SuhaNews – Jelang keberangkatan menuju Arafah besok, jemaah haji kloter 13 PDG yang berasal dari Kabupaten Solok, Kabupaten Pasaman, Kota Sawahlunto dan kota Padang mempersiapkan diri.
“Insya Allah, kita bertolak menuju Arafah untuk mengerjakan ibadah haji,” ujar Pendamping Haji Daerah (PHD) Elafki saat memantau jemaah memeriksa kesehatan bersama TKHI Kloter 13 PDG didampingi Ketua Kloter H. Muhsinin dan pembimbing ibadah H. Syafrijon Azwar.

Saat ini secara umum kondisi jemaah dalam keadaan sehat, hanya gangguan ringan seperti batuk dan pilek yang disebabkan faktor cuaca. Jemaah sudah ditangani oleh dua tenaga kesehatan Dr. Nina dan Ns. Yenti.
“Terkait persipan menuju Arafah, Ketua Kloter dan Pembimbing Ibadah terus berkoordinadi dengan PPIH Arab Saudi Daker Mekah terkait proses keberangkatan, maupun pembagian tenda nantinya,” ulas Elafki.
Ditambahkannya, dijadwalkan jemaah kloter 13 PDG akan berangkat dari hotel menuju Arafah pukul 08.00 Waktu Arab Saudi. Namun akan menyesuaikan dengan kondisi karena jalan menuju Araf pasti Padang, mengingat seluruh jemaah haji akan mulai menuju Arafah besok.
Selain kesehatan, petugas kloter 13 PDG juga memantau, membantu dan mengingatkan kembali jemaah tentang persiapan untuk Armuzna ini. Mulai dari administrasi sampai bekal yang akan dibawa.
Sebagaimana siaran pers Kementrian Agama, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief menjelaskan tiga skema mobilisasi jemaah haji menuju Arafah, Muzdalifah dan Mina yang telah disiapkan.
Pertama, skema pergerakan reguler. Dalam skema pergerakan reguler, jemaah haji diberangkatkan dari Makkah menuju Arafah untuk melaksanakan wukuf. Selepas magrib, jemaah diberangkatkan menuju Muzdalifah untuk melaksanakan mabit (menginap). Setelah melewati tengah malam, jemaah bergerak ke Mina untuk bermalam mabit hingga 12 atau 13 Zulhijjah.
“Ini (pergerakan reguler) akan diikuti sekitar 67 persen atau sekitar 136 ribu jemaah haji Indonesia,” kata Hilman.
Skema kedua adalah Murur. Jemaah haji Murur, setelah menunaikan Wukuf di Arafah, usai masuk waktu Magrib, bergerak melintasi Muzdalifah (tidak turun dari bus), lalu menuju Mina. Skema ini akan diikuti sekitar 33 persen atau sekitar 60 ribuan jemaah haji Indonesia.
“Ketiga, Tanazul. Jemaah haji yang melakukan Tanazul adalah mereka yang akan melempar jumrah pada 10 Zulhijjah (setelah Wukuf dan Mabit di Muzdalifah), lalu kembali ke hotel, tidak kembali lagi ke tenda Mina. Mereka adalah jemaah yang tinggal di hotel sekitar wilayah Syisyah dan Raudhah,” jelasnya.
Jemaah Tanazul akan kembali ke Jamarat untuk melempar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah pada 11, 12, dan 13 Zulhijjah. Skema ini ditargetkan akan diikuti 37 ribu jemaah haji.
Dua skema terakhir, yakni Murur dan Tanazul, merupakan upaya pemerintah untuk mengurai kepadatan di Muzdalifah dan Mina. Kedua skema ini diterapkan, setelah pemerintah melakukan kajian dan didapatkan kesimpulan bahwa hal tersebut tidak menyalahi syariat ibadah haji.
Bagi jemaah lansia, disabilitas, dan memiliki komorbid, diberlakukan Safari Wukuf Khusus. Mereka akan mendapatkan pengawalan tenaga medis, pendamping ibadah, dan hotel transit untuk memastikan tetap bisa menjalankan rukun dengan aman dan layak.
Selain itu, Hilman juga menjelaskan skenario pergerakan jemaah haji Indonesia selama puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
“Pertama, dari Makkah ke Arafah. Pergerakan ini akan dilakukan dalam tiga trip,” ungkapnya.
Pada 9 Zulhijjah atau 5 Juni 2025 seluruh jemaah haji sudah berada di Arafah untuk melaksanakan ibadah Wukuf. Setelah itu, jemaah haji akan bergerak dari Arafah ke Muzdalifah. Pergerakan dimulai pukul 19.00 WAS.
Jemaah haji dengan skema reguler akan mabit di Muzdalifah. “Dari Muzdalifah ke Mina, jemaah haji akan dilayani bus dengan sistem taraddudi (bolak balik) Muzdalifah – Mina, hingga menjelang Subuh,” kata Hilman.
Usai mabit di Mina, jemaah haji yang mengambil nafar awal dan nafar tsani akan diberangkatkan kembali ke Makkah secara bertahap. “Semua pergerakan ini kami sesuaikan dengan kapasitas layanan syarikah dan realitas di lapangan,” ujar Hilman.
Hilman memohon kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk mendoakan jemaah haji Indonesia. “Agar jemaah haji Indonesia diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menuntaskan ibadahnya, dan pulang ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur, yang manfaatnya terasa sepanjang umur, untuk diri, keluarga, dan bangsa,” tandasnya.
Sulman | Fendi
Berita Terkait :
- Dua Kepala Damkar dari Sumbar Bertemu di Arab Saudi
- Fuadi dan Yenti, Anak Nagari Koto Baru yang Jadi Petugas Haji 2025
- Terpisah dari Istri di Masjidil Haram, Buya Syarifudin Dicari Rang Sumando
- Haji 2025, Sikembar dan Sibungsu yang Jadi Jemaah Haji Termuda
- Tak kenal Lelah, Dua Nakes Kloter 13 PDG Layani Jemaah Haji
- Jelang Puncak Haji, Jemaah Kabupaten Solok Jalani Skrining Kesehatan di Makkah
- Dua Alumni MTsN Koto Baru Pimpin Kloter 6 PDG di Tanah Suci
- Jelang Wukuf, Karu Karom Kloter PDG 13 Tinjau Armuzna
- Subuh di Hotel, Jemaah Haji Kloter 13 PDG Ikuti Tausiah DR. Rahmat Hidayat
- Ketika Orang Solok Bertemu di Makkah dalam Kapasitas Berbeda
- Sarapan pagi di Makkah, Jemaah Haji Solok / Kloter 13 PDG Nikmati Udara Tanah Suci
- Magrib di BIM, Jemaah Haji Kabupaten Solok Sampai di Jeddah Jelang Subuh
- Haji 2025, Sikembar dan Sibungsu yang Jadi Jemaah Haji Termuda



Facebook Comments