Pondok Pesantren Darul Ulum Padang Magek Gelar Doa Bersama dan Ziarah Makam

pondok
Gelar doa bersama dan ziarah kubur
Batusangkar, SuhaNews – Pondok Pesantren Darul Ulum Padang Magek, Kecamatan Rambatan, Tanah Datar laksanakan tradisi doa bersama dan ziarah makam, Senin (11/8/2020).

“Kegiatan ini menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan jalinan tali silaturahmi dan untuk menghargai jasa para pendiri pontren ini,” ujar Wakil Bupati Tanah Datar H. Zuldafri Darma ,

Tradisi seperti ini, jelas Wabup, hendaknya tetap dipertahankan dan dilestarikan. Tradisi ini bisa menjadi pelajaran dan contoh bagi generasi muda.

“Pengembangan dan peningkatan bidang keagamaan, pendidikan, kesehatan dan adat istiadat serta beberapa bidang lainnya menjadi perhatian yang tertuang dalam visi dan misi pembangunan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar,” jelas Wabup Zuldafri Darma.

“Kegiatan ini bisa dikategorikan dalam bidang keagamaan dan adat budaya,” tambah Wabup.

Selaku pimpinan daerah, jelasnya, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan serta dukungan terhadap kegiatan seperti ini.  Apalagi perkembangan teknologi yang pesat saat ini, generasi muda tidak mempunyai benteng yang kuat, akan mudah dipengaruhi dan bisa melakukan perilaku sosial yang negatif.

“Peningkatan dalam pemahaman bidang keagamaan, terutama kepada kaum generasi muda, seperti santri dan santriwan Pondok Pesantren ini, tentu bisa menjadi benteng diri agar tidak terpengaruh buruk karena kemajuan teknologi saat ini,” tukasnya.

Sementara pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum Padang Magek Syahyuti Abas menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatangan Wabup pada acara yang dilaksanakannya.

“Semenjak dilaksanakan kegiatan rutin tahunan di makam pendiri pondok pesantren Darul Ulum ini, baru sekarang dihadiri langsung pak Wabup selaku Pemerintah Daerah,” jelas Syahyuti Abas.

“Kita sepakat dengan penyampaian pak Wabup bahwa peningkatan pemahaman keagamaan dapat menjadi benteng generasi muda dalam perkembangan teknologi saat ini,” tambah Syahyuti Abas.

Dalam Ponpes ini. tukuk Syahyuti Abas, para santriwan dan santriwati  selalui dibentengi dengan kualitas dan kuantitas pembelajaran agama Islam, sehingga Insya Allah mereka jauh dari perilaku sosial yang negatif.

Reporter: Dajim        Editor: Wewe

Baca Juga:

Facebook Comments

loading...