10 Strategi Membangun Komunikasi Efektif Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Sekolah

bangun

10 Strategi Membangun Komunikasi Efektif Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Sekolah

Oleh : Susi Elfina (Mahasiswa Pasca Sarjana Prodi MPI IAIN Batu Sangkar)

Dosen Pengampu: Prof. Dr. Zulmuqim, M.A dan  Dr. Hj. Demina, M.Pd

Komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam proses pembelajaran di sekolah. Komunikasi yang efektif di sekolah sangat mempengaruhi kualitas pelayanan seorang guru terhadap siswa dan akan berpengaruh terhadap hasil pembelajaran yang juga sekaligus berkaitan erat dengan mutu pendidikan di sekolah tersebut
Menurut Suyanto, (2006) menyatakan bahwa: Komunikasi dikatakan efektif apabila dalam suatu proses komunikasi itu, pesan yang disampaikan seorang komunikator dapat diterima dan dimengerti oleh komunikan, persis seperti yang dikehendaki oleh komunikator, dengan demikian, dalam komunikasi itu komunikator berhasil menyampaikan pesan yang dimaksudkannya, sedang komunikan berhasil menerima dan memahaminya. Di sekolah seorang guru harus mampu berkomunikasi yang baik dengan siswa agar proses pembelajaran berlangsung dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan.
manajemen
Susi Elfina
Komunikasi yang efektif perlu dibangun agar pencapaian peningkatan mutu pendidikan di sekoalh dapat diwujudkan sesuai dengan Visi, Misi dan tujuan lembaga. Komunikasi yang efektif juga memiliki banyak manfaat di sekolah yakni diantaranya dapat menjalin hubungan yang harmonis dengan seluruh stake holder yang ada di sekolah maupun pihak pihakt yang terkait dengan lembaga. Komunikasi yang efektif juga dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja pelaku komunikasi di sekolah terutama pelayanan seorang guru kepada siswa dalam proses pembelajaran

Strategi membangun komunikasi efektif adalah cara atau siasat yang dilakukan oleh guru dalam melakukan komunikasi yang baik dengan siswa sehingga pesan yang disampaikan dapat diinterpretasikan kembali oleh siswa.  Menurut Pupuh Fathurrohman & Sobry Sutikno, (2007: 41) menyatakan bahwa: “ Terdapat minimal lima strategi yang dapat dikembangkan oleh guru dalam upaya membangun komunikasi efektif, yaitu: respek, empati, audible, clarity (jelas maknanya), dan Humble (rendah hati)”.

Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di sekolah tak terlepas dari peningkatan pelayanan dengan membangun komunikasi yang efektif. Untuk itu seorang guru perlu memperhatikan beberapa strategi agar komunikasi berlangsung secara efektif dan efisien, antara lain

  1. Tersenyum .

Senyuman adalah bukti bahwa seorang guru memiliki perasaan yang gembira, bahagia dan siap melayani siswa dengan penuh kegembiraan pula. Apabila seorang siswa dilayani dengan penuh gembira berarti guru telah mampu membuat keadaan yang paling nyaman bagi siswanya

Senyuman seorang guru haruslah dilakuan secara tulus yang didukung dengan ekspresi wajah yang ceria, berseri-seri. Maka agar senyuman tampak tulus tentu hal ini harus keluar dari perasaan yang paling dalam berupa kejujuran dan keikhlasan untuk memberikan pelayanan pada siswa.

  1. Salam dan Sapa

Mengucapkan salam sambil menyapa akan menambah keakraban dan menguatkan kasih sayang antara guru dan siswa yang dapat membangun jembatan hati antara keduanya. Siswa akan merasa nyaman begitu juga guru akan merasa senang ketika saling mengucapkan salam dan tegur sapa bersama siswa

  1. Berjabat Tangan.

Suatu persoalan yang sepele akan menjadi sangat berarti apabila  guru sebagai pendidik mampu mengelola sikap dengan baik saat berhubungan dengan para siswa. Salah satunya adalah jabat tangan guru pada saat awal pertama bertemu dengan siswa dan berkelanjutan ketika mengawali proses pembelajaran. Kesan pertama yang diciptakan melalui jabat tangan seorang guru akan memberikan kesan dan perasaan positif bagi siswa dan mengisyaratkan bahwa guru siap memberikan pelayanan yang terbaik dan guru termasuk orang yang nyaman bagi siswanya untuk memenuhi segala kebutuhannya. Perasaan nyaman dalam diri siswa adalah langkah awal bagi terciptanya hubungan yang harmonis serta citra yang positif yang dapat menimbulkan kegairahan dalam belajar bagi siswa

  1. Tatap mata saat berjabat tangan.

Tatapan mata memberikan makna yang jauh lebih dalam dibadingnya hanya dengan kata-kata. Bahkan hanya cukup dengan tatapan mata terkadang seseorang sudah mampu menangkap maksud sang pembuat pesan. Disaat guru menatap mata siswa saat berjabat tangan hal ini akan memberikan kesan bahwa guru adalah orang yang antusias, terkean friendly dan hangat.

