Irwan; Miliki ATM, Bukti Profesionalitas Seorang Tenaga Pendidik

Irwan; Miliki ATM, Bukti Profesionalitas Seorang Tenaga Pendidik
Tj. Pati, SuhaNews – Dihadapan Tim Monev Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan (BDK) Padang, Kamis (14/7) Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lima Puluh Kota, H. Irwan menyebut bahwa Seorang tenaga pendidik yang profesionalitas harus memiliki ATM. 

Irwan menyebut, ATM yang harus dimiliki tenaga pendidik adalah Ambil, Tiru, dan Modifikasi. Artinya seorang tenaga pendidikan, harus kreatif dan cepat tanggap terhadap perubahan-perubahan yang sering terjadi, baik dari segi regulasi, maupun perkembangan dunia pendidikan yang semakin canggih.

Salah satu cara memiliki ATM tersebut, Irwan menyataka ikuti diklat. Kemenetrian Agama melalui lembaga pemerintah menjalin kerja sama dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi ASN nya, agar kompetensi yang dimiliki seorang ASN berkembang. Irwan menyebut, seseorang yang diamanahi untuk ikut diklat, pada hakikatnya adalah dalam rangka pengembangan potensi diri, lalu kemudian ilmunya dibagi dengan rekan yang membutuhkan, sehingga diklat bukan hanya ilmu bagi personal saja.

“Pendidik itu tidak boleh stagnan. Mereka harus kreatif dan kompetitif. Mengikuti diklat adalah salah satu cara untuk mengukur dan mematangkan kompetensi. Dengan diklat, para pendidik akan mendapatkan suatu hal baru untuk di ATM kan, Ambil, Tiru, dan Modifikasi. Itulah seorang pendidik yang professional,” tegas Irwan.

Terkait Monitoring dan Evaluasi yang dilakukan oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Padang, kepala kantor menyebut hal ini memang sudah selayaknya dievaluasi agar kompetensi peserta diklat lebih bisa dimatangkan dan terukur. Monitoring dan Evaluasi dilakukan agar dampak positif dan kekurangan dari sebuah kegiatan dapat dilakukan pembenahan. Yang baik agar bisa ditingkat, sementara yang kurang, bisa diperbaikan untuk kedepannya.

Tim Monev Balai Diklat Keagmaan Padang, yang diwakili Widyaiswara, Nefri Leni, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para peserta Pelatihan Metodologi Pembelajaran yang telah menyelesaikan diklatnya beberapa waktu yang lalu. Leni menyebut pelatihan yang diikuti oleh tenaga pendidik ini adalah wadah untuk menemukan ilmu-ilmu baru untuk kemudian dipraktekkan di tempat tugas masing-masing. Leni, yang juga sebagai salah seorang Widyaiswara yang memberikan materi waktu itu, menyatakan semangat para peserta sangat patut diapresiasi.

BACA JUGA  Behosuplay Malaysia Jajaki Kerjasama dengan Kabupaten Solok

Selanjutnya Leni menjelaskan, bahwa untuk Monitoring dan Evaluasi Pasca Pelatihan Metodologi Pembelajaran ini dilakukan dengan pengisian kuisioner oleh meraka yang diundang dalam kegiatan ini. Responden terdiri dari dari atasan, alumni diklat, dan teman sejawat. Masing-maisng responden akan mengisi kuisioner sesuai jabatan dalam undangan. Leni menegaskan hal ini dilakukan agar pemberian pendidikan dan pelatihan kedepan akan lebih baik lagi dan sesuai kebutuhan peserta.

Turut hadir dan menjadi responden dalam monev tersebut, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lima Puluh Kota, Irfan Junaidi. Dari Tim monev Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Padang juga hadir Rice Yolanda, dan novrizal.(Nina)

Berita Terkait :

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprak256 Peserta MATSAMA MTsN 2 Solok Ikuti Pembukaan Virtual dengan Kakanwil Kemenag Sumbar
Artikulli tjetërKetua GOW Kota Sawahlunto Buka Pembekalan untuk Motivator SILO