Dihadiri Wabup, Kemenag Kab.Solok Sosialisasikan Moderasi ke Ormas dan Pontren

Dihadiri Wabup, Kemenag Kab.Solok Sosialisasikan Moderasi ke Ormas dan Pontren
Wakil Bupati Solok Jon Firman Pandu didampingi Kakan Kemenag H. Zulkifli saat menghadiri sosialisasi Moderasi Beragama di Kantor Kemenag kab. Solok, Rabu, 8/12
Koto Baru, SuhaNews – Kantor Kemenag Kabupaten Solok menggelar Sosialisasi Moderasi Beragama bagi Organisasi Masyarakat (Ormas), Pengasuh Pondok Pesantren dan Tokoh Masyarakat, Rabu (8/12) di aula Hubbul Wathan. Acara ini dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Jon Firman Pandu.

Kasubbag TU Kantor Kemenag Kabupaten Solok H. Fuadi Nawawi yang memaparkan tentang moderasi bergama menyampaikan bahwa ini merupakan satu dari tujuh program unggulan Kementerian Agama.

“Selain Kementerian Agama, moderasi juga menjadi program pemerintah yang digerakan oleh seluruh Kementerian dan Lembaga yang tujuannya untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa,” urai Fuadi.

Ditambahkannya, moderasi perlua dikuatkan untuk meredam dan menghilangkan gesekan ditengah masyarakat yang timbul akibatnya adanya perbedaan paham, pendangan hingga menjurus kepada tindakan kekerasan / radikalisme.

“Untuk itu dipandang perlu adanya sikap yang saling menghargai dalam perbedaan tanpa perlu diperuncing hingga menjadi pertentangan dan tindakan kekerasan,” jelas H. Fuadi.

Menutup paparannya, diharapkan melalui acara ini akan muncul satu kata sepakat dari para peserta untuk nantinya sama-sama membangun, mengembangkan dan menjaga moderasi sebagai salah satu kekuatan persatuan nasional dari Kabupaten Solok.

Kepala Kantor Kemenag kabupaten Solok, H. Zulkifli yang memberikan sambutan menyampaikan, selaku aparatur negara kita berkewajiban menyampaikan pesan-pesan moderasi untuk dikembangkan sebagaimana tertuang dalam  dalam pembangunan jangka menengah nasional (PJMN) 2020-2024 yang menyebut moderasi beragama merupakan pilar penting dan modal sosial dalam membangun bangsa.

Disebutkan juga, ditengah gencarnya pengaruh era globalisasi dan pengaruh arus informasi dapat menyebabkan tergerusnya budaya leluhur, yang secara tidak langsung juga berpengaruh pada tatanan kehidupan dan sosial masyarakat.

Zulkifli mengurai, adapun komponen moderasi ini terdiri dari komitmen kebangsaan;  toleransi; anti-kekerasan; dan akomodatif terhadap kebudayaan lokal.

BACA JUGA  Kembali ke Padang Panjang, Alizar Siap Sukseskan MTQN 38 Sumbar

“Khusus untuk kita di Kabupaten Solok, kearifan pada kebudayaan lokal menjadi salah satu kekuatan untuk tumbuhnya moderasi. Karena kita tahu selama ini boleh dikata tidak ada pertikaian ditengah masyarakat karena kuatnya peran adat istiadat dalam menyatukan umat,” tukas Zulkifli.

Diakhir sambutannya Zulkifli mengatakan, pada pertemuan yang dihadiri oleh pengasuh Pondok Pesantren dan Tokoh Masyarakat ini, diharapkan lahir sebuah kesepakatan untuk sama-sama mengembangkan moderasi beragama ditengah masyarakat melalui pendidikaan keagamaan dan kekuatan tatan budaya ditengah masyarakat.

Wakil Bupati Solok, Jon Firman Pandu dalam arahannya mengucapkan terima kasih pada Kemenag yang telah memfasilitasi pertemuan dengan poara tokoh masyarakat, ormas dan pengasuh pondok pesantren dalam kegiatan mengembangkan moderasi beragama.

“Pemerintah menyadari bahwa kerukunan sebagai salah satu modal kuat pembangunan, untuk itu semua jajaran pemerintah berkewajiban menumbuhkan persatuan salah satunya dengan moderasi beragama. Pemerintah Daerah siap bekerja sama dengan lembaga dan instansi untuk mengembangkan moderasi di Kabupaten Solok,” ujar Jon Pandu.

Wabup mendukung yang disampaikan oleh Kakan Kemenag sebelumnya, bahwa moderasi dapat dikembangkan di Kabupaten Solok dengan memupuk benih-benih toleransi yang telah tumbuh ditengah masyarakat melalui budaya dan adat istiadat.

Menutup sambutannya Wabup berharap para tokoh masyarakat untuk terus memupuk tolerasi dan moderasi sebagai cikal bakal persatuan dari tengah masyarakat, serta pengasuh pondok pesantren dalam menciptakan generasi beriman, berilmu pengetahuan yang mewujudkan persatuan dari generasi muda yang intelektual. Fendi

Berita Terkait :

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaWaspadai LGBT, Pemkab Agam Gelar Sosialisasi Nagari Layak Anak
Artikel berikutnyaDeri Asta: Pengaspalan Jalan di Desa Kubang Utara Sikabu Segera Diselesaikan