  1. Antusias & Bangun antusiasme

Antusiasme adalah wujud dari sikap kegembiraan seorang guru dalam menyajikan pembelajaran. Antuasime akan mengantarkan pula pada respon terbaik yang juga akan diberikan oleh siswa terhadap guru.

Beberapa wujud sikap antusias seorang guru dalam menyajikan pembelajaran  yaitu – mengarahkan posisi tubuh pada siswa dan tidak meyampingkannya atau bahkan membelakanginya

  1. Kerahkan pikiran positif.

Pikiran positif merupakan modal dasar bagi seorang guru dalam berinterkasi dengan siswa. Pikiran yang positif akan mengarahkan guru untuk menghargai siswa dan banyak memahami perbedaan dan latar belakang dari siswa.

  1. Ingat namanya dengan baik.

Nama adalah sesuatu yang sangat berarti bagi setiap orang. Tidaklah tepat jika ada yang menyatakan bahwa apalah arti sebuah nama. Padahal nama adalah salah satu cara yang paling jitu untuk menandakan sesuatu. Disaat guru menyebut nama siswanya dengan baik dan fasih berarti guru telah memberikan perhargaan tertinggi pada mereka dan dengan sendirinya guru juga telah mengakui keberadaan siswa tersebut

  1. Hidupkan empati, tanggapi perasaan siswa.

Empati adalah penghargaan tertinggi seorang guru bagi siswa. Empati adalah kesediaan guru untuk keluar dari dirinya dan beralih untuk memberikan perhatian yang lebih pada siswanya. Perhatian terhadap apa yang mereka rasakan dan mereka pikirkan. Dalam proses pembelajaran, tingkat kepedulian seorang guru pada siswa merupakan inti dari seluruh rangkaian pembelajaran itu sendiri.

  1. Jangan Berkata Kasar atau Memaki.

Salah satu sifat dasar manusia adalah bahwa setiap orang tidak suka disalahkan, diperintah dan dikritik. Untuk itu dalam berkomunikasi seorang guru harus mampu untuk tidak berkata kasar atau memaki ketika siswa melakukan kesalahan. Kalaupun guru merasa kesal dengan tingkah laku siswanya maka seorang guru haruslah  sangat berhati-hati dan memilih kata- kata yang sangat santun sehingga para siswsa tidak merasa di salahkan.

  1. Penuh Cinta dan Kasih sayang

Sudah merupakan kodrat manusia senang diperlakukan dengan penuh rasa      cinta dan kasih sayang. Untuk itu dalam berkomunikasi seorang guru harus mampu menempatkan siswanya seperti anak kandungnya sendiri sehingga dalam           berkomunikasi seakan terjadi kontak batin antara seorang ibu dengan anak kandungnya.

Komunikasi yang efektif di sebuah sekolah yang dibangun oleh seorang guru terhadap siswa akan menghasilkan kepuasan bagi siswa  dan dapat meningkatkan mutu pendidikan. Tidak hanya itu, hubungan yang dibangun di sekolah berdasarkan iklim dan kepercayaan yg positif turut memberikan andil dalam menciptakan suasana/ iklim komunikasi yang efektif. Rasa percaya, keyakinan, keterbukaan, dukungan keamanan, kepuasan, keterlibatan dan tingginya harapan merupakan cermin iklim komunikasi yang mengedepankan pola komunikasi yang efektif agar tercipta suatu kondisi obyektif yang mendukung peningkatan mutu pendidikan.

 

Referensi

Pupuh Fathurrohman dan Sobry Sutikno. 2007, Strategi Belajar Mengajar  Melalui Penanaman Konsep Umum & Konsep Islami, Bandung: Refika Aditama.

Suyanto dan Sutinah. 2006 . Metode Penelitian Komunikasi dan Sosial. Jakarta: Grup Media Kencana Prenada

BACA JUGA :

Facebook Comments

loading...