Pupuk Kebersamaan, Perguruan Silat Mandala Bukittinggi Gelar Makan Bersama

Bukittinggi,SuhaNews | Suasana penuh keakraban mewarnai kegiatan Perguruan Silat Mandala Bukittinggi pada Senin malam (19/10/2026). Usai menjalani latihan rutin, para anggota perguruan bersama orang tua berkumpul menikmati nasi goreng bersama sebagai bentuk sederhana dalam mempererat tali silaturahmi, memupuk kekompakan, dan menumbuhkan rasa persaudaraan.

Kegiatan makan bersama ini bukan sekadar mengisi perut setelah berlatih, tetapi juga menjadi momen berharga untuk membangun kedekatan antarsesama anggota dan orang tua. Di tengah kebersamaan tersebut, pelatih, para pesilat dan orang tua dapat saling berbagi cerita, bertukar pengalaman, serta memperkuat semangat untuk terus berkembang bersama.

Pelatih Perguruan Silat Mandala Bukittinggi, Dodi, menyampaikan bahwa kebersamaan merupakan salah satu nilai penting yang harus terus dijaga dalam sebuah perguruan silat. Menurutnya, latihan bukan hanya bertujuan meningkatkan kemampuan fisik dan keterampilan bela diri, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, serta rasa persaudaraan. “Bagi kami, silat bukan hanya tentang kemampuan bertarung atau menguasai jurus. Lebih dari itu, silat mengajarkan kedisiplinan, kesabaran, saling menghormati, dan bagaimana kita menjaga persaudaraan. Makan bersama seperti ini mungkin sederhana, tetapi memiliki makna besar untuk mempererat hubungan antarsesama anggota,” ujar Dodi.

Ia menambahkan, kekuatan sebuah perguruan tidak hanya diukur dari kemampuan para pesilat saat berada di arena latihan, tetapi juga dari kekompakan, kepedulian, dan rasa kekeluargaan yang terbangun dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan kami, seluruh anggota Perguruan Silat Mandala tetap semangat berlatih, saling mendukung, dan menjaga kekompakan. Jangan hanya kuat secara fisik, tetapi juga harus kuat dalam akhlak, mental, dan rasa persaudaraan. Kita ingin melahirkan pesilat yang berprestasi, berkarakter, serta bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Kebersamaan usai latihan tersebut menjadi pengingat bahwa nilai-nilai luhur pencak silat tidak berhenti ketika latihan selesai. Semangat gotong royong, saling menghargai, dan kepedulian terhadap sesama merupakan bagian penting dari proses pembentukan jati diri seorang pesilat.

BACA JUGA  Pemkab Solsel Sambut Lawatan USIM Negeri Sembilan Malaysia

Uniknya latihan silat di Perguruan Silat Mandala selain latihan rutin Kamis malam dan minggu pagi bertempat di rumah pelatih tidak dipungut iuran bahkan dalam latihan terdapat variasi makanan dan snack untuk menyemangati anak rajin latihan. Ini berasal partisipasi pelatih dan inisiatif beberapa orang tua.

Salah seorang orang tua pesilat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan rasa haru sekaligus salut atas kebersamaan, kekompakan, dan keikhlasan yang ditunjukkan pelatih Perguruan Silat Mandala Bukittinggi dalam membina para pesilat.

Menurutnya, nilai-nilai gotong royong, persaudaraan, dan kebersamaan yang terus ditanamkan oleh pelatih merupakan pendidikan karakter yang sangat berharga bagi anak-anak. Terlebih, keikhlasan pelatih dalam membimbing dan mengajar tidak hanya membantu mengembangkan kemampuan bela diri, tetapi juga menjadi bekal penting dalam membentuk kepribadian dan masa depan generasi muda. “Sebagai orang tua, kami merasa haru dan bangga melihat kebersamaan seperti ini. Di tengah kesibukan latihan, masih tumbuh semangat gotong royong, kepedulian, dan rasa kekeluargaan yang begitu kuat. Kami sangat menghargai keikhlasan pelatih dalam membina anak-anak, bukan semata-mata untuk mengajarkan ilmu silat, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kehidupan yang akan menjadi fondasi mereka untuk tumbuh dan berkembang di masa depan,” tuturnya.

Ia berharap, suasana kekeluargaan dan semangat kebersamaan di Perguruan Silat Mandala Bukittinggi terus terpelihara sehingga menjadi lingkungan positif bagi anak-anak untuk belajar disiplin, menghormati sesama, membangun kepercayaan diri, serta mengembangkan potensi diri. “Pesilat yang tangguh bukan hanya mereka yang kuat dalam gerakan, tetapi juga mereka yang mampu menjaga persaudaraan, merendahkan hati, menghargai sesama, dan menebarkan kebaikan di tengah masyarakat,” pungkasnya. (Syafrial)

Baca Juga :

Facebook Comments

Google News