Ziarah ke Khandaq, JCH Kab. Solok Saksikan Sisa Perjuangan Rasulullah dan Sahabat

Ziarah ke Khandaq, JCH Kab. Solok Saksikan Sisa Perjuangan Rasulullah dan Sahabat
Madinah, SuhaNews – Melanjutkan tulisan sebelumnya, tentang kegiatan ziarah para jamaah calon haji (JCH) Kabupaten Solok bersama Kloter IV Embarkasi Padang di Madinah. Dari Qiblatain, jamaah dibawa berkunjung ke Khandaq, salah satu situs sejarah peninggalan Rasulullah.

Khandaq dalam bahasa Arab artinya Parit, sejarah peranh Khandaq merupakan kisah perjuangan Nabi Muhammad dalam menegakan dan membela agama Allah.

Lokasi bekas pertempuran di perang Khandaq ini berada di selatan kota Madinah yang sekarang jadi masjid dan benteng yang menjadi objek ziarah jamaah haji maupun jamaah umrah yang berkunjung ke Madinah.

Dalam sejarahnya, parit ini dibangun Rasulullah bersama sahabat dan pengikutnya sebelum perang Khandaq yang terjadi pada bulan Syawal tahun kelima Hijriah. Ide pembangunan parit ini datang dari Salman Al Farisi, sahabat Rasulullah yang beradal dari Persie.

Dimasa itu, setiap 10 orang kaum muslim diberi tanggung jawab untuk menyelesaikan galian parit sepanjang 40 meter dengan lebar sekitar 4,5 meter dan kedalaman lebih dari 3 meter. Untuk menyelesaikan parit sepanjang 5.5 km ini dibutuhkan waktu sekitar 10 hari.

Dalam perang khandaq ini terjadi pertempuran satu lawan satu, dikisahkan Ali bin Abi Thalib berhasil mengalahkan Amr bin Abdu Wudd hingga Amr tewas. Sedangkan dipihak muslim enam sahabat gugur sebagai syuhada dan kaum Qurays juga kehilangan nyawa 12 orang pasukannya.

Ziarah ke Khandaq, JCH Kab. Solok Saksikan Sisa Perjuangan Rasulullah dan Sahabat 1

Seiring berjalannya waktu, parit yang dibangun sebagai salah satu pertahanan kaum muslim telah hilang. Namun benteng yang berada diatas bukit Sila masih bisa disaksikan hingga saat ini.

Dilokasi ini dibangun 7 masjid sebagai penghormatan pada Syuhada perang Khandaq. Ketujuh masjid tersebut adalah Masjid Salman, Masjid Abu Bakar, Masjid Umar, Masjid Utsman, Masjid Ali, Masjid Fatimah, dan Masjid Fatah. Namun kini yang tinggal hanya lima masjid.

BACA JUGA  Menjelang Subuh, Banjir Bandang Terjang Malalo

Usai berziarah ke Khandaq, iring-iringan bus jamaah yang berjumlah 8 unit kembali ke Masjid Nabawi untuk bersiap melaksanakan salat Zuhur. Usai salat kembali ke hotel untuk beristirahat sembari menunggu masuknya waktu ashar. Tita

Berita Terkait :

 

 

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprakTim Provinsi Nilai Inovasi TTG Posyantek Reflesia Jaya Bersama Koto Rantang
Artikulli tjetërBriket Tempurung Kelapa, Solusi Bahan Bakar Ramah Lingkungan dari Universitas Pertamina