Kolom Penyuluh, Strategi Meraih Kemenangan di Bulan Ramadhan

Kolom Penyuluh, Strategi Meraih Kemenangan di Bulan Ramadhan

Kolom Penyuluh, Strategi Meraih Kemenangan di Bulan Ramadhan

oleh : Almahyudi, S.Sos.I, Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Pantai Cermin

Ramadhan, bulan mulia yang datang hanya setahun sekali ini patut disambut dengan persiapan sebaik-baiknya. Harapannya jika sudah menyiapkan dengan baik, maka hasil yang akan diraih juga lebih optimal dari tahun-tahun sebelumnya. Jika Ramadan diibaratkan medan perang, perang melawan hawa nafsu, maka untuk meraih kemenangan tentu membutuhkan strategi tersendiri. Strategi untuk meraih kemenangan di akhir Ramadan inilah yang dapat diterapkan salah satunya dengan persiapan menyambut Ramadan.

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Yang artinya: “Barangsiapa melakukan puasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap ganjaran dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”[ HR. Bukhori no. 2014 dan muslim no. 760 ]

Sebagai umat muslim disyariatkan untuk menyambut bulan Ramadhan yang mulia dengan melakukan taubat nashuhah (taubat yang sesungguhnya), mempersiapkan diri dalam puasa dan menghidupkan bulan tersebut dengan niat yang tulus dan tekad yang murni. Begitu pula dengan maaf sebelum ramadhan, ini pun suatu amalan yang tidak tepat. Karena maaf memaafkan boleh kapan saja tidak di khususkan saat bulan Ramadhan saja.

Namun, sebagai pengetahuan awal, orang-orang soleh terdahulu selalu merencanakan pengisian bulan Ramadhan dengan cermat dan optimis, seperti menentukan target berapa kali mengkhatamkan Al Quran, berapa kali shalat malam, berapa banyak sedekah dan memberi makan orang berpuasa, berapa kali kita menghadiri pengajian dan membaca buku agama.

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dipersiapkan jelang Ramadhan.

  1. Taubat Nasuha

Seseorang tidak bisa menikmati ibadah adalah buah dari dosanya. Bagaimana bisa, seseorang menikmati jamuan makanan lezat kalau dia sedang sakit. Demikian juga dengan orang yang masuk Bulan Ramadhan tapi ia masih banyak dosa dan tidak ditaubati. Padahal, Allah menjamu sangat banyak keberkahan. Oleh karena itu, hendaklah umat muslim melakukan taubat nasuha sebelum memasuki bulan ramadhan ini, agar menjalani bulan ramadhan dengan hati yang bersih dan tentram.

BACA JUGA  Tangani Kemungkaran, Pemerintah Tanah Datar Jalin Kerjasama dengan MUI

Al-Fudhail bin ‘Iyadh radiyallahu anhu berkata, “Apabila tidak mampu mengerjakan shalat malam dan puasa pada siang hari, engkau adalah orang yang terhalang dari (kebaikan) lagi terbelenggu. Dosa-dosamu telah membelenggumu.”

  1. Lakukan puasa sunnah lebih dulu

Salah satu cara untuk mempersiapkan bulan Ramadhan adalah liburan lebih dulu di bulan sebelum Ramadhan. Cara ini bisa dilakukan setiap Senin dan Kamis yang merupakan puasa sunnah. Membiasakan tubuh menjalani hari Senin-Kamis juga berguna dalam membiasakan tubuh ibadah puasa satu bulan penuh saat Ramadhan.

  1. Pahami Nilai Waktu

Perintah puasa ada dalam Surat Al-Baqarah : 183 – 184. Dalam ayat ke-184 disebutkan, “Ayyama Ma’dudat”, yan mana menunjukkan bahwa berpuasa di bulan Ramadan itu sangat terbatas, dan dibatasi oleh waktu. Artinya, Bulan Ramadhan itu cepat berakhir. Maka ketika seseorang menjalani ibadah Ramadhan, jangan menunda-nunda beramal shaleh karena  setiap waktu sangatlah berharga. Biasanya orang-orang sadar di ujung Bulan Ramadhan ketika akan berakhir. Maksimalkan hari-hari di Bulan Ramadhan dengan memperbanyak tilawah, banyak sedekah, qiyyamurramadhan, dan lain-lain.

  1. Mempersedikit Makan

Menjelang Bulan Ramadhan, Rasulullah SAW memperbanyak shaum. Jangan sampai (maaf), mau Ramadhan seperti orang yang akan banyak dilarang, sehingga sekarang habis-habisan makannya. Rasulullah SAW bersabda: “Maka sesungguhnya orang yang paling lama lapar pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak kenyang di dunia.”(HR Baihaqi dan At-Tirmizi – Hasan). Maka menjelang Bulan Ramadhan persedikitlah makan, perbanyak shaum untuk melatih fisik kita sebelum menghadapi puasa selama satu bulan penuh.

  1. Mempelajari Fiqih Puasa

Imam Ghazali berkata: “Ilmu tanpa amal adalah gila dan pada masa yang sama, amalan tanpa ilmu merupakan suatu amalan yang tidak akan berlaku dan sia- sia.” Ilmu sebelum amal maka akan sampai pada tujuannya. Maka dengan memahami fiqih apa yang membatalkan puasa, apa saja yang mengurangi pahala puasa, adalah hal yang harus dipelajari. Salah satu contohnya adalah mengetahui keutamaan waktu sahur. Banyak diantara kita yang ketika sahur sambil menonton TV atau makan saja. Padahal jika kita tahu, sahur adalah waktu mustajabnya do’a, waktu yang mulia. Seharusnya kita masimalkan istigfar dan perbanyak doa.

