Landing di Madinah
oleh : Abrar Munanda, Ka.Kan. Kemenag Kab. Pesisir Selatan
Sekedar untuk mengulang dan mengenang perjalanan dan tugas melayani, membimbing dan melindungi jama’ah haji, penulis mencoba melihat catatan petugas haji tahun 1440 H/2019 yang lalu. Semoga bermanfaat dan bisa berlanjut. Insya Allah.
Masya Allah! Hamparan Kota Madinah terlihat jelas dari jendela pesawat yang kami tumpangi. Sebagian besar jama’ah haji yang rerata belum pernah menginjakkan kaki di kota suci ini berdecak kagum. Rona keharuan terbersit di wajah-wajah bersih mereka. Betapa niat dan cita-cita mulia mereka akan terwujud sebentar lagi. Berziarah ke kota Nabi, menunaikan arba’in dan selanjutnya menunaikan ibadah haji yang mereka impikan.

Lantunan puja dan puji terhadap kebesaran dan kekuasaan Allah Ta’ala tergumam di bibir para jama’ah yang diiringi dengan do’a permohonan dan perlindungan Allah.
“Allahumma inni as`aluka khairaha wa khaira mâ fiha wa khaira mâ arsalta bihi ahlaha, wa a’udzubika min syarriha wa syarri ahlaha wa syarri mâ fiha wa syarri mâ arsalta bihi.”
Ya Allah, aku mohon kepada-Mu kebaikan negeri ini dan kebaikan yang ada di dalamnya serta kebaikan yang Engkau berikan kepada penduduknya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan negeri ini dan keburukan yang ada di dalamnya serta keburukan yang Engkau timpakan kepadanya.(HR Muslim No.899)
Jam di pergelangan tanganku menunjukkan pukul 13.40 Waktu Arab Saudi (WAS). Pesawat Garuda Boeing 777 seri 300 ER dengan nomor penerbangan GA 3502 mendarat di Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah. Pesawat yang membawa 391 penumpang ini mendarat mulus dengan diiringi ungkapan syukur para penumpangnya yang juga merupakan jama’ah haji Kloter 9 Embarkasi Haji Padang tahun 2019.
Kloter 9 Padang ini terdiri dari jama’ah haji asal Kota Bukittinggi, Kota Sawahlunto dan Kota Padang. Mayoritas jama’ah ini adalah kalangan berusia lanjut. Begitu juga dari sisi kondisi, kelompok resiko tinggi (resti) mendominasi dalam kloter ini. Umumnya hal ini juga berlaku pada kloter-kloter lainnya yang membawa jama’ah asal Indonesia.
Setelah proses imigrasi, seluruh jama’ah di arahkan menuju bus yang telah disediakan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Sektor Bandara. Bus-bus ini akan mengantarkan penumpangnya menuju hotel yang terletak di wilayah Markaziyah (sekitar Masjid Nabawi). Kloter 9 Padang menempati hotel yang berada dalam wilayah Sektor Tiga Daerah Kerja Madinah.
Walau bukan pertama kali bagiku menjejakkan kaki di kota mulia ini, tetapi selalu ada debaran hati dan rasa haru menyesak di dada ketika berada di tempat suci ini. Bus mulai bergerak menelusuri aspal jalan dari bandara menuju wilayah Markaziah. Alhamdulillah, sampai juga di Kota Nabi ini, Kota Madinah al-Munawwarah, Kota yang penuh cahaya. yang dirindukan oleh hampir seluruh umat Islam sedunia untuk dapat berkunjung dan berziarah ke makam Rasulullah dan shalat arba’in (empat puluh waktu shalat fardhu) di Masjid Nabawi.
Seolah terjadi kilas balik, kembali kepada masa lebih dari seribu empat ratus tahun yang lalu. Masa di mana oleh Khalifah Umar Ibnu al-Khattab ra, dijadikan sebagai titik awal tahun hijriah sebagai penanggalan kalender Islam. Peristiwa bersejarah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW bersama sahabat setia beliau Abu Bakar al-Shiddiq ra, yaitu hijrah dari Makkah ke Kota Yastrib yang kemudian dikenal dengan nama Madinah.

Ketika Nabi SAW beserta Abu Bakar al-Shiddiq memasuki Kota Madinah, beliau disambut dengan hangat penuh semangat persaudaraan diiringi berbagai pujian dan nyanyian. Salah satunya yang sangat terkenal sampai sekarang dan acap kali disenandungkan dalam berbagai kegiatan keagamaan adalah shalawat badar.
Thala’al badru ‘alaina
Ahh, diri ini terlalu naif dan sangat tidak pantas untuk membandingkan diri yang penuh kedha’ifan ini dengan sosok mulia yang datang ke Madinah lebih empat belas abad yang lalu, hamba-Nya yang sangat dirindu syafa’atnya kelak di hari berbangkit, figur yang membawa rahmat bagi sekalian alam, sosok yang menjadi uswah hasanah (suri teladan) bagi kita semua. Itulah dia Nabi Muhammad SAW.
Yaa, kedatangan ke tanah suci kali ini adalah sebagai khadim al-hujjaj, sebagai petugas haji yang bertugas melayani, membimbing dan melindungi jama’ah haji. Jangan berharap untuk disambut dengan serangkaian seremoni selamat datang, apalagi dengan lantunan shalawat badar. Kedatangan ke tanah suci ini haruslah diiringi dengan semangat dan tekad kuat untuk berkhidmat sebagai petugas haji!
Madinah, 12 Zulqa’dah 1440 H/15 Juli 2019
Insya Allah tulisan berikut tentang ziarah di Kota Madinah
- Beroperasi 24 Jam Bus Shalawat dan Petugas Siap Layani Jemaah Haji Indonesia di Makkah
- Di Madinah, JCH Lima Puluh Kota Terima Bimbingan Manasik dari Asrat Chan
- Kabar dari Tanah Suci, Koridor Hotel jadi Ruang Rapat
- Kemenag Rilis WA Center Haji 1443 H, Dekatkan Layanan Jemaah
- Gunakan 2 Pesawat Lion Air JCH Bengkulu Tiba di BIM Transit Sebelum Terbang ke Madinah
- Ziarah ke Khandaq, JCH Kab. Solok Saksikan Sisa Perjuangan Rasulullah dan Sahabat
- Siap Subuh JCH Kab. Solok Kunjungi Masjid Quba dan 4 Lokasi Lainnya
- Pemondokan Disamping Masjid Nabawi, JCH Kab. Solok Mulai Arbain
- Meylan, Mahasiswi Unand jadi JCH Termuda di Kloter 5 Embarkasi Padang



Facebook Comments