Lebih Dekat dengan Dr. Ramadhani Kirana Putra, S.E., MM., Calon Wawako Solok

240
dekat
Keikutsertaan Dr. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM, Dt. Nan Batungkek Ameh dalam pesta demokrasi 2020 sebagai Calon Wakil Wali Kota Solok menjadi pembahasan hangat di kalangan warga Kota Bareh ini.

Sosok muda, putra Kota Solok penuh kharism dan menjadi sosok orang muda mengagumkan. Apalagi dalam usia muda, ia rela meninggalkan jabatannya sebagai anggota DPRD Kota Solok periode kedua.

Ramadhani Kirana Putra yang yang akrab disapa Dani ini, lahir di Solok pada 8 Juli 1987. Ia merupakan anak ke-16 dari 18 bersaudara dari pasangan Ibu Sulimar dan Bapak Jamilus Dt. Mudo.

Dani bersama 17 saudaranya dididik penuh kasih sayang. mereka ditempa dengan pendidikan keluarga yang penuh kedisiplinan. Apalagi ketika usianya baru 6 tahun dan ia baru menduduki bangku kelas 1 Sekolah Dasar, Sang Ayah berpulang. Dari sinilah, praktik pelajaran kehidupan sesungguhnya itu dimulai.

Setelah kepergian sang ayah, tinggallah ibu Sulimar sebagai satu-satunya tumpuan bagi 18 anak. Segala upaya dilakukan ibu demi kelangsungan hidup dan pendidikan semua buah hati. Hingga akhirnya, ketika usia Dani menginjak 12 tahun, Ibunda tercinta kembali ke pangkuan Ilahi.

Walau ditinggal pergi selamanya oleh kedua orang tuanya dalam usia masih kecil, Dani tidak berputus asa. Pendidikan dalam keluarganya, membuatnya lebih matang. Apalagi ia memiliki 15 saudara yang bisa membimbingnya untuk terus melangkah.

Ramadhani Kirana Putra, yang kini menjadi calon Walikota Solok mendampingi Zul Elfian ditempa oleh saudaranya. Sebuah kolaborasi yang indah, sehingga semangatnya tidak pernah kendur untuk tetap melangkah.

Dani menempuh pendidikan dasar di SDN 04 IX Korong Kota Solok tahun 1998. SMPN 2 Kota Solok, 2004, dan SMAN 3 Kota Solok. Semua kakaknya bahu-membahu dalam  mengantarkan Dani ke pintu cita-citanya.

Bagi pemuda Kharismatik itu, tidak ada jalan yang tidak bisa ditapaki, sekalipun itu jalan kehidupan yang tak terlihat wujudnya. Intinya adalah mau berjuang dan bersedia bekerja keras. Selain itu, juga harus selalu menyadari, bahwa ada hal yang harus diraih, dibuktikan, serta dipertanggungjawabkan.

Begitu  menyelesaikan SMA, RDKP melanjutkan studi ke Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok. Sebagai pemuda, Dani tidak ingin hanya bergantung pada bantuan kakak-kakak. Ia yang dahulunya memang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan pasar, juga sering membantu orang tuanya yang berprofesi sebagai pedagang, di kemudian hari, dia pun menjadi pelaku dagang.

Kuliah sambil berdagang pun dijalani Dani. Dua profesi ini dijalani dengan baik. Terbukti di kampus, Dani dikenal sangat supel dan memiliki banyak teman.  Pergaulan inilah yang membuatnya aktif dalam organisasi kampu seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Legislatif Mahasiswa (DLM), dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), serta Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumatera Barat.

“Saya memasuki beragam organisasi, baik di kampus maupun di luar kampus,” kata Dani.

deSelain dipercaya sebagai Ketua DLM Fakultas Ekonomi UMMY 2006-2007, ia dipercaya sebagai Ketua Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia Regional Sumatera 2007-2009, Ketua Umum HMI Komisariat ekonomi UMMY 2006-2007, Ketua Umum HMI Cabang Solok 2007-2008, Sekretaris Umum BDKO HMI Sumatera Barat 2008-2009, Departemen Hubungan Antar Lembaga Pengurus Besar HMI 2009-2010.

Kemudian, Sekretaris MPC Pemuda Pancasila Kota Solok 2012-2015,Ketua Umum DPD KNPIKota Solok 2013-2017,Wakil Ketua DPD KNPI Provinsi Sumatera Barat 2014-2018, 2018-2021, Bendahara Umum Partai GOLKAR Kota Solok 2015-2019, Ketua Bidang Ikatan Pengusaha KAHMI SUMBAR 2014-2019, Ketua Umum Persatuan Kempo Indonesia (PERKEMI) Kota Solok.

Bukan saja aktif dalam berbagai organisasi, RDKP juga terus menambah ilmunya, di luar pendidikan formal. Ia pernah mengikuti pelatihan Basic Training LK1 HMI Cabang Solok, Intermediate Training LK 2 HMI Cabang Jakarta Pusat, Advance Training LK3 BADKO HMI Sumatera Barat. Dan TOT Instruktur BADKO HMI Sumatera Barat.

Dani benar-benar haus terhadap pendidikan dan pelatihan. Ia berusaha menempa dirinya setiap saat. Usai meraih gelar sarjana dari Fakultas Ekonomi UMMY Solok pada 2011, RDKP melanjutkan  pendidikan S2 di UPI YPTK Padang. Ia pun berhasil meraih gelar akademik Magister Managemen.

Belum puas dengan gelar magister, Dani pun melanjutkan pendidikan ke program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Borobudur, Jakarta menempuh. Pada 2020 ia berhasil meraih gelar Doktor.

Suami dari Nanda Dona Malini, S.Tr. Keb., menjadi satu-satunya Doktor di DPRD Kota Solok. Apalagi ia melanjutkan kuliah sambil bekerja sebagai anggota DPRD. Dari pernikahan itu, mereka telah dikaruniai dua buah hati, Mikayla Zhafira Madani dan Hamka Zhafran Madani.

Ramadhani Kirana Putra bukan saja sukses di pendidikan dan organisasi, ia juga menjadi wiraswastawan yang berhasil, serta menjadi politisi yang sukses. Karena sebagai kader Golkar, ia mampu meraup suara terbanyak pada pemilu 2019, yang mengantarkannya kembali duduk sebagai anggota DPRD.

Dalam usia 33 tahun,  putra Solok ini kian bersahaja. Di jenjang pendidikan, ia sudah bergelar Doktor (S3), sebagai politisi, ia menjadi anggota DPRD dua periode, di budang organisasi, beragam organisasi dari tingkat kecamatan hingga provisi pernah digelutinya.

Begitupun di bidang usaha yang digelutinya, Dani tercatat sebagai Direktur CV. Putra Tani Subur 2007-2013, Direktur PT Insan Cita Madani 2012-2014.

Kini Ramadhani Kirana Putra melangkah ke zona baru, zona penuh tantangan, ia meninggalkan kursi DPRD dan ikut dalam pertarungan sebagai calon Wakil Wali Kota Solok  mendampingi H. Zul Elfian, SH., M.Si. sebagai Calon Wali Kota Solok.

Dr. Ramadhani Kirana Putra, S.E., MM.  menuju Kota Solok diberkahi, maju, dan sejahtera. Ia bukan saja siap sebagai penyalur aspirasi, tetapi insyaallah juga siap mengulurkan tangan untuk masyarakat Kota Solok. (*)

Baca juga:

Facebook Comments

loading...