Ziarah di Madinah, Jemaah Haji Solok Napak Tilas Perjuangan Rasulullah

SuhaNews – Pulang solat Subuh di Masjid Nabawi, Minggu (29/6) jemaah haji Kabupaten Solok yang tergabung dalam kloter PDG 13  bersama jemaah dari Kabupaten Pasaman, Kota Sawahlunto dan kota Padang berkumpul di loby hotel dan bersiap melakukan perjalanan ziarah.

Sebagaimana disampaikan oleh Ketua Kloter 13 PDG Muhsinin, ziarah kali ini menuju Kebun Kurma, Masjid Quba, Jabal Uhud, Masjid Dua Kiblat (Qiblatain) dan Masjid Khandaq. Untuk dua destinasi terakhir hanya lewat karena terbatasnya waktu jemaah yang harus sampai kembali di hotel sebelum masuk aktu Zuhur untuk melanjutkan Arabain di Masjid Nabawi.

03001 haji 2025 haji ziarah b
Jemaah Haji dari Kabupaten Solok saat melakukan ziarah di Madinah

Meski ada beberapa jemaah Lansia dan Resti yang tidak ikut ziarah karena kondisi kesehatan, rombongan yang berangkat dengan bus berkapasitas 50 orang bergerak sejak usai Subuh dengan tujuan pertama Kebun Kurma.

Di kebun kurma, jemaah melihat langsung deretan pohon kurma yang berbaris rapi serta perawatan dan proses packing buah kurma. Selain bisa membeli kurma untuk dibawa sebagai oleh-oleh saat kembali ke tanah air, jemaah juga berkesempatan membeli dan menikmati langsung buah kurma segar yang baru dipanen maupun kurma muda yang katanya juga berkhasiat untuk obat.

Tak lama di kebun kurma, jemaah kambeli diminta naik bus dan melanjutkan perjalan menuju masjid Quba yang terletak sekitar empat kilometer dari Masjid Nabawi, Madinah. Masjid ini dipercaya sebagai masjid pertama yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW. Di masjid ini juga pertama kalinya dilaksanakan salat berjamaah secara terang-terangan.

 

Dikutip dari situs Kemenag R.I, ketika pertama kali dibangun, masjid ini terletak sekitar enam kilometer di pinggiran selatan Yatsrib (nama Madinah saat itu), di desa Quba. Saat itu, Madinah belum diperluas hingga mencakup desa ini.

03001 haji 2025 haji ziarah d masjid quba
Masjid Quba

Pada dasarnya, Quba adalah sumur di perkampungan yang dihuni penduduk dari Bani Amr bin Auf, milik Abu Ayyub Al-Ansari. Unta betina Nabi pertama kali berlutut di sana untuk meminum air setelah perjalanan hijrah dari Makkah menuju Madinah.

Nabi sendiri yang meletakkan beberapa batu bata tersebut, dan para sahabatnya bergabung dengannya. Masjid Quba dibangun dengan batu bata mentah dan atap dari daun kurma. Mereka bekerja keras, membawa batu-batu, dan pasir untuk pembangunan, dan Nabi sendiri yang menanggung beban di punggungnya.

Saat ini, Masjid Quba adalah masjid terbesar kedua di Madinah. Kajian sejarah Islam tentang Masjid Quba menunjukkan pentingnya masjid ini.

Masjid Quba juga disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai masjid yang dibangun atas dasar takwa dan orang-orang yang berada di dalamnya adalah orang-orang yang selalu membersihkan diri, sebagaimana dalam Surat At-Taubah ayat 107 sampai 110.

03001 haji 2025 haji ziarah k

Usai solat sunat dua rakaat di Masjid Quba ini, jemaah kloter 13 PDG kembali melanjutkan perjalanan, tujuan berikutnya adalah Jabal Uhud tempat bersejarah dalam perjuangan Nabi Muhammad SAW yang juga merenggut nyawa 70 sahabat dan pengikut beliau yang dimakamkan disini bersama paman beliau.

BACA JUGA  Piala AFF U-19 2024: Malaysia Cukur Habis Brunei Darussalam 11-0

Uniknya, dikawasan ini ada pengumuman dan petunjuk untuk peziarah dalam bahasa Indonesia sehingga memudahkan bagi jemaah haji dan umrah asal Indonesia yang dalam kunjungan ke Madinah menjadikan Jabal Uhud sebagai tujuan utama selain masjid Quba.

