Ulama Wafat, Tanda Kiamat Sudah Dekat

Ulama Wafat, Tanda Kiamat Sudah Dekat

Ulama Wafat, Tanda Kiamat Sudah Dekat

Oleh: Dr. Asep Ajidin, M.H.

Betapa membuat hati kita sangat bersedih ketika kita mendengar wafatnya ulama. Karena ulamalah yang sangat giat berdakwah dan memberikan pencerahan kepada umat. Seperti halnya kita dikejutkan dengan berita meninggalnya Syekh Ali Jaber pada hari Kamis (14/1/2021) pukul 8.30 WIB dalam usia 44 tahun. Yang sebelumnya kita mengetahui telah wafatnya ulama lainnya seperti K.H. Zainuddin MZ (wafat 5/7/2011), Ustadz Jefri Al-Bukhari (wafat 26/4/2013), K.H. Hasyim Muzadi (wafat 16/3/2017) Ustadz Arifin Ilham yang wafat pada Rabu (22/5/2019) yang lalu pada usia 49 tahun.

Tentunya kita berduka yang sangat dalam ketika mendengar para ulama meninggal dunia dan merasakan sesuatu seperti apa yang dikatakan oleh Ayyub rahimahullah:”Sesungguhnya aku diberitakan mengenai wafatnya seorang ahlussunnah, seakan-akan aku kehilangan sebagian anggota tubuhku.”

Imam al-Bukhari dalam kitab shahihnya menuliskan satu bab khusus yang membahas tentang dicabutnya ilmu, yaitu bab raf’il ‘ilmi. Ada dua hadits yang dicantumkannya terkait tema tersebut, yaitu:

حَدَّثَنَا عِمْرَانُ بْنُ مَيْسَرَةَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ عَنْ أَبِي التَّيَّاحِ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا

Telah menceritakan kepada kami [‘Imran bin Maisarah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdul Warits] dari [Abu At Tayyah] dari [Anas bin Malik] berkata, telah bersabda Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam: “Sesungguhnya diantara (permulaan) tanda-tanda kiamat adalah diangkatnya ilmu dan merebaknya kebodohan dan diminumnya khamer serta praktek perzinahan secara terang-terangan.”

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ شُعْبَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ لَأُحَدِّثَنَّكُمْ حَدِيثًا لَا يُحَدِّثُكُمْ أَحَدٌ بَعْدِي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يَقِلَّ الْعِلْمُ وَيَظْهَرَ الْجَهْلُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا وَتَكْثُرَ النِّسَاءُ وَيَقِلَّ الرِّجَالُ حَتَّى يَكُونَ لِخَمْسِينَ امْرَأَةً الْقَيِّمُ الْوَاحِدُ

BACA JUGA  Dekranasda Kota Sibolga, Sumatera Utara Kunjungi Kabupaten Solok

Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya dari Syu’bah dari Qotadah dari Anas bin Malik berkata:
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya diantara tanda-tanda kiamat adalah sedikitnya ilmu dan merebaknya kebodohan, perzinahan secara terang-terangan, jumlah perempuan yang lebih banyak dan sedikitnya laki-laki, sampai-sampai (perbandingannya) lima puluh perempuan sama dengan hanya satu orang laki-laki.”

Ustadz Nashruddin Syarief dalam Majalah Risalah No.7 Th.49 Oktober 2011 menjelaskan bahwa Nabi Saw menyatakan tentang diantara tanda-tanda permulaan kiamat adalah dicabutnya ilmu dan meratanya kebodohan. Ilmu dicabut dengan diwafatkannya para ulama dan kebodohan merata dengan bertambahnya para tokoh agama yang bodoh terhadap ilmu agama. Sebagaimana yang dinyatakan Rasulullah Saw dalam haditsnya:

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻻ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﺍﻟﻌِﻠْﻢَ ﺍﻧْﺘِﺰَﺍﻋَﺎً ﻳَﻨْﺘَﺰِﻋُﻪُ ﻣﻦ ﺍﻟﻌِﺒﺎﺩِ ﻭﻟَﻜِﻦْ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﺍﻟﻌِﻠْﻢَ ﺑِﻘَﺒْﺾِ ﺍﻟﻌُﻠَﻤَﺎﺀِ ﺣﺘَّﻰ ﺇﺫﺍ ﻟَﻢْ ﻳُﺒْﻖِ ﻋَﺎﻟِﻢٌ ﺍﺗَّﺨَﺬَ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺭﺅﺳَﺎً ﺟُﻬَّﺎﻻً ، ﻓَﺴُﺌِﻠﻮﺍ ﻓَﺄَﻓْﺘَﻮْﺍ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﻋِﻠْﻢٍ ﻓَﻀَﻠُّﻮﺍ ﻭَﺃَﺿَﻠُّﻮﺍ

“Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak mengangkat ilmu dengan sekali cabutan dari para hamba-Nya, akan tetapi Allah mengangkat ilmu dengan mewafatkan para ulama. Ketika tidak tersisa lagi seorang ulama pun, manusia merujuk kepada orang-orang bodoh. Mereka bertanya, maka mereka (orang-orang bodoh) itu berfatwa tanpa ilmu. mereka sesat dan menyesatkan.“

An-Nawawi rahimahullah menjelaskan:”Hadits ini menjelaskan bahwa maksud diangkatnya ilmu yaitu sebagaimana pada hadits-hadits sebelumnya secara mutlak. Bukanlah menghapuskannya dari dada para penghafalnya, akan tetapi maknanya adalah wafatnya para pemilik ilmu tersebut. Manusia kemudian menjadikan orang-orang bodoh untuk memutuskan hukum sesuatu dengan kebodohan mereka. Akhirnya mereka pun sesat dan menyesatkan orang lain”.

Para ulama pasti akan Allah wafatkan karena setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Hendaknya kita terus semangat mempelajari ilmu dan mengamalkannya.

BACA JUGA  Mengenal Al-Laits bin Sa’ad, Ulama Mesir yang Dermawan

Sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu berkata, “Wajib atas kalian untuk menuntut ilmu, sebelum ilmu tersebut diangkat/dihilangkan. Hilangnya ilmu adalah dengan wafatnya para periwayatnya/ulama. Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh orang-orang yang terbunuh di jalan Allah sebagai syuhada, mereka sangat menginginkan agar Allah membangkitkan mereka dengan kedudukan seperti kedudukannya para ulama, karena mereka melihat begitu besarnya kemuliaan para ulama. Sungguh tidak ada seorang pun yang dilahirkan dalam keadaan sudah berilmu. Ilmu itu tidak lain didapat dengan cara belajar .”

Untuk itu, kita mesti semakin semangat menuntut ilmu, menyebarkan dan mengamalkannya, karena hilangnya ilmu agama (ilmu yang mencakup dasar-dasar akidah, ibadah dan akhlak), itu merupakan tanda-tanda akhir zaman dan dekatnya zaman fitnah. ***

Baca Juga :

Facebook Comments

loading...