PSBB Berakhir, Penumpang Bus AKAP Tujuan Jakarta Melonjak

870
psbb
Tingginya jumlah penumpang tujuan Jakarta membuat jumlah armada yang berangkat juga banyak. foto Fadil
Solok, SuhaNews. Seiring dengan berakhirnya Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) di Sumatera Barat sejak 7 Juni 2020 yang lalu, bisnis transportasi kembali menggeliat. Terutama untuk Angkutan Antar Kota Antar Propinsi (AKAP). Jumlah penumpang tujuan Jakarta dan Bandung melonjak drastis

SuhaNews yang memantau keberangkatan bus tujuan Jakarta dan Bandung di Terminal Bareh Solok sepanjang Rabu (10/6) kemarin mulai terlihat kembali normal. Semua PO Bus tujuan Jakarta sudah kembali beroperasi.

psbb
3 armada PT. MPM yang berangkat menuju Jakarta, Rabu (10/6). foto Fadly

Walau harga tiket masih terbilang tinggi, yakni 700 ribu untuk tujuan Jakarta dan 750 ribu untuk tujuan Bandung, tingkat kepadatan penumpang juga tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya armada bus yang berangkat. Seperti PT. NPM yang sepanang hari kemarin memberangkatkan 7 armada, begitu juga dengan PT. MPM yang memberangkatkan 3 armada ditambah dengan beberapa perusahaan lainnya.

Syarat keberangkatan juga sudah dilonggarkan, yakni tidak perlu lagi hasil rapid test maupun sudat keterangan dari kelurahan atau pemerintah. Namun penumpang dan awak bus tetap diwajibkan menjalan protokol kesehatan, yakni menjaga jarak dan memakai masker. Setiap bus juga menyediakan hand sanitizier.

Berita Terkait :

Untuk penumpang bus sendiri masih dibatasi, maksimal 25 orang dari kapasita tempat duduk 38 sampai 42 seat. Ini salah satu pemicu tingginya harga tiket bus.

psbb
Persiapan keberangkatan armada PT. MPM dari terminal Bareh Solok. foto Fadil

“Kami sudah kembali melayani penumpang secara normal, namun penumpang dan awak bus tetap mengikuti protokol kesehatan,” ujar Eri salah satu pengurus PO bus tujuan Jakarta di TBS kepada SuhaNews.

Ia menambahkan, calon penumpang tidak perlu lagi membawa surat keterangan dari pemerintahan namun tetap disarankan dalam kondisi prima saat berangkat. Penumpang juga diwajibkan memakai masker serta membawa handsanitizier, walau setiap armada telah menyediakan.

Sementara Herman (50) penumpang tujuan Jakarta, bersyukur dengan dibolehkannya bus beroperasi. Karena ia sudah tertahan di di kampung semenjak pemberlakuan PSBB. Ia menyebutkan, tekah berada di Solok sejak awal Maret lalu untuk menemui orangtuanya yang sakit. Namun saat akan kembali ke Jakarta, terkendala oleh PSBB.

Tingginya minat penumpang bus juga disebabkan belum beroperasinya penerbangan komersil. Sehingga angkutan darat menjadi pilihan utama untuk ke Jakarta.

psbb
armada ANS dan NPM meninggalkan bterminal Baresh Solok menuju Jakarta. foto Fadly

Dari pembicaraan SuhaNews dengan beberapa agen bus di TBS, jumlah armada berangkat setiap harinya semenjak 8 Juni 2020 yang terus meningkat. Pada Rabu (10/6) ada sekitar 15 armada tujuan Jakarta dari berbagai PO, untuk Kamis (11/6) diperkiran mencapai 20 armada. Karena masing-masing PO menambah keberangkatan dibanding hari kemarin.

Editor : Moentjak foto : Fadil dan Fadly

Baca Juga :

Facebook Comments

loading...