Berjarak lebih kurang 6 km dari Masjid Nabawi, Gunung dengan tinggi 1.050 meter dengan panjang 7 km dan terdiri dari batu-batuan seperti granit, marmer merah dan batu-batu mulia memiliki nilai sejarah penting, karena Nabi Musa dan Nabi Harun pernah naik di gunung ini untuk melihat daerah yang akan menjadi tempat tingal Nabi Muhammad SAW, Nabi akhir zaman.

Ziarah kesini, maksudnya untuk mengenang bagaimana berat dan riskan tugas Nabi Muhammad dan para sahabatnya dalam mempertahankan Islam, sehingga kalau mereka habis pada saat perang Uhud, mungkin jadi semua manusia tanpa kendali dan hukum rimbalah yang jadi pedoman. Perang Uhud merupakan peristiwa penting bagi umat manusia karena orang- orang kafir Quraisy di Makkah menyerbu kota Madinah sebagai tempat berkumpulnya Nabi Muhammad dan para sahabatnya. Selesainya perang Uhud menyebabkan 70 sahabat Nabi Muhammad dan 30 orang kafir Quraisy terbunuh.

03001 haji 2025 haji ziarah g jabal uhud a

Di tengah-tengah lokasi Jabal Uhud terdapat dua makam pahlawan Uhud berbatu hitam yakni makam Sayyidina Hamzah dan Abdullah bin Jahsy, sementara 68 pahlawan lainnya berada dalam lokasi berpagar tembok tanpa ada tanda-tanda khusus. Nabi Harun sendiri sebagai sahabat Nabi Muhammad yang sedang sakit, kemudian meninggal dunia dan dimakamkan di salah satu tebing yang dikenal dengan tebing Nabi Harun yaitu diantara tebing-tebing bagian tengah Jabal Uhud

Dari Jabal Uhud rombongn kembali ke hotel di Madinah, namun dalam perjalanan melewati Qibltain dan Masjid Khandaq. Keduanya tidak disinggahi karena terbatasnya waktu, agar jemaah tidak kehilangan kesempatan menyelesaikan Arbain.

03001 haji 2025 haji ziarah c
Tidak singgah di Qiblatain, jemaah menerima penjelasan dari petugas di dalam bus tentang sejarah masjid dua kiblat dan khandaq

Masjid Qiblatain, salah satu tempat ziarah di Madinah yang dikenal dengan dua arah kiblat. Masjid yang dulu bernama Masjid Bani Salamah itu menjadi saksi perpindahan arah kiblat kaum Muslim. ziarah ziarah ziarah ziarah ziarah ziarah ziarah ziarah ziarah

Masjid Qiblatain terletak di Quba, tepatnya di atas sebuah bukit kecil di sebelah utara Harrah Wabrah, Madinah. Masjid Qiblatain mula-mula dikenal dengan nama masjid Bani Salamah, karena masjid ini dibangun di atas bekas rumah Bani Salamah. Masjid ini terletak sekitar 7 kilometer dari Masjib Nabawi di Madinah.

masjid Qiblatain ini, diawali dengan kedatangan Nabi Muhammad SAW beserta beberapa sahabat ke Salamah untuk menenangkan Ummu Bishr binti al-Bara yang ditinggal mati keluarganya.

BACA JUGA  Ziarah di Madinah, Jemaah Kloter 9 PDG Kunjungi Masjid Quba dan Jabal Uhud

Ketika itu bulan Rajab tahun 2 Hijriyah, Rasulullah shalat Zhuhur di Masjid Bani Salamah. Ia mengimami para jamaah. Dua rakaat pertama shalat Zhuhur masih menghadap Baitul Maqdis (Palestina), sampai akhirnya malaikat Jibril menyampaikan wahyu pemindahan arah kiblat. Wahyu datang ketika lelaki dijuluki Al-Amin ini baru saja menyelesaikan rakaat kedua.

03001 haji 2025 haji ziarah e masjid qiblatain

Dalam Alquran Allah berfirman, “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi al-Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Allah dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.” (Al-Baqarah: 144).

Begitu menerima wahyu ini, Rasul langsung berpindah 180 derajat, diikuti oleh semua jamaah melanjutkan shalat Zhuhur menghadap Masjidil Haram. Yang tadinya menghadap Baitul Maqdis dengan tetap melanjutkan rakaat ke dua bersama makmum (pengikut shalat), sejak saat itu, kiblat umat Islam berpindah dari Baitul Maqdis, Palestina (menghadap ke utara dari Madinah), menuju Masjidil Haram (menghadap arah selatan dari Madinah). Masjid Bani Salamah ini pun dikenal sebagai Masjid Qiblatain atau Masjid Dua Kiblat.­­­

Kini bangunan Masjid Qiblatain memang memiliki dua arah mihrab yang menonjol (arah Makkah dan Palestina) yang umumnya digunakan oleh Imam shalat. Setelah direnovasi oleh pemerintah Arab Saudi, dengan hanya memfokuskan satu mihrab yang menghadap Ka’bah di Makkah dan meminimalisir mihrab yang menghadap ke Yerusalem, Palestina.

