Menunggak Pajak, 5 Tempat Usaha Disegel Pemko Padang

Menunggak Pajak, 5 Tempat Usaha Disegel Pemko Padang
SuhaNews – Pemerintah Kota (Pemko) Padang melakukan penyegelen pada tempat usaha yang menunggak retribusi daerah, diantaranya hotel Bumi Minang di jalan Gereja.

Tim Gabungan Pemko Padang yang terdiri dari, Satpol PP Padang, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Kesbangpol dan unsur TNI- Polri.

Stiker bertuliskan Objek Pajak belum melunasi Pajak ditempel petugas, di lokasi tempat usaha yang memiliki tunggakan pajak.

“Dari enam titik lokasi yang dilakukan kunjungan ada lima yang diberi penyegelan dan satu diberikan teguran, diperkirakan piutang pelaku usaha mencapai kurang lebih 7 Milyar,”Jelas Mursalim, Kasat Pol PP Kota Padang. Senin (20/6/2022).

Mursalim menghimbau, kepada para pelaku usaha yang belum membayar segera melakukan pembayaran, karna ini adalah kewajiban pelaku usaha, karena pajak itu sendiri juga telah diambilkan oleh pengusaha dari konsumen atau pelanggan tempat usaha itu sendiri.

Lebih lanjut, Mursalim menyampaikan bahwa lima tempat yang disegel tersebut adalah Kyriad Bumi Minang, yang beralamat di jalan Bundo Kandung , Hau’s Tea, Jalan Nipah, serta tiga lokasi yang berada didalam kawasan Transmart Padang yakni Coffe Bean, Baski BR dan Wendys, dan satu yang diberikan teguran yakni Teras Kafe yang beralamat di Jalan Sawahan.

Lebih lanjut, Mursalim Kasat Pol PP Padang, mengatakan bahwa kedepannya kegiatan dan pemeriksaan ini akan terus dilakukan berdasarkan data penunggakan pelaku usaha dari Bapenda.

“Satpol PP bersama Tim gabungan akan terus melakukan kegiatan pengawasan terhadap Retribusi Pajak,”Ucap Mursalim.

Sementara itu, restoran BR yang berada di jalan Veteran, dibuka segelnya oleh petugas setelah tempat usaha tersebut melunasi tunggakan pajaknya.

Sebelumnya, Restoran BR tersebut, pada Sabtu malam(18/6), telah dilakukan penyegelan dengan pemasangan stiker oleh Tim gabungan Kota Padang.

BACA JUGA  SPBU Muaro Bodi Sijunjung Terbakar, 3 Motor dan 1 Mobil Hangus

Penyegelan tersebut dilakukan petugas, karena pelaku usaha memiliki tunggakan pajak Retribusi daerahnya sekitar 23 Juta Rupiah, lebih kurang selama tiga bulan tunggakan.

Hari ini Senin (20/6), Tim gabungan membuka kembali stiker tersebut, karena pemilik usaha telah membayarkan piutangnya ke Badan Pendapatan Daerah Kota Padang.

“Ada satu pelaku usaha yang telah membayar kewajibannya, tentu segel yang bertuliskan Objek Pajak ini Belum Melunasi Kewajiban Pajak Daerahnya kita buka kembali,”Jelas Mursalim.Rel 

Berita Terkait :

menunggak menunggak menunggak menunggak menunggak 

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprakSiswa Libur, Guru Madrasah PSA Ikuti Lokakarya Sambut TP 2022/2023
Artikulli tjetërPIQ Cubadak bawa Nama Kabupaten Pasaman di Liga Santri Sumbar 2022