Disela Arbain, Jemaah Haji Solok Kunjungi Masjid Bersejarah di Madinah

SuhaNews – Disela menyelesaikan ibadah Arbain di Masjid Nabawi, Jemaah Haji Kabupaten Solok yang tergabung dalam kloter 13 PDG mengunjungi beberapa situs penting di kota Madinah.

Perjalanan dimulai ba’da Subuh, setelah melapor ke Ketua Regu dan Ketua Rombongan, beberapa jemaah mulai meneluri trotoar jalanan kota Madinah yang pagi itu mulai disibukan berbagai aktivitas, dan tak sedikit pula jemaah dari berbagai negara melakukan hal yang sama.

00301 haji 2025 masjid al ghamama b
Suasana di dalam masjid Ghamamah

Situs pertama yang dikunjungi adalah masjid Al Ghamamah yang terletak lebih kurang 300 meter barat daya Masjid Nabawi.

Dilansir situs BPKH, Masjid Al-Ghamamah memiliki makna khusus bagi umat Islam. Nama “Ghamamah” sendiri dalam bahasa Arab (الغمامة) berarti “awan.” Kisah pemberian nama ini berasal dari peristiwa besar yang terjadi pada masa Rasulullah SAW. Kala itu, Madinah dilanda musim kekeringan yang begitu parah. Penduduk setempat sangat menderita, tanaman mereka layu, dan sumber air hampir mengering.

Dalam keadaan sulit tersebut, mereka meminta Nabi Muhammad saw. untuk memohon kepada Allah Swt. agar menurunkan hujan. Rasulullah pun mengajak mereka ke suatu lapangan terbuka di mana beliau memimpin salat Istisqa’ (صلاة الاستسقاء) dan memanjatkan doa dengan penuh khusyuk.

Tidak lama setelah itu, awan tebal berkumpul di atas langit Madinah, dan hujan yang dinantikan pun turun dengan derasnya, membawa berkah dan kegembiraan bagi seluruh penduduk. Karena peristiwa ajaib inilah, tempat tersebut diberi nama “Ghamamah,” merujuk pada awan yang membawa rahmat Allah SWT.

Masjid ini juga dikenal sebagai lokasi pertama di mana Rasulullah SAW memimpin salat Id (صلاة العيد) bersama para sahabat dan masyarakat Madinah. Salat Id yang dilaksanakan di tempat ini menandai salah satu momen bersejarah dalam perjalanan dakwah Islam.

BACA JUGA  Turnamen Torpedo Cup 5, Batang Biyu Dibuka Bupati Hamsuardi 

Ada beberapa keutamaan dan hikmah di Masjid Ghamamah ini, diantaranya, Keajaiban Doa Istisqa’ yang Dikabulkan Allah SWT, Simbol Kebersamaan Umat Islam, Pengingat Akan Keteladanan Rasulullah SAW. dan Tempat yang Dipenuhi Keberkahan.

Setelah mengitari Masjid Ghamamah, langkah dilanjutkan menuju museum Assalam yang tak jauh dari masjid Nabawi.

Museum Assalam adalah Museum Nabi Muhammad SAW yang dikemas secara modern dengan sentuhan teknologi mulai dari Hologram sampai teknologi 3 Dimensi.

00301 haji 2025 museum assalam a
Museum Assalam Madinah

Dilansir Detik.com, Museum ini punya nama resmi The International Fair and Museum of the Prophet’s Biography and Islamic Civilization.

Sesuai namanya, museum ini berisi sejarah perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam menyiarkan agama Islam, terutama di wilayah Makkah dan Madinah. Lebih jauh dari itu, museum ini juga menyuguhkan banyak informasi perihal perjalanan peradaban umat muslim.

Yang membuat museum ini spesial dan berbeda dibanding museum lainnya adalah bagaimana informasi disajikan kepada pengunjung. Tak hanya monoton informasi berupa gambar, foto, grafis, atau artefak peninggalan, museum ini menyuguhkannya dengan teknologi tinggi.

Suasana modern dan canggih langsung bisa dirasakan detikHikmah saat memasuki museum ini. Lampu-lampu disusun sedemikian rupa dan dinding serta atap yang memantulkan cahaya yang memunculkan nuansa modern.

Layar Sentuh, 3D, Maket Informatif, dan Bioskop

Museum ini dibagi ke dalam belasan ruangan, di mana pada setiap ruangan berisi pembahasan-pembahasan spesifik perihal sejarah dan perjalanan Nabi Muhammad SAW.

Pada ruangan pertama misalnya, kami disuguhkan layar informasi berukuran panjang nyaris 7 meter yang menggambarkan kronologi kehidupan kenabian Muhammad SAW. Layar ini bisa difungsikan selayaknya smartphone, secara touchscreen.

Masih ada kesempatan menjelang masuknya waktu Zuhur di masjid Nabari, perjalanan dilanjutkan menuju masjid Abu Bakar

Masjid Abu Bakar Shiddiq berada di sebuah jalan lebar di barat daya Masjid Nabawi, dekat dengan Masjid Al-Ghamamah.

BACA JUGA  Kemenag Kota Bukittinggi Gelar Gerakan Thaharah Masjid Serentak

Masjid ini merupakan salah satu tempat yang pernah digunakan untuk shalat ‘Id oleh Rasulullah dan Abu Bakar Shiddiq, kemudian nama masjid ini pun dinisbahkan kepadanya. Masjid Abu Bakar Shiddiq dibangun pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz. Lalu direnovasi oleh Sultan Mahmud II pada tahun 1254 H. arbain arbain arbain arbain arbain

00301 haji 2025 masjid abu bakar a
Masjid Abu Bakar

Masjid Abu Bakar Shiddiq berbentuk segi empat. Panjang rusuknya sembilan meter. Dibangun dengan batu basal. Bagian dalam dicat dengan wama putih. Jalan masuknya berada di dinding selatan. Di sebelah kanan dan kiri jalan masuk terdapat dua jendela persegi panjang.

Jalan masuk langsung mengantarkan jamaah menuju ruang shalat. Ruang shalatnya beratapkan kubah yang dari dalam, tingginya mencapai 12 meter. Di bagian atas leher kubah terdapat delapan jendela kecil untuk penerangan. Mihrabnya terletak di tengah dinding masjid sebelah selatan dengan tinggi ± 2 meter. Luas cekungan (celah) mihrab sekitar 80 cm.

Menara adzannya berada di sudut timur laut. Bagian fondasinya memiliki area persegi empat. Terdapat tiang silinder di tengahnya dan berakhir dengan muqamas penyangga balkon. Di atas tiang silinder itu dilapisi logam berbentuk kerucut dengan bagian paling atas berbentuk bulan sabit.

Di arah timur Masjid Abu Bakar terdapat teras persegi panjang dengan panjang dari utara ke barat mencapai 13 meter dan lebar enam meter. Pintu dari arah utara menghampar ke halaman Masjid Al-Ghamamah. Dinding sebelah timur dilapisi batu hitam. Kubah menaranya dicat dengan warna putih sehingga dua warna terpadu dengan serasi dan indah. arbain arbain arbain

00301 haji 2025 kesibukan menuju masjid nabawi b

Perjalanan hari ini diakhiri dengan kembali menyusuri trotoar menuju Masjid Nabawi untuk solat Zuhur berjamaah yang menjadi bagian dari Arbain. Sulman | Fendi

BACA JUGA  Balon Wako Solok,  Menunggu Kejutan dari Pasangan Zul Elfian

Berita Terkait :

Facebook Comments

Google News