BACA JUGA  17 Ramadan, Malam Mulia, Malam Turunnya Alquran

Orang-orang bisa lupa akan momen luar biasa di Bulan Ramadhan karena kurang paham fiqih puasa. Termasuk tidak paham pada akhirnya malah melakukan hal yang membatalkan puasa atau membatalkan pahalanya.

  1. Membiasakan Diri Beribadah

Mulai saat ini, bentuklah kebiasaan yang akan kita rencanakan dilakukan di Bulan Ramadhan. Agar nanti di Bulan Ramadhan, ritmenya sudah kita dapat, hanya perlu melanjutkan. Jangan sampai kita baru mau memulai semuanya ketika Bulan Ramadhan. Apapun yang tidak dimulai dengan pemanasan, akan cepat capek. Seperti orang yang hendak lari marathon, kalau tidak pemanasan terlebih dahulu, tidak akan kuat berlari jauh. Karena ototnya harus siap digunakan berlari, pemanasannya pun harus lama. Begitu pula puasa di Bulan Ramadhan, harus pemanasan terlebih dahulu agar tidak semangat di awal tapi berguguran pada akhirnya.

  1. Berlomba dan Bersungguh-sungguh

Bulan Ramadhan adalah saat dimana Allah SWT mengobral pahala. Ibarat Mall yang membuka diskon besar-besaran, orang-orang berbondong-bondong antri dan ingin jadi yang terdepan untuk mendapatkan diskon tersebut. Harusnya untuk amal shaleh pun kita berlomba-lomba.

‘Abdullah bin ‘Abbâs Radhiyallahu anhuma berkata :

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰـهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَأَجْوَدُ مَا يَـكُوْنُ فِـيْ رَمَضَانَ حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْرِيْلُ ، وَكَانَ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ يَلْقَاهُ فِـيْ كُـّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَـيُـدَارِسُهُ الْـقُـرْآنَ ، فَلَرَسُوْلُ اللّٰـهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْـخَيْـرِ مِنَ الِرّيْحِ الْـمُرْسَلَةِ

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan dengan kebaikan, dan lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan ketika Jibril Alaihissallam bertemu dengannya. Jibril menemuinya setiap malam Ramadhân untuk menyimak bacaan al-Qur’annya. Sungguh, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih dermawan daripada angin yang berhembus.”

BACA JUGA  Gerimis Tak Kurangi Khidmatnya Upacara Hari Guru di MTsN 2 Solok

Maksudnya adalah, kebaikan beliau dirasakan semua orang. Itu adalah buah dari amal kebaikan yang dilakukan bersungguh-sungguh. Maka dari itu, perbanyaklah melakukan kebaikan baik itu ibadah mahdhah dan ibadah ghairu mahdhah.

  1. Terapkan pola hidup sehat

Membiasakan diri dengan pola hidup yang sehat dapat membuat tubuh cepat beradaptasi saat menjalani ibadah puasa satu bulan penuh. Salah satunya adalah mengurangi kebiasaan merokok. Jika dilakukan sedari awal dan secara bertahap, mengurangi jumlah rokok dalam sehari mulai dari sekarang bisa membuat kita lebih mudah dalam menjalani ibadah puasa. Lalu, menyesuaikan waktu tidur lebih cepat dan bangun lebih pagi juga membantu dalam menghadapi perubahan rutinitas selama Ramadhan.

  1. Persiapan spiritual

Bulan Ramadhan melibatkan banyak refleksi spiritual bagi umat Muslim. Kita dapat mempersiapkan diri secara spiritual, mendekatkan diri kepada Pencipta dengan memperbanyak shalat dan membaca Alquran. Melakukan beberapa ibadah tambahan seperti bersedekah, memperbanyak doa hingga terus berbuat baik kepada sesama juga dapat menambah esensi “kembali ke suci” selama bulan Ramadhan.

  1. Umat Islam juga perlu mempersiapkan jiwa dan tubuhnya dalam menyongsong bulan Ramadhan. Rasulullah dan para sahabat memperbanyak puasa dan bersedekah pada bulan Sya’ban sebagai latihan sekaligus tanda kegembiraan menyambut datangnya Ramadhan.
  2. Materi dan finansial menjadi bagian terakhir yang harus disiapkan umat Islam dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Hal ini tidak ditujukan untuk mempersiapkan menu sahur dan buka, sebagaimana bagian keempat di atas.

Demikian hal yang perlu disiapkan jelang Ramadhan 2022. Semoga dengan ini bisa membuat kita dalam menyambut bulan Ramadhan dengan lebih semangat lagi dalam berlomba-lomba mencari perhatian Allah SWT.

Baca Juga :

penyuluh penyuluh penyuluh penyuluh penyuluh penyuluh penyuluh 

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprakKetua Komite I DPD RI Fachrul Razi: DPD RI Dorong Percepat Revisi UU ITE
Artikulli tjetërBupati Sijunjung: Jadikan Ramadhan untuk Meningkatkan Ibadah