artikulli tjetër23 Remaja Terjaring Operasi di Penginapan Jalani Tes Kesehatan Cegah HIV/AIDS