Peran Pendidikan Islam Luar Sekolah di MDA/TPA Istiqomah Padang Belimbing Nagari Koto Sani

Peran Pendidikan Islam Luar Sekolah di MDA/TPA Istiqomah Padang Belimbing Nagari Koto Sani

Peran Pendidikan Islam Luar Sekolah di MDA/TPA Istiqomah Padang Belimbing Nagari Koto Sani

oleh : Neli Patria Dewi,  mahasiswa Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar

Saat ini, pendidikan luar sekolah adalah bagian penting dari sistem pendidikan yang mempunyai tugas dan peranan yang sama dengan sistem pendidikan lainnya dalam memberikan pelayanan dalam pendidikan yang bersifat non formal kepada masyarakat.
Sasaran dari pendidikan luar sekolah yang semakin luas dan menyeluruh tidak hanya sekedar melayani masyarakat yang terpinggirkan (marginal)  seperti masyarakat buta aksara, anak putus sekolah, dan para lansia, akan tetapi sasaran pendidikan luar sekolah saat ini sudah menjangkau pada anak-anak usia dini, anak-anak yang bersekolah dalam situasi pembelajaran di rumah atau dapat kita sebut homeschooling, serta masyarakat yang membutuhkan sebuah kecakapan-kecakapan tertentu untuk mendapatkan pengalaman kerja.

Mengingat betapa pentingnya sasaran tersebut, maka program atau kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pendidikan luar sekolah harus terus diperluas lagi untuk ke depannya sesuai dengan kebutuhan dan kondisi perkembangan masyarakat. Pada prinsipnya, perluasan kegiatan atau program-program pendidikan luar sekolah juga harus sejalan dengan pemikiran baru tentang konsep belajar (learning). dimana belajar yang terkesan hanya dilakukan pada konsep persekolahan sudah tidak tepat lagi dan mulai bergeser di luar persekolahan.

Sebelum tahun 1970 terdapat lembaga pendidikan Islam yang bernama Madrasah Diniyah Awaliyah. Lembaga pendidikan jenis ini mungkin lebih tepat disebut sebagai pendidikan non formal. Biasanya jam pelajaran mengambil waktu sore hari, mulai bakda ashar hingga maghrib. Atau, memulai bakda isya’ hingga sekitar jam sembilan malam. Lembaga pendidikan Islam ini tidak terlalu perhatian pada hal yang bersifat formal, tetapi lebih mengedepankan pada isi atau substansi pendidikan.

BACA JUGA  TMMD di Pessel, Rehab Rumah Hingga Buka Akses Jalan Perkampungan

Madrasah Diniyah Awaliyah atau yang lebih dikenal dengan nama MDA merupakan lembaga pendidikan yang terfokus pada pendidikan Agama. Dengan adanya Lembaga pendidikan non formal ini Anak-anak desa berhasil mampu membaca al Qur’an biasanya melalui lembaga pendidikan seperti ini.

Dari Asessment yang Penulis lakukan melalui salah seorang guru di MDA Istiqomah Padang belimbing, maka terdapat program pengajaran ada beberapa bidang studi yang diajarkan seperti:

  1. Al-Qur’an Hadits
  2. Aqidah Akhlak
  3. Sejarah Kebudayaan Islam
  4. Bahasa Arab
  5. Praktek Ibadah

Dalam pelajaran Qur’an-Hadits peserta didik diarahkan kepada pemahaman dan penghayatan santri tentang isi yang terkandung dalam qur’an dan hadits. Mata pelajaran aqidah akhlak berfungsi untuk memberikan pengetahuan dan bimbingan kepada anak agar meneladani kepribadian nabi Muhammad SAW, sebagai Rasul dan hamba Allah, meyakini dan menjadikan Rukun Iman sebagai pedoman berhubungan dengan Tuhannya, sesama manusia dengan alam sekitar.

Mata pelajaran Fiqih diarahkan untuk mendorong, membimbing, mengembangkan dan membina anak untuk mengetahui memahami dan menghayati syariat Islam. Sejarah Kebudayaan Islam merupakan mata pelajaran yang diharapkan dapat memperkaya pengalaman anak dengan keteladanan dari Nabi Muhammad SAW dan sahabat dan tokoh Islam. Bahasa Arab sangat penting untuk penunjang pemahaman anak terhadap ajaran agama Islam, mengembangkan ilmu pengetahuan Islam dan hubungan antar bangsa degan pendekatan komunikatif. Dan praktek ibadah bertujuan melaksanakan ibadah dan syariat agama Islam.

Jadi, dapat dilihat bahwa peranan dari pendidikan luar sekolah melalui pendidik MDA Istiqomah ini diharapkan mampu membenahi dan mampu mengembalikan keadaan bangsa yang memiliki generasi-generasi dan insan-insan yang berprilaku baik dan didalamnya terdapat akhlakul karimah dan budi pekerti yang luhur. Oleh karena pentingnya pendidikan agama islam, Madrasah Diniyah diharapkan mampu menanggapi dan menyelesaikan polemik-polemik tersebut.

BACA JUGA  Tim Promkes Puskesmas Alahan Panjang Sosialisasikan Covid-19 di MAN 3 Solok

Dengan kata lain, diharapkan lembaga pendidikan non-formal ini dapat menarik banyak anak bangsa dan menanamkan nilai-nilai akhalkul karimah dan budi pekerti yang luhur. Maka perlu kiranya pendidikan MDA ini dilestarikan dan dibudayakan dalam kehidupan dimasyarakat, dan perlu kiranya perhatian dari pemerintah sehingga masyarakat akan merasa butuh dan ingin untuk memasukan putra-putrinya kelembaga pendidikan agama khususnya MDA.

Dengan hal seperti itu, mudah-mudahan terbentuklah generasi-generasi dan anak-anak yang shalihin-shalihat , generasi yang pelopor bukan pengekor, generasi yang pengais bukan pengemis, generasi yang perintis bukan pewaris, generasi yang berkarakter, generasi yang beradab dengan mempunyai akhlakul karimah dan budi pekerti yang luhur, generasi yang cerdas dan dibekali dengan pendidikan agama sehingga terbentuklah generasi dan anak-anak yang bertakwa kepada Allah SWT.

Baca Juga :

Facebook Comments

loading...