Ramadhan 1447 H, Momentum Menjadi Pribadi Lebih Baik

Ramadhan Momentum Menjadi Pribadi Lebih Baik

oleh : Rizki Irwansyah, S,Ag, Penyuluh Agama Islam Kantor Kemenag Kabupaten Solok

Ramadhan adalah bulan perubahan. Ia bukan sekadar datang dan pergi setiap tahun, tetapi menjadi ruang evaluasi diri bagi setiap muslim. Dalam sebuah hadis disebutkan:
مَنْ كَانَ يَوْمُهُ خَيْرًا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ رَابِحٌ. وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ مِثْلَ أَمْسِهِ فَهُوَ مَغْبُوْنٌ. وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ شَرًّا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ مَلْعُوْنٌ

Artinya: “Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia orang yang beruntung. Barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia orang yang merugi. Dan barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia orang yang celaka.” (HR. Al-Hakim).

Hadis ini mengajarkan kepada kita agar senantiasa meningkatkan kualitas hidup, khususnya dalam ibadah. Ramadhan menjadi momen terbaik untuk membuktikan bahwa hari-hari kita lebih baik dari sebelumnya. Sudah sepatutnya Ramadhan tahun ini lebih berkualitas dibanding Ramadhan yang telah lalu.

Kita patut bersyukur kepada Allah SWT karena masih dipertemukan dengan bulan suci ini. Tidak semua orang diberi kesempatan yang sama. Maka kehadiran Ramadhan adalah nikmat sekaligus amanah.

Dalam kehidupan, urusan manusia secara umum terbagi menjadi dua: urusan dunia dan urusan akhirat. Dalam perkara dunia, Rasulullah SAW mengajarkan agar kita melihat kepada orang yang berada di bawah kita agar tumbuh rasa syukur. Sebaliknya, dalam perkara akhirat, kita dianjurkan melihat kepada orang yang lebih baik dari kita agar tumbuh semangat dan motivasi beribadah. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Maidah ayat 48:
وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَجَعَلَكُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةً وَّلٰكِنْ لِّيَبْلُوَكُمْ فِيْ مَآ اٰتٰىكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِۗ

Artinya: “Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja). Akan tetapi, Allah hendak mengujimu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu. Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan.” (QS. Al-Maidah: 48)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa hidup adalah ujian. Perbedaan kemampuan, rezeki, dan kesempatan adalah bagian dari skenario Allah untuk melihat siapa yang paling bersungguh-sungguh dalam kebaikan. Ramadhan adalah arena perlombaan itu.

BACA JUGA  Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H pada Kamis 19 Januari 2026

Puasa dalam bahasa Arab disebut shaum atau shiyam, yang berarti:
الإمساك عن الشيء
“Menahan diri dari sesuatu.”

Namun yang menentukan nilai puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan apa saja yang kita tahan. Menurut Imam besar tasawuf, Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin, puasa terbagi menjadi tiga tingkatan:

1. Shaumul ‘Umum (Puasa Umum). yaitu puasa yang hanya menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa.

2. Shaumul Khushush (Puasa Khusus), selain menahan lapar dan dahaga, juga menjaga lisan, pandangan, pendengaran, dan seluruh anggota tubuh dari perbuatan dosa.

3. Shaumu Khushushil Khushush (Puasa Sangat Khusus), yaitu puasa orang-orang yang tidak hanya menjaga anggota tubuh, tetapi juga menjaga hati dari pikiran duniawi dan keinginan selain Allah. momen momen momen momen

Dari sini kita belajar bahwa puasa bukan sekadar ibadah fisik, tetapi latihan spiritual yang menyentuh hati dan akhlak.

Ramadhan adalah bulan keberkahan. Setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Amal sunnah dinilai seperti amal wajib, dan amal wajib dilipatgandakan hingga 700 kali lipat. Karena itu, marilah kita memperbanyak:
• Shalat berjamaah dan shalat malam
• Membaca dan mentadabburi Al-Qur’an
• Bersedekah
• Membantu sesama
• Menjaga lisan dari perkataan yang sia-sia

Selain itu, perbanyaklah istighfar dan taubat. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa setiap malam di bulan Ramadhan Allah memerdekakan 60.000 orang dari api neraka (HR. Abdullah bin Mas’ud). momen momen momen momen momen

Perbanyak pula doa, karena doa orang yang berpuasa adalah mustajab, terlebih ketika menjelang waktu berbuka.
Kita juga diingatkan dalam sebuah hadis:
اتَّقُوا شَهْرَ رَمَضَانَ فَإِنَّ الْحَسَنَاتِ تُضَاعَفُ فِيهِ وَكَذَلِكَ السَّيِّئَاتُ
Artinya: “Berhati-hatilah di bulan Ramadhan, karena sesungguhnya pahala dilipatgandakan di dalamnya, begitu juga dosa.” (HR. At-Thabarani)
Artinya, Ramadhan bukan hanya peluang meraih pahala besar, tetapi juga peringatan agar kita lebih berhati-hati dalam menjaga sikap dan perbuatan.

Ramadhan adalah madrasah ruhani. Ia datang untuk mendidik jiwa, membersihkan hati, dan memperbaiki akhlak. Jangan sampai Ramadhan berlalu tanpa perubahan berarti dalam diri kita.

BACA JUGA  Agar Terdaftar di IMO, SMKN 3 Pariaman akan Buka Diklat BST

Semoga Ramadhan tahun ini benar-benar menjadi bukti bahwa hari ini lebih baik dari kemarin. Semoga setiap amal ibadah yang kita lakukan menjadi saksi di hadapan Allah SWT kelak

Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita. Aamiin.

Baca Juga :

Facebook Comments

Google News