Manasik pamungkas di Tanah Suci, Mulyadi Sebut Padang Arafah Simbol Padang Masyar

manasik
Lima Puluh Kota, SuhaNews – Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) Provinsi Sumatra Barat sebagai tim yang bertugas memandu ibadah haji para jamaah mulai saat tiba di Mekah atau Madinah, hingga nanti selesai pelaksanaan seluruh rangkaian prosesi ibadah haji. Memandu jamaah dalam pelaksanaan ibadah haji sudah menjadi kewajiban TPHD, karena meskipun manasik sudah dilakukan di daerah masing-masing, namun kondisi di Haramain lebih memahamkan jamaah karena berhadapan langsung dengan kondisi di sana.

Hal inilah yang dilakukan oleh duo TPHD Provinsi Sumatra Barat asal Kabupaten Lima Puluh Kota, Mulyadi Muslim dan Asrat Chan. Tergabung dalam Kloter III Embarkasi Padang, Jamaah Calon Haji Kabupaten Lima Puluh Kota mendapat wejangan dari dua PHD ini. Bertempat di Hotel Abraj Kiswah Tower 1 Jarwal Lantai 16, Selasa (5/7) pukul 09.00 WAS, jamaah haji Kabupaten Lima Puluh Kota didatangai kedua PHD untuk diberi manasik haji pamungkas dalam persiapan pelaksanaan puncak ibadah haji.

Kedatangan duo putra Lima Puluh Kota ini juga bersama PHD asal Kabupaten Sijunjung, Ito Hadi. S. Selain memberikan manasik haji, mereka juga datang untuk memberikan tausiyah sekaligus bersilaturahmi degan jamaah Kabupaten lima Puluh Kota.

Mulyadi Muslim, dalam tausiahnya menggambarkan bagaimana sejarah dan ketaatan Nabi Ibrahim, Nabi Ismail dan Bunda Hajar dalam menjalankan perintah Allah. Runut peristiwa demi peristiwa membawa jamaah larut kepada peristiwa ribuan tahun silam itu. Mulyadi juga menyampaikan persiapan menjelang arafah dan apa saja yang dilakukan selama di Padang Arafah. Tausiah yang sampaikan Mulyadi sangat menyentuh perasaan dan hati jamaah, yang menjadikan kegiatan pagi itu berlansung syahdu dan berurai air mata.

“Keteladanan Ibrahim bukan hanya simbolik perjalanan haji seperti tawaf, sai, dan melontar saja. Tetapi ini menunjukkan keyakinan yang kokoh kepada Allah, walau akhirnya harus dibakar hidup-hidup oleh Nambrud. Kepatuhan kepada perintah Allah yang puncaknya rela mengorbankan anak dan istri, hingga akhirnya kesiapan menghadapi kematian dan berkumpul Di Padang mahsyar,” urai Mulyadi.

BACA JUGA  Solok Mountain bike Comunity (SMC) Kota Solok Goes Sosial ke Malalo

Putra Tabing Ranah Simalanggang ini menyebut, kegiatan di Padang Arafah nanti adalah gambaran kecil saat manusia di Padang Masyar, tempat pengakuan dosa dan kesalahan umat manusia. Mulyadi juga berpesan dalam tausiahnya agar jamaah mempersiapkan fisik dan mental dalam menyambut puncak haji yang jatuh pada Jumat besok.

Selanjutnya, Asrat chan, yang didampingi Ketua Kloter, Ketua Rombongan, dan ketua masing-masing regu, dalam penyampaiannya menjelaskan secara rinci kegiatan yang akan dilakukan oleh jamaah di Mina dan Tawaf Ifadah, agar tak ada lagi keraguan dalam pelaksanaanya. Asrat juga kembali menjabarkan rukun, wajib, dan sunat haji. Asrat menegaskan agar rukun haji jangan sampai ketinggalan, karena akan berimbas kepada kesahan ibadah haji.

Dari pantauan di lapangan, Asrat menyebut kondisi jamaah haji Kabupaten Lima Puluh kota Alhamdulillah baik dan aman. Kondisi cuaca di Mekah yang panas memang membuat beberapa jamaah mengalami batuk dan flu ringan. Terkait ini, Asrat menyampaikan kepada jamaah agar menjaga fisik, banyak mengkonsumsi air putih, dan meminimalisir kegiatan yang tidak penting di luar ruangan, agar puncak ibadah haji nanti dapat dilaksanakan dengan optimal. (AsratChan/Editor:Nina)

Berita TErkait :

BACA JUGA  MTsN 1 Bukittinggi Gelar Lokakarya Implementasi Kurikulum Merdeka

manasik manasik manasik manasik 

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprakNagari Durian Tinggi Gelar Seleksi MTQ ke 50
Artikulli tjetërMenparekraf Sandiaga Uno Kunjungi Nagari Silokek, Sijunjung