Makkah, SuhaNews | Masih dalam rangka mengisi waktu pasca ibadah haji dan menunggu jadwal kembali ke tanah air, jemaah haji Solok Raya yang tergabung dalm kloter 9 PDG berkunjung ke Thaif, Sabtu (6/6) lalu.
Hanya sebagian, karena perjalana ziarah dan wisata ini dilakukan secara mandiri. Namun demikian, Pembimbing Ibadah ustad H. Zul Afendi tetp memimpin kegiatan yang diikuti sekitar 40 kloter 9 PDG ini. Berkumpul di loby hotel Hidayah Tower, bus bergerak menuju Thaif pukul 07.05 Waktu Arab Saudi.

Dalam perjalanan, pembimbing ibadah ustad H. Zul Afendi mencetakan tentang sejarah dan perjuangan rasulullah di Thaif, menempuh perjalanan lebih kurang 90 km dari Makkah untuk mencari perlindungan setelah wafatnya Abu Thalib dan Khadijah. Perjalanan ini dilakukan Rasulullah bersama Zaid bin Haritsah pada tahun ke-10 kenabian.
Sesampainya di Thaif, Rasulullah menemui tiga tokoh dari bani Tsaqif yakni Abdu Yalil, Mas’ud, dan Habib. Mereka menolak ajaran Islam secara kasar, bahkan menghina dan mengusir beliau. Tak hanya itu, emuka Thaif memprovokasi penduduk dan anak-anak muda untuk melempari Rasulullah SAW dengan batu. Hal ini berlangsung hingga tubuh dan kaki beliau terluka dan berdarah.
Rasulullah beristirahat dan berlindung dari kejaran massa di sebuah kebun anggur milik Utbah dan Syaibah bin Rabi’ah. Di tempat inilah beliau memanjatkan doa masyhur yang berisi kepasrahan dan permohonan ampunan.

Dalam keadaan terluka dan sedih, Allah SWT mengutus Malaikat Jibril beserta malaikat penjaga gunung. Malaikat tersebut menawarkan untuk menimpakan dua gunung (al-Akhsyabain) di Thaif sebagai hukuman. Namun, Rasulullah SAW menolaknya dan berharap kelak akan lahir keturunan dari penduduk Thaif yang menyembah Allah.
Setelah menempuh perjalanan dua jam lebih dan sempat berhenti untuk membeli minuman, rombongan sampai di wilayah Thaif. Begitu sampai langsung menuju Masjid Abdyllah bin Abas dan melaksanakan solat Duha. Nama masjid ini diambil dari nama sahabat yang juga sepupu Rasulullah. Masjid ini dibangun pada tahun 592 Hijriah dan menjadi salah satu destinasi jemaah haji dan umrah saat berada di tanah suci.
Di dalam kompleks masjid terdapat makam Abdullah bin Abbas, seorang ulama besar dan ahli tafsir yang wafat di Thaif. Di dekatnya, terdapat pula makam Muhammad bin al-Hanafiyya (putra Ali bin Abi Thalib). Ibnu Abbasjuga dikenal memiliki ilmu yang luas, kawasan masjid ini juga dilengkapi dengan perpustakaan Islam yang menjadi rujukan para pencari ilmu dan peziarah
Destinasi pertama yang dikunjungi adalah penyulingan parfum. Disini jemaah mendengar dan diperlihatkan cara mengolah parfum dari tanaman hingga dapat digunakan.
Dari penyulingan parfum lanjut ke pasar buah. Di pasar buah, jemaah bisa memilih aneka buah segar. Bedanya dengan di Inonesia, membeli buah per kilo dan dapat dipilih. Di Thaif, penjual buah sudah mengemas dalam kotak dengan bonot tertentu, jadi pembeli tidak bisa melilih buah per biji. Meski udara lebih panas dibanding di Indonesia, buah yang jual tetap terlihat segar.
Setelah berkunjung ke pasar buah, rombongan menikmati makan siang dengan nasi kebuli khas Arab yang disajakan dalam nampan / baki atau di Minang biasa disebut dulang, yang satu porsinya untuk empat orang.
Agenda berikutnya adalah naik kereta gantung, karena sekrang masih suasana musim haji, peminat kereta gantung ini cukup banyak, sehingga harus mengantri hingga dua jam. Lamanya menunggu terbayar saat kereta mulai bergerak diatas perbukitan Thaif yang menyajikan pemandangan luar biasa.
Dataran tinggi dan dataran rendah khas jazirah Arab, jalan berbelok di pegunungan Alhada hingga lembah yang terlihat curam dari atas kereta, memberi pengalaman baru dalam kereta berkapasitas 6 – 8 orang ini.
Peternaka
n Onta juga menjadi salah satu destinasi yang dikunjungi dalam kesempatan ini. Selain melihat langusng perawatan Onta, pengujung juga diberi kesempatan untuk menunggangi hewan yang ada dalam sejarah para Nabi ini. Namun sebagian besar hanya berfoto dengan hewan yang memiliki punuk ini.
Perjalanan ke Thaif hari ini akan menjadi kenangan sebagai bagian dari pengalaman menjalankan ibadah haji di tanah suci, yang akan tersimpan akhir hayat sebegai bukti ibadah menyempurnakan rukun Islam. Semoga Allah seru kembali untuk datang ke jazirah ini bersama orang-rang tercinta. Nova | Fendi
berita terkait :
- Rukun Haji Telah Selesai, Ini Pilihan Wisata Ziarah di Makkah
- Nikmati Kota Makkah, Jemaah Haji Solok Naik Kereta Gantung Thaif
- Jadikan Masa Menunggu Jadwal Pulang ke Tanah Air untuk Training Diri Sebagai Pribadi Yang lebih Baik
- Ba’dal Umrah, Bakti dan Bukti Cinta Anak ke Orangtua di Tanah Suci
- Ketua Rombongan di Kloter 9 PDG, Pengabdian “Pak Guru” di Tanah Suci
- Kerjakan Tawaf Ifadah, Jemaah Solok Raya Selesai Tunaikan Rukun Haji
- Serba 5 Riyal di Pasar Pagi Dadakan Wilayah Aziziyah
- Jemaah Kloter 14 PDG Tuntaskan Armuzna, 55 Orang Pilih Nafar Tsani
- Bus Shalawat Belum Beroperasi, Jemaah Haji Solok Raya Tunda Tawaf Ifadah
- Bawa Sejuta Kenangan dari Mina, Jemaah Haji Dapatkan Banyak Pelajaran
- Tinggalkan Mina Sejak Pagi, Jemaah Solok Raya Melempar Jumrah di Jamarat
- Mabit di Muzdalifah, 100 Jemaah Kloter 9 PDG Murur dari Arafah
- Di Arafah, H. Rifa’i Ajak Jemaah Merenung “Siapa Diri Ini”



Facebook Comments