SuhaNews – Dr. Nina dan Ns. Yenti, dua srikandi yang dipercaya menjadi tenaga kesehatan pada kloter 13 PDG yang beranggotakan 420 jemaah dari dari Kabupaten Solok, Kabupaten Pasaman, Kota Sawahlunto dan kota Padang.
Dr. Nina yang sehari-hari bertugas di Puskesmas Naggalo Kota Padang, bahu membahu dengan Ns. Sri Mayenti yang kesehariannya adalah perawat di Puskesmas Jua Gaek Kabupaten Solok. Baik di Hotel 310 maupun selama Armuzna keduanya tanpa henti melayani jemaah.

Beruntung tugas berat keduanya diukung oleh team yang solid dengan Ketua Kloter Muhsinin, Pembining Ibadah Syafrijon serta Pendamping Haji Daerah Elafki yang selalu tanggap merespon keluhan jemaah dan aktif berkomunikasi dengan PPIH.
“Kalau ditanya lelah, pasti, tapi Allah seakan memberi kekuatan lebih pada kami saat melayani jemaah haji di tanah suci ini” ujar dr. Nina disela istirahat sesampainya di hotel pasca Armuzna.
Ia menceritakan, dengan kondisi lebih dari separoh anggota kloter adalah lansia membuat kerja tenag kesehatan lebih memeras tenaga. Meski sebagian besar keluhan adalah dampak dari cuaca yang cukup panas, namun karakter setiap mereka berbeda dan beberapa diantaranya perlu penanganan khusus karena beberapa jemaah berstatus resiko sedang dan resiko tinggi.
“Mulai dari berangkat, selama di Armuzna sampai kembai ke hotel beberapa jemaah mengalami sesak nafas, Alhamdulillah tertangani dengan baik. Hal ini tak terlepas dari support PPIH dan PHD Kloter 13 PDG serta PPIH Arab Saudi,” tukuk dr. Nina.

Didampingi Ns. Yenti, dr Nina berkisah, selain pengalaman melayani jemaah haji, banyak pengalaman spritual dan pesan-pesan yang didapat selama berada di tanah suci. Diantaranya pesan nyata dari jemaah yang setia mendampingi dan mengantar ibunya yang sudah 83 tahun menunaikan dan menyelesaikan seluruhn rukun haji.
“Bakti anak kepada ibu yang patut diteladani, meski kita belum berkesempatan mendampingi orang tua kita ke tanah suci, namun ini lecutan bagi kita untuk merawat dan menjaga orangtua dihari tuanya,” ujar Ns. yenti menimpali.
Putri nagari Koto Baru Solok ini juga menceritakan, selama bergabung dengan kloter 13 PDG ini, banyak juga tambahan pelajaran agama untuk meningkatkan keimanan didapatkan. Seperti waktu-waktu yang mustajab untuk membaca Al Qur’an dan ibadah sunat lainnya.

“Menjadi tenaga kesehatan haji kloter kami maknai dengan nikmat besar yang Allah SWT berikan dan takdirkan menjadi pelayan tamu Allah dan insya allah menjadi tamu allah, pengalaman penuh tantangan karena melayani jamaah 24 jam penuh selama 40 hari,” ujar dr. Nina dengan mata berkaca-kaca.
Masih dari cerita keduanya tentang serunya tugas tenaga kesehatan ini, tak hanya memberikan pertolongan, perawatan pada jemaah, tetapi juga mendamingi jemaah hingga ke toilet saat berada di Armuzna.
“Karena kondisi yang ramai dan mengantri, beberapa jemaah harus kami dampingi, dalam waktu bersamaan kami dampingi beberapa jemaah untuk efesien waktu dan tenaga,” ujar keduanya saling menguatkan kisah ini.
Selain kisah bakti anak pada orang tuanya, dalam perjalan spritual ini, srikandi Nakes kloter 13 PDG ini juga mengabadikan momen kesetiaan pasangan lansia yang setia hingga keduanya selalu bergandengan dan berdampingan selama menunaikan ibadah haji.
“Sang kakek dengan tenaga yang mulai melemah tetap menjadi pelindung dan pendamping istrinya selama menunaikan rukun haji,” ujar dr. Nina.

Meski puncak ibadah haji telah selesai, dr. Nina menyampailkan sebagaimana pesan dari Ketua Kloter maupun PPIH Arab Saudi mengajak jemaah untuk senantiasa menjaga kesehatan karena masih ada perjalanan menuju Madinah yang akan ditempuh sebelum kembali ke tanah air, serta memaksimalkan waktu yang ada untuk memperbanyak beribadah sunat serta membaca Al Qur’an di tanah haram ini. Sulman | Fendi
Berita Terkait : kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan
- Lewati Terowongan Mina, Jemaah Haji Kab. Solok / PDG 13 Melontar di Jamarat
- Tak kenal Lelah, Dua Nakes Kloter 13 PDG Layani Jemaah Haji
- Mabit di Muzdalifah, Mengenang Pertemuan Nabi Adam AS dan Siti Hawa
- Munajad Dalam Haru, Air Mata Jemaah Haji Tumpah di Arafah
- Pemerintah Saudi Izinkan Ambulans Masuk Arafah dan Mina
- Wukuf di Arafah 9 Zulhijah, Kenapa Idul Adha 10 Zulhijah
- Di Arafah, Jemaah Haji Kabupten Solok yang Terpisah dalam 2 Kloter Berbeda Bertemu
- Jemaah Haji Asal Dharmasraya Wafat di Makkah Jelang Menuju Arafah
- Jelang ke Armuzna, Jemaah Haji Sumbar Saling Bersilaturrahmi
- Jelang Berangkat ke Armuzna, Karu dan Karom Kloter 6 PDG Perkuat Barisan
- Esok Menuju Arafah, Jemaah Haji Kloter PDG 13 Persiapkan Diri
- Dua Kepala Damkar dari Sumbar Bertemu di Arab Saudi
- Fuadi dan Yenti, Anak Nagari Koto Baru yang Jadi Petugas Haji 2025
- Terpisah dari Istri di Masjidil Haram, Buya Syarifudin Dicari Rang Sumando
- Haji 2025, Sikembar dan Sibungsu yang Jadi Jemaah Haji Termuda



Facebook Comments