Makkah, SuhaNews | Satu lagi pengalaman sekaligus pemahaman didapatkan jemaah haji yang tengah berada di Tanah Suci, yakni lampu di Zamzam tower yang berganti hijau, sebagai penanda datangnya bulan Dzulhijah.
Zamzam Tower (bagian dari kompleks Abraj Al-Bait) adalah landmark ikonik yang berdiri megah di Kota Makkah, Arab Saudi, tepat di seberang Masjidil Haram. Struktur setinggi lebih dari 600 meter ini bukan hanya sebuah hotel mewah dan menara jam terbesar di dunia, tetapi juga berfungsi sebagai penanda waktu dan spiritual yang sangat vital bagi umat Islam di seluruh dunia.
Mengutip situs zamzamtour, Sinar hijau Zamzam Tower bukanlah sekadar hiasan atau penerangan biasa, ia adalah penanda resmi dan visual untuk peristiwa-peristiwa penting dalam kalender Islam.
Selain penanda sebagai 1 Dzulhijah, LED hijau yang menghiasai Zamzam tower ini juga menyala sekaligus menjadi penanda datangnya Ramadhan, hari raya Idul Fitri yang jatuh pada 1 Syawal dan Idul Adha yang jatuh pada 10 Dzulhijah.
Untuk membuat Zamzam tower menyala dengan megah, dibutuhkan 2 juta lampu LED yang terbagi dalam warna putih dan hijau. Khusus untuk sinar yang memancar kuat dari puncak menara ke langit, digunakan teknologi laser berdaya tinggi. Sistem pencahayaan Zamzam Tower sangat luar biasa, dirancang agar sinarnya, terutama warna hijau dan putih, dapat dilihat hingga jarak 17 hingga 30 kilometer dari Masjidil Haram. Ini memungkinkan umat Islam di pinggiran Makkah pun dapat melihat tanda-tanda waktu suci ini.
Seluruh sistem pencahayaan di puncak, termasuk simbol bulan sabit raksasa yang bertengger di menara, menyala secara serentak untuk memberikan efek visual yang dramatis dan seragam.
Selain itu, Lampu pada menara juga memiliki peran praktis harian yang tak kalah penting, diantaranya penanda salat lima waktu. Seluruh lampu di menara akan berkedip atau berubah warna (biasanya ke warna hijau atau putih) untuk menandakan masuknya waktu shalat. Ini berfungsi sebagai pengingat visual yang membantu jemaah di area sekitar Masjidil Haram.
Bagian atas menara terdapat lafaz “Allah” dalam kaligrafi Arab yang besar. Lafaz ini selalu diterangi dengan cahaya yang kuat, memastikan bahwa simbol ketuhanan selalu bersinar di atas seluruh kompleks.
Semoga nanti di Indonesia juga akan ada penanda datangnya Awal Ramadhan, 1 Syawal dan 1 Dzulhijah dengan tampilan visual ini yang diikuti oleh seluruh umat muslim tanpa adanya perbedaan meski sudah ada sidang isbat.
Berita terkait :
- Tempati Maktab 85, PPIH PDG 9 tinjau Fasilitas Armuzna
- Memandang Mina dan Zamzam Tower dari Lantai 16 Hidayah Tawer Aziziyah
- Ini Tanggapan Buya Gusrizal Gazahar tentang Lokasi Penyembelihan Hewan Dam Jemaah Haji
- Buya H. Rifa’i Berikan Kajian Ilmu di Hidayah Tawer Makkah
- Di Hari Jumat, Terminal dan Layanan Bus Shalawat Terhenti Pukul 08.00 WAS
- Kemenhaj Bukittinggi Terima Air Zam-zam Jemaah Haji
- Tawaf Qudum, Jawaban Akan Kerinduan pada Baitullah
- Naik Bus Shalawat No. 14, Jemaah Haji Solok Selesaikan Umrah Wajib
- Lewati 3 Pemeriksaan dan Melintas di Mina, Jemaah Kloter PDG 9 Sampai di Makkah
- Miqat di Bir Ali, Jemaah Kloter 9 PDG Nikmati Perjalanan Religi Madinah – Makkah
- Kenangan di Madinah, Bertemu Dunsanak dari Alahan Panjang Yang Menetap di Kota Nabi
- Hari Terakhir Jemaah Haji Solok di Madinah Suhu Capai 41 Derajat



Facebook Comments