Makkah, SuhaNews| Setelah menyelesaikan seluruh rukun Haji, jemaah memilki banyak waktu sembari menunggu jadwal pulang te Tanah Air bagi gelombang satu atau menuju Madinah bagi gelombang dua. Ada yang mengisinya dengan berziarah ke berbagai situs bersejarah peninggalan para Nabi, dan tak sedikit pula yang memilih melakukan Ba’dal Umrah yang diniatkan untuk orang tua sebagai bukti cinta dan bakti anak yang saleh.
Selain memba’dalkan orang tua, tak sedikit pula jemaah yang melakukan untuk pasangannya. Mereka memba’dalkan suami atau istri yang sudah wafat dengan melakukan seluruh rukun umrah sesuai syariat.
“Mumpung kita masih berada di tanah Haram, pergunakan kesempatan ini untuk memba’dalkan Umrah untuk orangtua yang sudah wafat, dan niatkan pahalanya untuk almarhum / almarhumah,” ajak H. Rifa’i, ketua rombongan 7 di kloter 9 PDG kepada jemaah setelah menyelesaikan seluruh rangkaian rukun haji.
H. Rifa’i yang pada tahun 2023 lalu juga dipercaya Pembimbing Ibadah salah satu Kloter dari Embarkasi Padang menerangkan, Badal umroh adalah kegiatan melaksanakan ibadah umroh yang dilakukan oleh seseorang atas nama orang lain. Biasanya, badal umroh dilakukan ketika seseorang tidak dapat melaksanakan ibadah umroh sendiri karena sakit, usia lanjut, atau kondisi tertentu yang membuatnya tidak memungkinkan untuk pergi ke Tanah Suci.
“Orang yang dibadalkan umrohnya disebut sebagai “mustahil”, sementara orang yang melaksanakan badal disebut sebagai “mubadil”. Hukum pelaksanaan badal umroh adalah mubah (diperbolehkan), terutama bagi mereka yang tidak mampu secara fisik atau telah meninggal dunia,” terang H. Rifa’i.
Badal umroh ini juga harus dilakukan oleh seseorang yang telah menyempurnakan umroh atau haji untuk dirinya sendiri sebelumnya. Dalam hal ini, Islam sangat memperhatikan agar hak ibadah orang yang tidak mampu tetap terpenuhi dan pahala dari ibadah tersebut tetap dapat diraih.
Adapun syarat ba’dal Umrah adalah, orang yang diba’dalkan tidak mampu berangkat sendiri, orang yang memba’dalkan harus sudah melaksanakan umrah untuk diri sendir, izin dari orang diba’dalkan atau ahli warisnya. Terakhir mampu melaksanakan rukun dan wajib Umrah dengan baik.
Sedangkan tatacaranya, dimulai dengan mandi sunah dan pakaian Ihram, kemudian mengucapkan niat dan menyebutkan nama orang yang dibadalkan agar niat ini benar-benar tersampaikan dan sesuai dengan ketentuan. Memulai Miqat dari tempat yang ditentukan sesuai syariat dan melaksanakan seluruh Umrah yang dimulai dari Tawaf (Mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran dengan berlawanan arah jarum jam).
Kemudian, Sai yaitu berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Setelahnya Tahalul yakni nencukur sebagian atau seluruh rambut setelah selesai sa’i sebagai tanda berakhirnya ihram. Semua dilakukan dengan tertib.
Selama melakukan ba’dal Umrah, larangan dalam keadaan ihram juga berlaku. Orang yang membadalkan harus menghindari segala bentuk larangan ihram seperti memakai wangi-wangian, berburu, memotong kuku, serta hal-hal lainnya yang dilarang selama ihram. Pelaksanaan ini sama seperti pelaksanaan umroh pada umumnya dan harus dilakukan dengan penuh ketelitian.
Kamis (4/6) beberapa jemaah haji dari Kabupaten Solok melaksanakan Ba’dal Umrah, selain meniatkan untuk orangtua ada juga yang meniatkan untuk pasangannya.
Berangkat dari Hidayah Tower di wilayah Aziziyah pukul 06.20 setelah sarapan, rombongan yang akan melaksanakan Ba’dal Umrah ini menuju masjid Aisyah (Tanim) untuk mi’qat, selesai miqat dan meniatkan ba’dal melanjutkan perjalanan menuju Masjidil Haram dan Memulai Tawaf pukul 08.00 Waktu Arab Saudi.

Pagi itu jemaah tidak terlalu padat meski tetap ramai, rombongan bisa melakukan tawaf di lantai dasar Masjidil Haram dan berhadapan langsung dengan Ka’bah. Selesai mengitari Ka’bah tujuh putaran dilanjutkan dengan Sa’i hingga tahalul. Alhamdulillahj seluruh rukun Umrah selesai ditunaikan sekitar pukul 10.00 Waktu Arab Saudi dan kembali ke hotel untuk berisitirahat.
“Alhamdulillah tunai sudah ba’dal yang kami lakukan semoga Almarhum menerima pahala yang kami niatkan,” ujar Tirta, salah satu jemaah yang melaksanakan ba’dal umrah. Nova | Fendi
Berita terkait :
- Ketua Rombongan di Kloter 9 PDG, Pengabdian “Pak Guru” di Tanah Suci
- Kerjakan Tawaf Ifadah, Jemaah Solok Raya Selesai Tunaikan Rukun Haji
- Serba 5 Riyal di Pasar Pagi Dadakan Wilayah Aziziyah
- Jemaah Kloter 14 PDG Tuntaskan Armuzna, 55 Orang Pilih Nafar Tsani
- Bus Shalawat Belum Beroperasi, Jemaah Haji Solok Raya Tunda Tawaf Ifadah
- Bawa Sejuta Kenangan dari Mina, Jemaah Haji Dapatkan Banyak Pelajaran
- Tinggalkan Mina Sejak Pagi, Jemaah Solok Raya Melempar Jumrah di Jamarat
- Mabit di Muzdalifah, 100 Jemaah Kloter 9 PDG Murur dari Arafah
- Di Arafah, H. Rifa’i Ajak Jemaah Merenung “Siapa Diri Ini”
- Suhu Arafah Capai 48 Derajat, Jemaah Diimbau Tidak ke Jabal Rahmah
- Lafazkan Talbiyah, Jemaah Haji Solok Raya Sampai di Arafah
- Jelang ke Arafah, Menikmati Senja di Makkah dan Matahari Terbenam di Balik Zamzam Tower
- Seluruh Jemaah Haji Solok Raya / Kloter 9 PDG Diwajibkan Bayar Denda atau Dam



Facebook Comments