Gugatan Hendri-Indra Ditolak MK, KPU Sijunjung Tetapkan Hasil Pilkada 19 Februari 2021

Gugatan Hendri-Indra Ditolak MK, KPU Sijunjung Tetapkan Hasil Pilkada 19 Februari 2021
SuhaNews. Gugatan Hendri Susanto-Indra Gunalan paslon Pilkada Sijunjung nomor urut 5 ditolak Mahkamah Konstitusi (MK). Dengan demikian KPU Sijunjung akan menetapkan pasangan terpilih pada 19 Februari 2021.

Dilansir oleh Langgam.id, putusan dibacakan dalam sidang pengucapan putusan dan ketetapan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) gugatan Pilkada Kabupaten Sijunjung, nomor perkara 65/PHP.BUP-XIX/2021 di Gedung MK Jakarta, Senin (15/2/2021).

Komisioner KPU Sijunjung Gunawan mengatakan, pihaknya saat ini tinggal menunggu surat putusan MK secara resmi. Surat tersebut nantinya dikirim ke KPU RI dan diteruskan ke KPU Sijunjung.

“Biasanya itu tidak lama, mungkin nanti malam atau besok pagi, kalau sudah paling lama kita bisa menetapkan pasangan calon terpilih 5 hari sesudah putusan MK,” ujarnya saat dihubungi, Senin (15/2).

Sambil menunggu salinan keputusan MK ini, KPU Sijunjung juga melakukan sejumlah persiapan sebelum dilaksanakan rapat pleno. Seperti mengkoordinasikan dengan sejumlah pihak terkait.

“Kita menyiapkan dengan koordinasi dengan pihak lain, apalagi penetapan pasca putusan MK, kita harus koordinasikan termasuk soal keamanan,” ulasnya.

Gunawan menerangkan, rencanya rapat pleno penetapan paslon terpilih dilaksanakan pada Jumat (19/2/2021). Persiapan untuk melaksanakan rapat pleno telah dilakukan oleh KPU Sijunjung.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, KPU Kabupaten Sijunjung telah menetapkan paslon nomor 3 Benny Dwifa Yuswir-Iraddatillah sebagai peraih suara terbanyak dengan jumlah 27.301 suara.

Hal itu ditetapkan dalam rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilkada 2020 di Gedung PUPR Sijunjung, Selasa (15/12/2020) lalu.

Rapat penetapan paslon terpilih dapat dilaksanakan usai adanya putusan MK soal gugatan dari salah satu calon bupati dan wakil bupati Hendri Susanto-Indra Gunalan. Permohonan Hendri Susanto-Indra Gunalan diketahuil tidak diterima MK.

Dalam sidang hari ini, diketahui Ketua MK Anwar Usman telah membacakan amar putusan yaitu menyatakan eksepsi termohon dan pihak terkait berkenaan dengan tenggang waktu pengajuan permohonan beralasan menurut hukum. Menyatakan permohonan pemohon melewati tenggang waktu pengajuan permohonan.

BACA JUGA  Program Studi Seni Karawitan ISI Jalani Asesmen BAN PT Secara Daring

“Dalam pokok permohonan, mengatakan permohonan pemohon tidak dapat diterima, demikian keputusan dalam rapat permusyawaratan hakim,” ujarnya.

Rapat permusyawaratan hakim dilaksanakan pada Rabu (10/2/2021) oleh sembilan majelis hakim MK. Red

Baca Juga :

Facebook Comments

loading...