Gambaran Jiwa Jamaah Haji Kota Bukittinggi Jelang Tinggalkan Tanah Suci

Gambaran Jiwa Jamaah Haji Kota Bukittinggi Jelang Tinggalkan Tanah Suci
Bukittinggi, Suhanews–Perasaan sedih dan haru, gambaran jiwa Jamaah Haji Kota Bukittinggi menjelang melakukan prosesi tawaf wada’.

Sedih karena tidak bisa lagi bersimpuh, memohon dan meminta secara dekat kepada Allah SWT. Rasanya komunikasi yang terbaik sepanjang hidup adalah saat memohon di depan Ka’bah.

Ada kedekatan hati dan betul-betul didengar rasanya, Tidak ada yang menyela maupun mengintruksi. Meski berat untuk berpisah dengan masjidil haram proses tawaf wada’ tatap dilakukan karena merupakan rangkaian pelaksanaan ibadah haji Mau tak mau harus dilakukan.

Hal tersebut disampaikan salah seorang Jama’ah Haji Kota Bukittinggi, Magel melalui petugas PPIH Arab Saudi yang juga sebagai Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Kota Bukittinggi Tri Andriani Djusair.

“Dengan memohon kepada Allah kiranya dapat dlimpahkan rezeki dan bisa kembali diundang menjadi tamu-Nya di Tanah Suci. Rasanya waktu 1 bulan ini tidak cukup ingin menambah tapi tidak bisa. Hanya berharap dan berdoa kepada Allah agar kembali memberi kesempatan untuk datang menjadi tamu yang dimulyakan-Nya, hanya itu yang terpetik dalam hati Rindu ka’bah-Mu tempat do’a yang mustajab,” tutur Magel

Sementara itu Agusrida juga mengungkapkan hal yang sama.
“Barek hati taraso bana katiko akan malakukan Thawaf Wada’ tu, Takana awak ndak bisa baliak lai ka mesjidil haram, harus langsuang pulang manuju ka hotel. Ado nan kosong jo hilang taraso nan indak bisa diungkap jo Kato-kato karano pangalaman spritual nan sarupo iko indak bisa di lupokan (Berat terasa ketika akan melakukan thawaf wada, teringat kita tidak bisa lagi ke masjidil haram, harus langsung pulang menuju hotel. Ada yang kosong dan hilang terasa yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata karena pengalaman spiritual ini tidak bisa di lupakan) “tuturnya.

BACA JUGA  Ketua Umum PBVSI Sumbar Eka Putra Bersilaturrahmi dengan Pengurus

Yendrawati menyampaikan kepada kasi Hsji Bukittinggi saat melakukan tawaf wada’ ada terasa sesuatu yg kosong dan hilang tak mampu diucapkan , pengalaman spiritual yang tak dapat di lupakan sampai kapan pun deraian air mata memohon agar Allah izinkan untuk mengulanginya.
Seandainya di bolehkan tinggal lebih lama lagi menatap dan bermunajab di rumah Mu Ya Raabb..

Gambaran Jiwa Jamaah Haji Kota Bukittinggi Jelang Tinggalkan Tanah Suci 1

Wawan sebagai ketua rombongan mengatakan sebagai Jamaah sangat terasa sekali bahwa hari perpisahan itu semakin dekat, rasa ini muncul mulai saya, kita dan jamaah semua mulai melanjutkan melaksanakan rukun haji selanjutnya yaitu ARMUZNA. Setelah selesai ARMUZNA saya memohon kepada Allah agar diberikan kekuatan fisik untuk dapat melaksanakan Sholat Fardhu 5 waktu di Haramain sebelum melaksanakan Thawaf Wada’.

“Masyaa Allah dengan semakin berkurangnya jatah hari kita untuk lebih lama lagi tinggal di Makkah, rasa sedih yang mendalam campur baur dirasakan di dalam dada ini, entah kapan bisa kembali untuk Berhaji. Kita merencanakan dan Allah yang menentukan skenario yang telah kita buat” tuturnya.

“Saya menghimbau kepada diri dan jamaah lainnya, agar memanfaatkan waktu yang tak lama lagi ini untuk dapat beribadah sebaik mungkin, meminta kepada Allah agar diberikan Kesehatan dan Barakoh dari sisa umur kita,” himbaunya.

Selanjutnya wawan sangat terkesan dengan pelayanan yang di berikan petugas yang sangat memuaskan.
“Layanan petugas Kloter dan PPIH Arab Saudi sangat memuaskan dengan segala Fasilitas Layanan Konsumsi, Akomodasi (Penginapan), Transportasi dan yang tak kalah penting saya merasakan Kekompakan dan Sinergitas antara Petugas Haji dalam hal ini Petugas Haji, Ketua Kloter, Pembimbing Ibadah, Tim Medis, Karom dan Karu serta Semua Jamaah di Kloter 02 PDG ini),” kata wawan lagi

BACA JUGA  New Normal di Tanah Datar, Masjid Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19

Kami berharap ke depannya agar lebih baik lagi dalam pelayanan, minimal sama dengan saat ini. Insyaa Allah apa-apa yang telah dilakukan, dikerjakan oleh Petugas Haji Indonesia mendapat ganjaran pahala dari Allah Subhanahu Wa taala, dan tak lupa saya mewakili Jamaah, mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Petugas Haji (Khusus Kemenag Kota Bukittinggi). (Yal)

BErita Terkait :

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprakMU Menang 4-1 atas Melbourne Victory, Suporter Kecam Maguire-Lindelof
Artikulli tjetërMAN 2 Bukittinggi Tentukan Penjurusan Siswa Kelas X Berdasarkan Hasil Psikotes