Ruang mihrab mengadopsi geometri ortogonal kaku dan simetri yang ditekankan dengan menggunakan menara kembar dan kubah kembar. Kubah utama yang menunjukkan arah Kiblat yang benar dan kubah kedua adalah palsu dan dijadikan sebagai pengingat sejarah saja. Ada garis silang kecil yang menunjukkan transisi perpindahan arah. Di bawahnya terdapat replika mihrab tua yang menyerupai ruang bawah kubah batu di Yerusalem, bernuansa tradisional..

Setelah melwati Masjid Qiblatain, rombongan juga melewati Masjid Khandak yang juga disebut dengan masjid Parit yang menjadi landmarknya kota Madinah.

03001 haji 2025 haji ziarah j
Petunjuk utk peziarah di Jabal Uhud dalam bahasa Indonesia untuk memudahkan jemaah.

Tujuh Masjid adalah kompleks masjid (masjid) kecil bersejarah yang menandai lokasi Perang Khandaq (Pertempuran Parit). SItus ini terletak di tepi barat Gunung Sila’,

Terlihat jajaran pegunungan Sila’ yang menjulang kokoh tepat di belakang Masjid Tujuh, juga tampak pos-pos pengintaian yang masih ada di puncaknya. Sedangkan parit yang dibangun Rasulullah telah berubah menjadi jalan.

Parit yang dibangun pasukan muslim sejauh tiga kilometer dan sedalam tiga meter lebih, serta lebar 4,6 meter. Hal itu menjadikan pasukan kuda musuh tidak bisa melompatinya. Parit ini dipersiapan dalam kurun waktu satu bulan. Tim penggali harus mengeruk batu cadas keras. Setiap 10 orang harus menyelesaikan galian sepanjang 40 meter. Jadi kecepatan menggalinya satu meter lebih sedikit setiap hari.

BACA JUGA  Ziarah ke Khandaq, JCH Kab. Solok Saksikan Sisa Perjuangan Rasulullah dan Sahabat

Keberanian para sahabat, masing-masing dikenang dengan pendirian masjid. Masjid-masjid itu untuk memberikan penghormatan kepada mereka yang dengan gagah berani berjuang dalam Pertempuran Khandaq yang berlangsung pada 5 H. Masjid ini juga dikenal sebagai al-Masjid al-Sab, yang berarti “tujuh” dalam bahasa Arab, meski saat ini tampak hanya terdapat enam masjid.

“Tujuh masjid ini simbol kemenangan umat Islam menghadapi para kafir Qurays yang datang untuk menghancurkan umat Islam,” kata Aswadi Syuhadak, guru besar Universitas Islam Sunan Ampel, Surabaya yang menemani Tim Media Center Haji (MCH) menelusuri sejarah Masjid Parit di Madinah beberapa waktu lalu.

Terhadap masjid Salman Al Farisi, Aswadi memiliki kesan tersendiri. “Agar umat Islam memiliki memori yang kuat bahwa betapapun sedikit (3.000 banding 10.000), pasukan muslim bisa mengalahkan kekuatan yang besar atas izin Allah SWT,” katanya.

Meski awalnya terdapat tujuh masjid di kompleks ini, kini jumlah masjid sebenarnya menjadi enam. Meskipun demikian, kompleks bersejarah kecil ini masih disebut sebagai tujuh masjid. Al-Masjid al-Sab terletak di wilayah barat Gunung Sila’ di Madinah, Arab Saudi.

03001 haji 2025 haji ziarah f

Ini adalah tempat yang populer untuk Ziarah dan dikunjungi oleh jutaan umat Islam setiap tahunnya. Jika kita gerakkan dari selatan ke utara, penempatan masjid-masjid tersebut adalah Jami’ al-Khondaq, Masjid Fatima (Saadz bin Muadz), Masjid Ali, Masjid Umar, Masjid Abu Bakar, Masjid Salman Farisi, dan Masjid al Fat’h. Sulman | Fendi

Berita terkait :

Facebook Comments

Google News