SMPN 5 Lembang Jaya Pilih Belajar Luring

Solok, SuhaNews. Pemerintah telah menginstruksikan sekolah-sekolah menerapkan sistem belajar dari rumah selama masa pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19).
Kecuali sekolah yang berada di zona hijau yang diperbolehkan untuk bertatap muka dengan syarat sesuai dengan SOP protokol kesehatan yang ketat, untuk sekolah dengan sistem belajar dirumah alias Daring tak semua sekolah dapat melakukannya dengan baik, khususnya untuk sekolah yang berada di pelosok.
Di SMPN 5 Lembang Jaya hampir semua guru memilih metode pembelajaran Luring (Luar jaringan) dikarenakan keterbatasan signal,alat dan ekonomi masyarakat, sangat terkendala dalam proses pembelajaran Daring (dalam jaringan) jelas kepala SMPN 5 Lembang Jaya, Zulkifli,S.pd.

Zulkifli mengatakan sebagian orang tua siswa mengeluh dengan pembelajaran Daring ini disebabkan butuh biaya banyak buat beli paket internet sementara anak anak tidak terkontrol memakai hp, bisa jadi mereka pergunakan bermain game online atau hal lainnya selain belajar jelas Zulkifli menanggapi nya.

“Belum lagi ada anak yang merengek minta dibelikan HP sementara orang tua telah pusing untuk menghidupi biaya sehari sehari apalagi semenjak virus ini muncul ekonomi masyarakat semakin Morat marit”ucapnya.

Untuk itu jelas Zulkifli, kita akan carikan win win solution agar anak anak tetap belajar dan orang tua tidak terbebankan dengan biaya yang cukup besar jelasnya.

Habibullah,S.pd.MM selaku pengawas sekolah SMPN 5 Lembang Jaya dalam pertemuan perdananya bersama kepala sekolah dan para guru pada Kamis (16/07) di Labor SMPN 5 Lembang Jaya juga memberikan masukan tentang proses pembelajaran di era PSBB tersebut yaitu dengan bertatap muka dan berkunjung kerumah rumah warga untuk memantau perkembangan anak.

“Kita akan arahkan guru untuk membentuk kelompok belajar (Pokja) di beberapa titik di rumah rumah warga agar para guru dengan mudah untuk memantau peserta didiknya dalam mengerjakan tugas”, jelas Habibullah kepada suhanews

BACA JUGA  Ny. Yenni Andri Warman: 6 Ketua Dasawisma Berprestasi 2021 Masuk Nominasi

“Sementara selama dua hari dalam seminggu untuk setiap tingkatnya disediakan waktu bertatap muka antara guru dengan peserta Didik dengan durasi 30 menit per mata pelajaran untuk menjelaskan kepada peserta didik materi pelajaran yang dianggap sulit, dan selama bertatap muka tentu akan disiapkan SOP kesehatan yang ketat”, ucap Habibullah

Dan tentunya setiap seMinggu sekali akan kita pantau perkembangannya, kalau ada kendala akan disempurnakan kembali tutup Habibullah menyudahi.

reporter : dedi editor : moentjak

BACA JUGA :

Facebook Comments

Google News