DEWA : HAN ke 42 Momentum Tingkatkan Perhatian dan Peduli pada Anak

Koto Baru, SuhaNews | Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Solok Dr. Dedi Wandra, MA yang akrab disapa DEWA mengajak untuk menjadikan momentum Hari Anak Nasional (HAN) ke 42 sebagai momentum meningkatkan perhatian dan kepedulian pada anak-anak disekitar kita dari berbagai ancaman saat ini, mulai dari perundungan, kekerasan hingga dampak negatif teknologi informasi.

“Ancaman pada rusaknya masa depan anak-anak kita semakin mengkhawatirkan, untuk itu marijadikan momentum Peringatan Hari Anak NAsional ke 42 ini, untuk saling mengingatkan, saling mengajak agar anak-anak disekitar kita tidak menjadi korban apalagi pelaku dari perundungan, kekerasan sampai dampak negatif dari pemakaian gadget dan teknologi yang bisa merusak mental dan masa depan mereka,” ajak Dedi Wandra.

Dedi Wandra menyebutkan, sebelumnya Kementerian Agama secara kontinu mengajak seluruh pihak terutama pelaku pendidikan untuk terus mengawasi dan mencegah perikalu negatif yang berpotensi terjadinya perundungan dan kekalan di lingkungan pendidikan.

Pada peringatan Hari Anak Nasional ke 42 23 Juli 2026 ini, Kantor Kemenag Kabupaten Solok juga menggelar upacara yang diikuti oleh seluruh ASN, dengan inspektur upacara Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Busfi Eriyon, M.A.

Sebagai Inspektur Upacara, Busfi Eriton membacakan Sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia Arifatul Choril Fauzi, yang mengangkat tema utama “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan.” Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan penegasan bahwa setiap anak adalah pribadi yang berharga, dihormati, dan didengar pendapatnya. Anak bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek pembangunan yang memiliki hak untuk berpartisipasi sesuai dengan usia dan tingkat kematangannya. Lindungi adalah kewajiban seluruh pihak untuk memastikan anak terbebas dari kekerasan, eksploitasi, penelantaran, diskriminasi, perkawinan anak, perundungan, baik di dunia nyata maupun ruang digital.

BACA JUGA  Peringatan BMKG, Waspadai Cuaca Ekstrem di Wilayah Sumbar

Tema hari anak diwujudkan melalui Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gernas #RANA) sebagai gerakan bersama yang mengintegrasikan upaya pencegahan kekerasan terhadap anak, pelindungan, pemenuhan hak anak, partisipasi anak, penguatan keluarga, penguatan peran masyarakat, keamanan ruang digital, serta respons cepat terhadap berbagai bentuk kekerasan terhadap anak.

Semangat tersebut kini terus dilanjutkan melalui kampanye BERLIAN (Bersama Lindungi Anak), sebuah gerakan kolaboratif yang mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan melindungi anak. BERLIAN bukan sekadar kampanye, tetapi gerakan bersama yang menghidupkan semangat gotong royong agar perlindungan anak menjadi budaya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. momen momen momen momen momen momen momen momen

Sejalan dengan pendekatan tersebut, Sayang Anak Sayang Indonesia, dipilih menjadi tagline pada Peringatan HAN ke-42 Tahun 2026. Tagline tersebut mengandung filosofi yang mendalam. Bukan sekadar pengingat, tetapi juga ajakan untuk mencintai, melindungi, dan memberikan masa depan cerah kepada anak-anak, yang nantinya akan membawa kemajuan bagi Indonesia. Untuk memperluas gaung kampanye, digunakan pula tagar #HariAnakNasional2026 dan #SayangAnakSayangindonesia agar pesan perlindungan anak semakin masif di ruang digital.

Peringatan HAN ke-42 Tahun 2026 juga memiliki beberapa nilai dasar yang dapat menjadi muatan tujuan pada tiap kegiatan yang dilaksanakan, yakni Berakhlak Mulia, Bahagia, Peduli, Berani, Cerdas, Solidaritas, Aman, dan Bertanggung Jawab. Nilai-nilai ini diharapkan mampu terinternalisasi sebagai fondasi anak-anak Indonesia dalam bertumbuh bermasyarakat.

Peringatan HAN ke-42 Tahun 2026 memegang lima prinsip, yakni (1) Ramah Anak, dengan menjamin keamanan dan menerapkan Child safeguarding disetiap kegiatan; (2) Desentralisasi, memberi keleluasaan daerah berkreasi; (3) Apresiatid, terhadap prestasi anak dan kiprah para pendidik dan pemerhati anak; (4) partisipatif dan kolaboratif, melibatkan anak sejak perencanaan hingga evaluasi; dan (5) berdampak, memastikan setiap kegiatan memberi manfaat nyata bagi tumbuh kembang anak.

BACA JUGA  Dibuka Kakanwil, Padang Panjang Tuan Rumah Rakor Kakan Kemenag

02306 dedi wandra hari anak b

Diakhir sambutanya, Menteri PPA mengajak seluruh kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi masyarakat, media, lembaga pendidikan, komunitas, keluarga, serta seluruh anak Indonesia untuk menjadi bagian dari Gerakan BERLIAN (Bersama Lindungi Anak). Mari kita pastikan semangat ini bergema dari kota hingga pelosok desa, dari ruang kelas hingga ruang digital, sehingga setiap anak Indonesia dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, bahagia, dihormati, didengar suaranya, serta terpenuhi hak-haknya.

Karena ketika seluruh bangsa bersatu melindungi anak, sesungguhnya kita sedang membangun fondasi Indonesia Emas 2045. Anak-anak yang terlindungi hari ini akan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju, adil, dan sejahtera. Fendi

Berita terkait :

Facebook Comments

Google News