Jadikan Masa Menunggu Jadwal Pulang ke Tanah Air untuk Training Diri Sebagai Pribadi Yang lebih Baik

Makkah, SuhaNews | Menunggu jadwal kepulangan ke Tanah Air yang telah ditetapkan oleh Kementerian Haji dan Umrah R.I, jemaah memiliki masa untuk menikmati suasana kota Makkah yang diisiri dengan beragam kegiatan mulai dari Ba’dal Umrah hingga ziarah serta mengikuti majelis ilmu.

Ketua Rombongan 7 pada Kloter 9 PDG, H. Rifa’i mengajak jemaah untuk menjadikan masa ini sebagai training diri sendiri untuk meningktkan kualitas diri menjadi pribdi yang lebih baik.

00601 haji 2026 masjidil haram b

“Sepekan jelang kembali ke tanah air, seluruh jemaah telah menyelesaikan seluruh rukun haji, termasuk kita yang di kloter 9 PDG ini, saat ini kita berada dalam masa ujian setelah menyempurnakan rukun Islam, bila kita lulus ujian di tanah suci ini, kita terapkan di tanah air nanti dalam kehidupan sehari-hari, itulah yang disebut haji Mabrur,” ujar H. Rifa’i, Jumat (5/6) pagi di Aziziyah Tower yang menjadi pemondokan jemaah Haji Solok Raya.

Dijabarkan oleh mantan Pembimbing Ibadah tahun 2023 ini, ujian tersebut diantaranya ujian kesehatan. Karena tubuh lelah setelah menyelesaikan puncak ibadah haji mulai dari Arafah, Mabit di Muzdalifah dan Mina, berjalan kaki menuju Jamarat untuk melontar yang ditutup dengan Sa’i di Safa dan Marwa serta Tawaf Ifadah yang berdesak-desakan, pasti menguras energi dan tenaga yang membuat fisik mudah drop.

“Saat fisik lelah, rentan terserang penyakit, meski ringan seperti batuk, flu hingga demam. Namun bila dsikapi dengan sesal dan menanggapnya sebagai beban, maka itulah salah satu ujian, karena sesungguhnya itulah cobaan yang diberikan Allah. Kita tidak tahu dan melihat bagaimana dulu Rasulullah melaksakana semua rukun itu tanpa adanya tenda ber AC, terowongan yang terlindung dari sengatan matahari serta bus yang mengantar selama proses Armuzna hingga kembali ke Makkah,” urai H. Rifa’i.

BACA JUGA  Kasdim 0304/Agam Ikuti Sosialisasi Virtual Perekrutan Personel Komcad Matra Darat

Maka dari itu, mari jadikan rasa sakit dan gangguan kesehatan yang dialami sebagai pengingat bahwa yang kita rasakan dan kita jalani belum seberat yang dilakukan oleh Rasulullah dan Nabi Ibrahim beserta keluarganya.

“Kemudian ujian kesabaran, berada dan tergabung dalam sebuah kelompok baru yang diisi oleh beragam manusia dari berbagai kalangan dan latar belakang yang berbeda, pasti akan memunculkan beragam pendapat dan sifat yang tak jarang mengusik kenyamanan bahkan emosi. Sebagai pribadi yang telah menyelesaikan rukun Islam kelima, harus bisa menghadapi semua kondisi tersebut dengan kesabaran, tanpa emosi, tanpa umpatan bahkan tanpa menyalahkan siapaun dan menerimanya sebagai ketentuan Allah SWT.” terang H. Rifa’i.

Ditambahkannya, ujian belum selesai, dalam kebersamaan di Kloter 9 bahkan di hotel Hidayah ini masih ada ujian. Banyaknya jumlah jemaah dan terbatasnya fasilitas yang tersedia juga ujian. Meski fasilitas yang kita pakai ini dibuat dan direncanakan oleh manusia, yakinlah itu garisan Allah SWT yang kita jalani sebagai umatNya. masa masa masa masa masa masa masa

“Dihotel ini kita sekamar dengan teman yang baru, kebersamaan selama lebih kurang 40 hari ini tanpa kita sadari memicu rasa tidak nyaman, kurang senang, baketek hati yang apabila kita pupuk dan tidak dimusnahkan merusak silatiurrahmi yang disebabkan perkara jemuran kain, wc sampai koper yang berantakan. Kembali kita diuji kesabaran dalam kebersamaan sebagai proses menuju Haji Mabrur,” ulas H. Rifa’i

Begitu juga saat berada diluar hotel, baik di masjid, jalan maupun pasar saat .di tanah suci, cukup banyak hal-hal yang kita temui yang menguji kesabarabn, keimanan yang pada intinya kembali ke diri untuk tawakal.

00503 haji 2026 h rifai

“Ibarat anak sekolah, setelah selesai pendidikan dan ujian, mengikuti magang atau training, maka berada di Tanah Suci pasca haji adalah magangnya sebelum diterapkan semua amalan dan hikmah haji di tanah air nanti. Setelah sampai di tanah air nanti yang akan dihadapi baik itu kesehatan maupun kesabaran akan lebih berat dari ini dengan waktu yang lebih lama dari dua pekan ini ” tutup peraih KUA Tekadan Sumbar tahun 2012 ini.

BACA JUGA  Komite III DPD RI Dorong UHC Mencapai 98% di Tahun 2024

Setelah menyelesaikan seluruh haji, jemaah Kloter 9 PDG masih memiliki waktu sekitar 10 hari jelang kembali ke tanah air pasa 12 Juni 2026 mendatang. Beragam kegiatan yang dilakukan, mulai dari melaksanakan Ba’dal Umrah, ziarah ke berbagai situs bersejarah yang ada di kota Makkah dan sekitarnya, sampai berbelanja oleh-oleh. Nova | Fendi

Berita terkait :

Facebook Comments

Google News