Program 68 Nagari Gantung Ciri , Dilaunching Dalam Peringatan Isra’ Mikraj

Program 68 Nagari Gantung Ciri , Dilaunching Dalam Peringatan Isra' Mikraj
Gantung Ciri, SuhaNews. Walinagari Gantung Ciri, Kec. Kubung Kab. Solok, Drs. Hendri Yudha melaunching program 68, dalam acara peringtan Isra Mikraj 1442 H di Masjid Jami’ Al-Ittihadiyah Gantuang Ciri Jumat (12/03).

Hendri Yudha dalam sambutan nya mengatakan bahwa program 68 ini diberi motto ” Kaciak taraja-raja, gadang tabao-bao, gaek taubah tidak” artinya anak anak usia sekolah memanfaatkan waktu dari jam 6 sampai jam 8 malam setiap hari untuk melatih, mengajarkan dan mendidik mereka supaya “TABIASO SUMBAYANG SAJAK KACIAK”.( terbiasa sholat tepat waktu semenjak kecil), itu yang sangat penting”,tegas Hendri.

BACA JUGA  Peringatan 11 Tahun Gempa Besar, Hendri Septa Ajak Tingkatkan Budaya Kesiapsiagaan Bencana

“Pogram 68 ini membiasakan kembali kepada generasi muda agar kembali ke surau untuk sholat berjamaah, belajar mengaji serta pengenyam pendidikan keagamaan mulai dari jam 6 sore sampai jam 8 malam setelah sholat Isha”,sebut Hendri

“Dengan kegiatan di program 68 ini jelasnya diharapkan anak-anak bisa membekali dirinya dengan pengetahuan agama dan pembiasaan dalam keseharian”,tutupnya.

Camat Kubung Riki Carnova juga mengapresiasi program 68 ini, Progam ini perdana di daerah Kabupaten Solok, dan ini merupakan suatu ide dan program yang luar biasa. Semoga bisa menjadi contoh bagi Nagari lain disekitarnya.

BACA JUGA  SMPN 4 Kubung Beri Reward Siswa Berprestasi

Program ini jelas Riki sangat sesuai dengan kebutuhan pada zaman sekarang ini, dimana dunia disibukkan dengan benda elektronik seperti handphone, benda ini menjadi barang yang sangat favorit sekali, karena semua umur mulai dari anak-anak sampai orang tua disibukkan dengan penggunaan benda yang satu ini”,ungkapnya.

“Keadaan ini juga tidak bisa dielakkan, karena semenjak adanya pandemi covid-19 semua kegiatan baik pembelajaran maupun aktifitas perkantoran, perdagangan dan lain-lain di lakukan melalui Gawai ini. sehingga Kehadiran handphone betul-betul mewakili dan mengatasi kesulitan beberapa aktifitas”,imbuhnya.

BACA JUGA  3 Belum Ditemukan, Pencarian Korban Kapal Karam Dilanjutkan

Handphone menjadi barang yang bernilai multi guna dalam kehidupan sehari-hari, namun disamping kegunaan yang bermacam-macam manfaat, juga berdampak negatif kepada putra-putri kita saat ini, kebanyakan dari mereka menggunakan handphone untuk bermain game atau bisa juga mereka membuka situs atau aplikasi yang belum sesuai dengan umur mereka bahkan membuat mereka lupa dengan waktu”,jelasnya.

Keadaan ini apa bila berlanjut dan tidak ada solusinya akan mengakibatkan kemerosotan pendidikan bahkan ahklak anak-anak kita kedepannya. Karena mereka lebih cendrung menghabiskan waktu dengan benda yang satu ini. Mereka berdalih membeli paket kuota internet untuk belajar dan membuat tugas, namun kenyataanya kuota habis tugas tidak jadi selesai, karena sudah terlanjur kecanduan dengan permainan game.

BACA JUGA  Meningkat Drastis, 221 Positif Covid-19 di Sumbar per 5 Mei

Alhamdulillah Program yang di luncurkan oleh Pak Hendri ini InsyaAllah bisa mengatasi permasalahan diatas, setidaknya bisa mengurangi waktu anak-anak bersama handphone nya. Mereka akan disibukkan dengan rentetan acara dan program yang diadakan di surau atau mesjid tempat mereka mengaji. Mungkin pada awalnya akan menemui sedikit kendala, karena membiasakan sesuatu yang baru. dan akan meniggalkan kebiasaan yang mereka sukai.

Namun apabila program ini di lakukan dengan kerja sama yang baik dari semua unsur, baik orang tua, masyarakat dan pemuka masyarakat dan tentunya unsur pemerintahan Nagari, InsyaAllah akan bisa terwujud apa yang dicanangkan oleh Pak Wali ini”,tutup Camat Kubung

BACA JUGA  Peringati HAB 74, DWP Kemenag Bukittinggi Gelar Lomba MC

Senada dengan itu Kepala KUA kecamatan Kubung Almaturidi,S.Ag mengatakan bahwa dengan adanya program 68 ini Masyarakat sangat bersyukur karena para orang tua minimal akan berkurang bebannya dengan permasalahan yang mereka hadapi sementara metode pembelajaran dengan memakai handphone, dan banyaknya waktu luang akan berpotensi adanya penyalah gunaan oleh anak-anak mereka bisa teratasi”,ucap Kepala KUA Kubung

Peringatan PHBI kali ini jelas Almaturidi,S.Ag tampak meriah sekali dengan menghadirkan seluruh anak-anak yang berada di Nagari Gantung Ciri. Kegiatan ini bekerja sama dengan seluruh sekolah dan madrasah yang berada di Gantung Ciri ini”,sebutnya

“Semoga ini adalah solusi cerdas yang akan mampu mengatasi semua masalah yang sudah merusak watak anak-anak kita”,pungkasnya

Sementara Ustad Dodi Waldi, yang menjadi penceramah di acara PHBI tersebut juga membahas tentang pensucian batin yang dijalani oleh Baginda Rasulullah dan akhlak Rasulullah yang dikaitkan dengan program 68 tersebut.

reporter : Dedi editor : Moentjak

Berita Terkait :

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaMTsS Koto Anau Gelar MABIT
Artikel berikutnyaLiga Italia: Cristiano Ronaldo Hat-trick, Juventus Vs Cagliari 3-1