40 Guru Agama di Pasaman Ikuti PPKB oleh Kemenag

40 Guru Agama di Pasaman Ikuti PPKB oleh Kemenag
Pasaman, SuhaNews. Kemenag Provinsi Sumatera Barat membentang program sosialisasi Pembinaan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) serta Pengawas PAI di Pasaman Kamis (19/8).

Kegiatan yang difasilitasi Kantor Kemenag Kabupaten Pasaman itu diikuti oleh sebanyak 40 guru PAI tingkat SD, SMP dan SMA Kabupaten Pasaman ditambah sejumlah pengawas PAI Kankemenag Pasaman berlangsung sehari di aula kantor setempat.

Membuka resmi sosialisasi, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Asrul menyampaikan rasa syukur terselenggaranya kegiatan yang bermuatan manfaat terutama bagi para tenaga pendidik agama Islam ranah Pasaman.

Sembari menyampaikan pesan Kepala kantor Gusman Piliang, Kasub Bagian TU itu mengungkapkan bahwa dari segi kuantitas, dari sebanyak 454 guru PAI di Pasaman, lebih banyak yang masih berstatus Non PNS alias honorer yakni 255 orang, sedangkan yang PNS berjumlah 189 guru. Dan yang di berstatus ASN Kemenag hanya sebelas orang selainnya adalah guru lingkungan Dinas Pendidikan Pasaman.

“Itu berdasarkan data dari aplikasi SIAGA, sebanyak 454 guru PAI yang telah terinput”, tuang Asrul yang dibenarkan Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Sulpan Amri.

Lanjut Asrul, meskipun masih berstatus Non PNS kualitas mereka tidak bisa dipandang enteng, tenaga pendidik tersebut dapat diandalkan dan memiliki SDM yang mumpuni memberikan pendidikan bermutu kepada peserta didik di ranah Pasaman ini.

Lanjut Asrul, meminta agar peserta kegiatan sosialisasi PPKB mengikuti dengan serius dan melakukan diskusi dalam rangka meningkatkan kualitas keilmuan.

Kepala Seksi PAI dan Pendidikan Usia Dini, TK dan Pendidikan Dasar Bidang PAKIS Kanwil Kemenag Provinsi Sumbar Syahrizal menjelaskan bahwa sebagai guru Profesional dituntut memiliki kompetensi berupa kompetensi paedagogik, sosial, kepribadian dan profesional sesuai yang tertuang dalam Permendiknas nomor 16 Tahun 200.

BACA JUGA  Semangat Baru SMPN 5 Lembang Jaya

Sementara, bagi guru Agama Islam harus memiliki enam kompetensi yakni kompetensi paedagogik, sosial, kepribadian, profesional, spiritual dan kepemimpinan. Ini merujuk kepada KMA RI No. 211 Tahun 2011.

Diterangkan olehnya pentingnya PPKB ini, merujuk kondisi real saat ini dimana mutu pembelajaran PAI yang masih rendah, pemahaman tentang pembelajaran abad 21 yang belum maksimal, pemahaman tentang konsep dan tata kelola pengembangan keprofesian berkelanjutan yang sistematis dan terukur bagi guru PAI dari pusat sampai daerah yang belum sama dan pemetaan kompetensi guru PAI secara nasional belum berdasar data real di lapangan, dianggap penting kompetensi dan Kinerja Guru PAI ditingkatan dan kembangkan secara terukur, sistematis dan berkelanjutan melalui pelatihan dengan profil yang jelas dan pelatihan yang tepat.

Menurut Syahrizal program PPKB ini memberikan pelatihan kepada guru PAI dalam rangka mengembangkan kompetensi guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, bertahap dan berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitasnya.

Apalagi program ini unggulan Direktorat Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama RI tahun 2018 dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap profesional guru dalam mengemban tugas sebagai pendidik.

Diharapkan Syahrizal, melalui Program PPKB juga bisa dilakukan Penilaian Kinerja Guru (PKG) yang bertujuan untuk mengetahui sejauhmana kinerja seorang guru sehingga mendapatkan pemetaan kompetensi guru dan terdeteksi titik kelemahan dan kelebihan kompetensi seorang guru agama Islam. Yusuf | Moentjak

Berita Terkait :

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaBertemu Kepala Madrasah se Kab.Solok, DR.Helmi Ajak Tunjukan Prestasi
Artikel berikutnyaGubernur Upayakan Perbaikan Jalan Terban Melalui Anggaran BSW