9 ASN Kemenag Kab.Pasaman Terima SK, 2 Diantaranya Mutasi

9 ASN Kemenag Kab.Pasaman Terima SK, 2 Diantaranya Mutasi
Pasaman, SuhaNews. Dari sembilan ASN di lingkungan Kantor Kemenag Kabupaten Pasaman yang menerima SK Jabatan Fungsional Umum baru, dua diantaranya SK mutasi.

Informasi dari Kepala Sub Bagian Tata Usaha Asrul dan Analis Kepegawaian Nofrita kedua ASN yang dimutasi tersebut Bustamin ditugaskan pada KUA Kecamatan Mapat Tunggul sebelumnya di KUA Kecamatan Rao. Dan Al Azhar mendapatkan tempat tugas yang baru di KUA Kecamatan Panti. Sebelumnya ia di KUA Kecamatan Mapat Tunggul.

Sementara tujuh ASN lain menerima SK penyesuaian akademi yakni Aris, Daswan, Hendra yanto, Nuraini, Irdawati, Arpiem dan Rita Fauziah yang berdinas di madrasah negeri, KUA kecamatan dan Kantor Kemenag Pasaman.

Kepala Kankemenag Kabupaten Pasaman Gusman Piliang yang secara resmi menyerahkan SK Senin (6/9) di halaman kantor setempat mengucapkan selamat kepada JFU telah mendapatkan SK penyesuaian dan mutasi. Diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan dan kinerja.

Dikesempatan itu Gusman mengingatkan akan hak dan kewajiban yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS). Salah satu kewajiban PNS itu harus melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepadanya dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab.

Lanjutnya menegaskan, sebagai Aparatur negara harus memahami bahwa memiliki kewajiban melaksanakan tusi karena dibalik itu ada gaji yang diterima sebagai hak yang diatur dalam peraturan. Maka bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan negara.

Ditambahkan, untuk memperhatikan dan menerpkan masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja; serta mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan.

Dari itu ia mengingatkan untuk tidak lalai dalam menjalankan tusi, apalagi tidak mau mengerjakan kerja kedinasan yang diberikan ditambah lagi melawan dengan atasan.

BACA JUGA  Kemenag Terbitkan Edaran Prokes Penyelenggaraan Salat Idul Adha dan Qurban 1442 H

“Jika melawan terhadap atasan dan tidak mau menjalankan tusi, maka lebih baik berhenti menjadi pegawai, karena banyak orang lain menanti dan mendambakan sebagai ASN”,tegasnya mengetuk nurani. Yusuf|Moentjak

Berita Terkait :

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaPendiri Yayasan Baiturrahmah, Ayah dari Walikota Padang Panjang Wafat
Artikel berikutnyaGelar Rapat Terbatas, Walikota Solok Bahas Pasar Raya