Petani Milenial, Antara Inovasi dan Regenerasi

Petani Milenial, Antara Inovasi dan Regenerasi

oleh : MT. Rajo Batuah, SP. MP

Mendengar kata Milenial tentunya setiap orang akan berpikir tentang sesuatu yang “wah” dan terkesan modern, atau sosok generasi yang penuh dengan inovasi dan jauh dari kesan terbelakang.

petani

Apabila kata-kata ini dilekatkan pada manusia petani, tentunya pandangan kita terhadap sosok ini tentunya berbeda. Petani dulu digambarkan dengan seorang laki-laki yang menyandang cangkul, bercelana sebatas lutut, tanpa alas kaki, atau apalah gambarannya yang memperlihatkan sisi kehidupan yang lemah dan terkesan tak berdaya. Sangat bertolak belakang dengan gambaran yang melekat pada mereka yang saat ini digadang-gadangkan dengan sebutan istilah “Petani Milenial” ini.
Beberapa waktu lalu, Kementrian Pertanian Ri telah mewacanakan upaya penumbuhan kelompok-kelompok generasi baru ini, yang diberikan tanggung jawab untuk merubah gambaran sosok petani yang selama ini ada dalam imajinasi setiap orang

Wacana ini awalnya dalam pandangan kita adalah upaya untuk meningkatkan kapasitas kelompok tani agar bisa lebih berdaya guna untuk mengelola setiap hasil usahataninya secara baik, dengan cara merekrut pemuda- pemuda tani yang menguasai IPTEK atau setidaknya dapat menguasai dunia maya melalui selancar internet agar dapat menjadi inovator dalam kelompoknya.

Disisi lain kita juga melihat kondisi saat ini, dimana bila kita berjalan-jalan ke lahan sawah, ladang ataupun kebun, yang terlihat adalah para petani yang telah berusia separuh baya sampai usia lanjut, kemana mereka yang muda ? Yang muda sebagian besar lebih banyak mengisi hari-hari mereka dihadapan sebuah kotak kecil yang disebut Android.

Generasi muda saat ini banyak yang jauh dari tanah dan airnya, yaitu lahan. Entah apa yang membuat mereka begitu gamang untuk melanjutkan apa yang sudah dirintis para tetua dan orang tua mereka selama ini, yang pasti mereka tau jawabannya.

BACA JUGA  Tausiah Ramadan, Menjaga Keistiqamahan Dalam Ibadah

Sisi yang kontras dan bertolak belakang inilah yang dikemas secara apik melalui upaya pembangunan generasi petani baru dengan sebutan Petani Milenial. Tentunya upaya mulia ini harus didukung dengan segala trik dan sistematika yang cantik, agar generasi muda sadar bahwa tanah dan air butuh mereka untuk diolah secara maksimal dan berkelanjutan bila para tetua sudah tiada nanti.

Semoga upaya yang dilakukan oleh pemerintah saat ini secara perlahan mampu menciptakan kader-kader petani muda yang tangguh dan inovatif demi kemaslahatan dan keberlangsungan pasokan pangan kedepannya. ***

BACA JUGA :

Facebook Comments

Google News