Siap Subuh JCH Kab. Solok Kunjungi Masjid Quba dan 4 Lokasi Lainnya

Siap Subuh JCH Kab. Solok Kunjungi Masjid Quba dan 4 Lokasi Lainnya
Madinah, SuhaNews – Siap solat Subuh di Masjid Nabawi di hari kedua berada di kota Madinah, jamaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Solok dan jamaah yang tergabung dalam Kloter IV Embarkasi Padang berkunjung Masjid Quba.

Selain ke Masjid Quba, JCH juga berkunjung ke Syuhada Uhud, Masjid Qiblatain, Al Khandaq dan Kebun Kurma, yang diikuti penuh semangat oleh para jamaah yang berangkat menggunakan bus.

Di Masjid Quba’ jamaah menikmati suasana kota Madinah sembari menyaksikan masjid yang dalam sejarahnya adalah masjid yang pertama dibangun oleh Nabi Muhammad SAW saat baru hijrah ke kota Madinah.

Kebesaran Masjid Quba ini juga disebutkan dalam Al Qur’an surat At Taubah ayat 108 yang artinya, Janganlah engkau melaksanakan salat dalam masjid itu selama-lamanya. Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa, sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan salat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih

Tour Guide yang mendampingi perjalanan ini menceritakan sejarah masjid yang dibangun awalnya di kebun Kurma pada 8 Rabiul Awwal atau 23 September 622 Masehi. Seiring waktu berjalan telah mengalami renovasi dan perluasan hingga sekarang luasnya 5.860 meter persegi dan dapat menampung 20.00 jamaah.

Siap Subuh JCH Kab. Solok Kunjungi Masjid Quba dan 4 Lokasi Lainnya 1
Lima JCH Kab. Solok berfoto di depan Masjid Quba

Sejarah pun mencatat, jika di awal pembangunannya Nabi Muhammad SAW terlibat langsung, hingga tubuh beliau dipenuhi debu dan pasir saat mengangkut bahan bangunan keperluan masjid.

Di Syuhada Uhud, jamaah menyaksikan 70 makam tanpa nama yang merupakan tempat istirahat para pejuang Islam yang gugur dalam membela agama Allah. Perang ini sendiri terjadi pada pertengahan Syawal pada tahun ke 3 Hijriah.

Dari balik pagar besi dan kaca transparan jamaah menyaksikan bagaimana sederhanya makam seorang pahlawan agama, tanpa nisan mewah maupun tembok yang megah. Yang tampak dari balik kaca tempat jamaah berdiri hanya hamparan pasir serta du buah nisan di tengahnya.

BACA JUGA  Jamaah Umrah Cordoba, Nikmati Subuh dan Tadarus di Masjid Nabawi

Tourguide menjelaskan, pemerintah memagar makam ini agar peziarah tidak melakukan hal berlebihan bahkan menjurus syirik seperti mengambil tanah makam dan tindakan lainnya yang tidak diajarkan agama.

Dalam perjalanan ziarah ini, jamaah juga ditunjukan Masjid Qiblatain, atau yang juga dikenal dengan masjid dua arah kiblat.

Masjid ini berada sebuah bukit kecil di sebelah utara Harrah Wabrah kota Madinah atau berjarak lebih kurang 7 km dari masjid Nabawi. Di awal berdirinya masjid ini bernama masjid Bani Salamah, karena awalnya merupakan rumah bani Salamah.

Dikutip dari situs Kementerian Agama, asal usul masjid Qiblatain ini,  diawali dengan kedatangan Nabi Muhammad SAW beserta beberapa sahabat ke Salamah untuk menenangkan Ummu Bishr binti al-Bara yang ditinggal mati keluarganya.

Ketika itu bulan Rajab tahun 2 Hijriyah, Rasulullah shalat Zhuhur di Masjid Bani Salamah. Ia mengimami para jamaah. Dua rakaat pertama shalat Zhuhur masih menghadap Baitul Maqdis (Palestina), sampai akhirnya malaikat Jibril menyampaikan wahyu pemindahan arah kiblat. Wahyu datang ketika lelaki dijuluki Al-Amin ini baru saja menyelesaikan rakaat kedua.

Dalam Alquran Allah berfirman, “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi al-Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Allah dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.” (Al-Baqarah: 144).

Begitu menerima wahyu ini, Rasul langsung berpindah 180 derajat, diikuti oleh semua jamaah melanjutkan shalat Zhuhur menghadap Masjidil Haram.  Yang tadinya menghadap Baitul Maqdis dengan tetap melanjutkan rakaat ke dua bersama makmum (pengikut shalat), sejak saat itu, kiblat umat Islam berpindah dari Baitul Maqdis, Palestina (menghadap ke utara dari Madinah), menuju Masjidil Haram (menghadap arah selatan dari Madinah). Masjid Bani Salamah ini pun dikenal sebagai Masjid Qiblatain atau Masjid Dua Kiblat.­­­

BACA JUGA  Paragliding Trip Of Indonesia (TROI) Digelar di Taman Aero Sport Bukit Tambun Kabupaten Dharmasraya

Ibrahim Ahmad melanjutkan ceritanya, pada awalnya, kiblat shalat untuk semua nabi adalah Baitullah di Mekah yang dibangun pada masa Nabi Adam AS, seperti yang tercantum dalam Al Quran Surah Ali Imran ayat 96 : “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk tempat beribadah manusia ialah Baitullah di Mekah yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.”

Sedangkan Al Quds (yang kudus: Baitul Maqdis) ditetapkan sebagai kiblat untuk sebagian dari para nabi dari bangsa Israel. Al Quds berada disebelah Utara. Adapun Baitullah di Mekah disebelah Selatan sehingga keduanya saling berhadapan.

Kini bangunan Masjid Qiblatain memang memiliki dua arah mihrab yang menonjol (arah Makkah dan Palestina) yang umumnya digunakan oleh Imam shalat. Setelah direnovasi oleh pemerintah Arab Saudi, dengan hanya memfokuskan satu mihrab yang menghadap Ka’bah di Makkah dan meminimalisir mihrab yang menghadap ke Yerusalem, Palestina.

Ruang mihrab mengadopsi geometri ortogonal kaku dan simetri yang ditekankan dengan menggunakan menara kembar dan kubah kembar. Kubah utama yang menunjukkan arah Kiblat yang benar dan kubah kedua adalah palsu dan dijadikan sebagai pengingat sejarah saja. Ada garis silang kecil yang menunjukkan transisi perpindahan arah. Di bawahnya terdapat replika mihrab tua yang menyerupai ruang bawah kubah batu di Yerusalem, bernuansa tradisional. Tita

Berita Terkait :

BACA JUGA  Rasa Tak Percaya, Jamaah Difabel Kloter 9 Batam Tiba di Tanah Suci

jch jch jch jch 

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprakWalikota Pariaman, Genius Umar Serahkan Bantuan Kepada Kelompok Tani
Artikulli tjetërTidak Terima Ditertibkan, PKL Nyalakan Api Didepan Lapaknya