Transformasi Bus Sumbar, Setelah Ma Unjua kini Muncul Lalok Class

SuhaNews – Banyaknya perantau Minang yang berdomislili di Jabodetabek – Bandung dan daerah lainnya sekitar Jawa Barat, membuat peluang usaha angkutan darat khususnya terbuka lebar. 
Sempat terpuruk saat pesawat terbang menurunkan harga tiket secara drastis, geliat industri angkutan bus di Sumbar kembali bangkit sejak akhir 2016 lalu. Hingga kini terus bertranformasi.

Dimulai dengan menggunakan bus mesin Chevrolet dengan body yang saat itu disebut rumah-rumah terbuat dari kayu, berlanjut dengan kehadiran bus dari Jerman Mercedes Benz model LBP dilanjutkan dengan type OF.

00102 miyor sleeper b
Suasana kabin sleeper bus MIYOR. foto Bagindo Chanel

Memasuki awal tahun delapan puluhan bus-bus Sumbar mulai menggunakan karoseri ternama di Jawa, salah satunya Morodadi Prima di Malang yang menjadi langganan Po. ANS hingga sekarang, karoseri Rahayu Sentosan dan karoseri Restu Ibu Pusaka di Bogor (keduanya kini telah tutup) dan banyak karoseri besar lainnya yang tumbuh di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sementara untuk jenis Mesin kebanyakan saat itu menggunakan Mercedes Benz mesin depan seperti OF1113 hingga mulai masuknya chasis dengan mesin belakang di pertengahan delapan puluhan diantaranha OH Prima 306. Selain itu ada juga menggunakan mesin Mitsubishi Fuso dan Hino.

Awalnya bus jurusan Sumbar Jakarta ini menggunakan konfigurasi seat 2-3 sehingga untuk bus yang mesin belakang bisa menampung hingga 50 penumpang. Konfigurasi 2-2 mulai hadir seiring dengan adanya bus pakai AC dan toilet di pertengahan delapan puluhan.

Pelayanan yang diberikan perusahaan bus untuk penumpang terus meningkat, pertengahan tahun sembilan puluhan bus-bus Sumbar mulai mengeluarkan bus dengan konfigurasi seat 2-1. Selain lebih lega, bus menyematkan pelayanan nonstop, artinya bus hanya menaikan penumpang di loket resmi dan tidak melayani penumpang naik di jalan.

BACA JUGA  Buka PDWK Metodologi Pembelajaran, Ka. Kankemenag Tekankan Moderasi Beragama di Madrasah

Untuk kelas ekonomi, juga meningkat dari bangku 2-3 menjadi 2-2 dengan nama pelayanan kelas Jumbo, dan Jumbo King untuk kelas AC bangku 2-2 non toilet. Untuk keberangkatan dari Sumbar, masing-masing perusahaan lebih dari sepuluh unit perhari dengan waktu tempuh 48 – 72 jam.

Diantara perusahaan bus kala itu yang masih eksis hingga sekarang adalah NPM, ANS, Gumarang Jaya, Transport Express dan Lubuk Basung Jaya yang kala itu menggunakan mesin Mitsubishi Fuso menjadi ciri khasnya.

Ditahun 2000an saat pesawat menurunkan harga tiket secara jor-joran, perusahaan bus pun terusik. Mulai dari menurunnya jumlah penumpang sampai mengurangi jumlah armada bahkan ada yang sampai berhenti beropreasi dan ada yang melebur ke perusahan lain meski satu grup.

Memasuki tahun 2016, perusahaan bus Sumbar mulai bangkit dan melakukan peremajaan armadanya. Untuk pelayanan masih menggunakan kelas Executif dengan konfigurasi bangku 2-2 ditunjang fasilitas AC Toilet seperti yang dilakukan oleh PO. NPM, PO. ANS, PO. Transport dan PO. Family Raya, sementara PO. Gumarang Jaya memberikan pelayanan AC bangku 2-2 Non Toilet.

Puncaknya ditahun 2019 dan 2020, perusahaan tersebut kembali bersaing seiring dengan meningkatnya jumlah penumpang. Ditahun ini PO. ANS dan PO. NPM melakukan peremajaan besar-besaran yang berlanjut hingga sekarang.

Memasuki akhir tahun 2021, pelayanan ditingkatkan dengan menghadirkan Royal Class dan Sutan Class. Perbedaan dengan ekskutif seatnya memakai legrest dan jumlah seat di setiap bus hanya 30 beda eksekutif yang jumlahnya 41 seat. Smoking Area juga menjadi standar wajib untuk kedua kelas ini.

Awal 2022 muncul PO. Palala yang memberikan pelayanan dengan nama Panorama Class seirama dengan type bus pertamanya yak ni Legacy SR2 Panorama dari karoseri Laksana. Selain legrest, seat milik PO. Palala dilengkapi AVOD sehingga penumpang bisa menonton secara privasi tanpa haru ketergantungan pada LED seperti bus kompetitornya yang musiknya distel oleh awak bus.

BACA JUGA  Bus ALS Tujuan Surabaya Terbakar di Sijunjung Akibat Korsleting

Legrest ini seakan menjadi kemewahan baru bagi perusahaan bus Sumbar, hal ini terbukti semua perusahaan menyediakan kelas layanan dengan tempat selonjoran ini. Sebuat saja PO. MPM menghadirkan premium class, Po. Gumarang Jaya dengan Ma Unjuan Class, Po. Transport Express Kudo Gadang Class, PO. Pangeran dengan Luxury Class dan PO. Sembodo dengan Executif Plus.

00102 miyor sleeper c
Armada Sleeper bus MIYOR. foto Bagindo Chanel

Di Trwilan pertama tahun 2024 ini, PO. MIYOR membuat gebrakan dengan menghadirkan sleeper class pertama di Sumatera Barat. Satu unit bus besutan karoseri Adiputro dengan type JB5 dream coach ini semua seatnya kelas sleeper dan ada yang suite comba yang satu unit bus terdiri dari dua kelas.

Begitu juga dengan PO. Al Hijrah yang operasional ke Sumatera Barat tertunda selama lebih kurang satu tahun karena menyelesaikan perizinan juga menghadirkan kemewahan. Sabtu sore (30/3) menjadi kali pertama bus yang telah memakai plat nomor Sumbar BA XXXX WU mengabarkan perantau Minang pualng kampung dengan sleeper class / Lalok Class.

Sleeper class berikutnya yang siap meluncur adalah PO. MIYOR yang dua unit dream choach besutan karoseri Adiputro telah launching dan bersiap mengaspal bulan ini.

Rumornya, beberapa perusahan lain juga tengah menunggu relis karoseri untuk unit sleeper class ini. Namun ketika di konfirmasi sama pengurus jawbannya tunggu tanggal mainnya, apakah full sleeper seperti MIYOR dan Al Hijrah atau suite combi seperti Sembodo. Moentjak

Berita Terkait :

Facebook Comments

Google News