Cerita Dua Srikandi Kesehatan Kloter PDG 13 Bantu jemaah di Armuzna

SuhaNews –  Dr. Nina dan Ns. Yenti, dua srikandi yang dipercaya menjadi tenaga kesehatan pada kloter 13 PDG yang beranggotakan 420 jemaah dari dari Kabupaten Solok, Kabupaten Pasaman, Kota Sawahlunto dan kota Padang.

Dr. Nina yang sehari-hari bertugas di Puskesmas Naggalo Kota Padang, bahu membahu dengan Ns. Sri Mayenti yang kesehariannya adalah perawat di Puskesmas Jua Gaek Kabupaten Solok. Baik di Hotel 310 maupun selama Armuzna keduanya tanpa henti melayani jemaah.

01101 haji 2025 naskes pdg 13 d
Membantu jemaah yang mengalami sesak nafas di Arafah

Beruntung tugas berat keduanya diukung oleh team yang solid dengan Ketua Kloter Muhsinin, Pembining Ibadah Syafrijon serta Pendamping Haji Daerah Elafki yang selalu tanggap merespon keluhan jemaah dan aktif berkomunikasi dengan PPIH.

“Kalau ditanya lelah, pasti, tapi Allah seakan memberi kekuatan lebih pada kami saat melayani jemaah haji di tanah suci ini” ujar dr. Nina disela istirahat sesampainya di hotel pasca Armuzna.

Ia menceritakan, dengan kondisi lebih dari separoh anggota kloter adalah lansia membuat kerja tenag kesehatan lebih memeras tenaga. Meski sebagian besar keluhan adalah dampak dari cuaca yang cukup panas, namun karakter setiap mereka berbeda dan beberapa diantaranya perlu penanganan khusus karena beberapa jemaah berstatus resiko sedang dan resiko tinggi.

“Mulai dari  berangkat, selama di Armuzna sampai kembai ke hotel beberapa jemaah mengalami sesak nafas, Alhamdulillah tertangani dengan baik. Hal ini tak terlepas dari support PPIH dan PHD Kloter 13 PDG serta PPIH Arab Saudi,” tukuk dr. Nina.

01101 haji 2025 naskes pdg 13 e
Pendamping Haji Daerah, Elafki ikut mengevakuasi jemaah lansia ke hotel dari turun bus yang berjarak sekitar 1 km karena pemblokiran jalan saat uncak ibadah haji (Mina ke hotel)

Didampingi Ns. Yenti, dr Nina berkisah, selain pengalaman melayani jemaah haji, banyak pengalaman spritual dan pesan-pesan yang didapat selama berada di tanah suci. Diantaranya pesan nyata dari jemaah yang setia mendampingi dan mengantar ibunya yang sudah 83 tahun menunaikan dan menyelesaikan seluruhn rukun haji.

BACA JUGA  Wako Solok Buka Puasa Bersama Pasukan Kuning Dinas KLH

“Bakti anak kepada ibu yang patut diteladani, meski kita belum berkesempatan mendampingi orang tua kita ke tanah suci, namun ini lecutan bagi kita untuk merawat dan menjaga orangtua dihari tuanya,” ujar Ns. yenti menimpali.

Putri nagari Koto Baru Solok ini juga menceritakan, selama bergabung dengan kloter 13 PDG ini, banyak juga tambahan pelajaran agama untuk meningkatkan keimanan didapatkan. Seperti waktu-waktu yang mustajab untuk membaca Al Qur’an dan ibadah sunat lainnya.

01101 haji 2025 naskes pdg 13 i
Telatennya seorang anak lelaki mendampingi dan menjaga ibu nya yang berumur 83 tahun menuntaskan semua rukun dan wajib haji.

“Menjadi tenaga kesehatan haji kloter kami maknai dengan nikmat besar yang Allah SWT berikan dan takdirkan menjadi pelayan tamu Allah dan insya allah menjadi tamu allah, pengalaman penuh tantangan karena melayani jamaah 24 jam penuh selama 40 hari,” ujar dr. Nina dengan mata berkaca-kaca.

Masih dari cerita keduanya tentang serunya tugas tenaga kesehatan ini, tak hanya memberikan pertolongan, perawatan pada jemaah, tetapi juga mendamingi jemaah hingga ke toilet saat berada di Armuzna.

“Karena kondisi yang ramai dan mengantri, beberapa jemaah harus kami dampingi, dalam waktu bersamaan kami dampingi beberapa jemaah untuk efesien waktu dan tenaga,” ujar keduanya saling menguatkan kisah ini.

Selain kisah bakti anak pada orang tuanya, dalam perjalan spritual ini, srikandi Nakes kloter 13 PDG ini juga mengabadikan momen kesetiaan pasangan lansia yang setia hingga keduanya selalu bergandengan dan berdampingan selama menunaikan ibadah haji.

“Sang kakek dengan tenaga yang mulai melemah tetap menjadi pelindung dan pendamping istrinya selama menunaikan rukun haji,” ujar dr. Nina.

01101 haji 2025 naskes pdg 13 h
Romansa cinta di tanah suci sepasang suami istri lansia yang selalu berusaha disamping sang istri

Meski puncak ibadah haji telah selesai, dr. Nina menyampailkan sebagaimana pesan dari Ketua Kloter maupun PPIH Arab Saudi mengajak jemaah untuk senantiasa menjaga kesehatan karena masih ada perjalanan menuju Madinah yang akan ditempuh sebelum kembali ke tanah air, serta memaksimalkan waktu yang ada untuk memperbanyak beribadah sunat serta membaca Al Qur’an di tanah haram ini. Sulman | Fendi

BACA JUGA  Kabupaten Padang Pariaman Lakukan Penilaian Kinerja Kepala SMP

Berita Terkait : kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan

Facebook Comments

Google News