Kolom : Peran Kepala Sekolah Dalam Mengatasi Masalah Pendidikan di Era Covid 19

371
kemenag

Peran Kepala Sekolah Dalam Mengatasi Masalah Pendidikan di Era Covid 19

Oleh: Afrizal B, Demina Mahasiswa Pascasarjana IAIN Batusangkar

Covid 19 yang mewabah akhir-akhir ini bukanlah wabah penyakit biasa akan tetapi wabah penyakit yang sangat luar biasa. Sebagaimana pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tanggal 12 Maret 2020 yang dikutip dari Kompas.com  WHO menetapkan bahwa “ virus corona jenis baru ini sebagai pandemi global “  yang mewabah hampir diseluruh penjuru dunia, yang telah berhasil memporak porandakan tatanan kehidupan manusia dari berbagai aspek, mulai dari aspek ekonomi, sosial, budaya, dan tidak terkecuali aspek pendidikan, yang membuat manusia didunia ketakutan akan ketularan penyakit ini.

kep

Bicara dibidang pendidikan, mewabahnya covid 19 ini telah banyak mendatangkan masalah baru mulai dari pendidikan tingkat dasar sampai pendidikkan tinggi yang harus ditangani secara serius, hal ini tentu menuntut kepiawaian dan keseriusan seorang Pemimpin Sekolah dalam memecahkan persoalan-persoalan yang berhubungan dengan kelancaran pendidikan disekolahnya masing-masing saat pandemi covid 19 ini.

Sekolah sebagai organisasi formal tentu  dipimpin oleh seorang Kepala Sekolah, Kepala Sekolah merupakan jabatan pemimpin yang tidak bisa diisi oleh orang-orang tanpa didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan. Dalam pengertian lain Kepala Sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. (Mulyasa:2005).

Kepala Sekolah adalah penanggung jawab atas penyelenggaraan pendidikan, administrasi Sekolah, pembinaan tenaga pendidikan lainnya, pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana juga sebagai supervisor pada sekolah yang dipimpinnya.

Rosyadi, Pardjono (2015) dalam artikelnya menegaskan bahwa keberhasilan suatu lembaga (sekolah) sangat bergantung kepada kepemimpinan kepala sekolah, karena kepala sekolah adalah pemimipin dilembaganya, maka dia harus mampu membawa lembaganya kearah tercapainya tujuan yang telah ditetapkan, dia harus mampu melihat adanya perubahan serta mampu melihat masa depan dalam kehidupan globalisasi yang lebih baik. Kepala sekolah harus bertanggung jawab atas kelancaran dan keberhasilan semua urusan pengaturan dan pengelolaan secara formal kepada atasannya atau informal kepada masyarakat yang telah menitipkan anak didiknya.

Kepala sekolah sebagai seorang leader sudah seharusnya mempunyai banyak cara dan strategi-strategi jitu dalam melakukan inovasi inovasi baru untuk menangani masalah yang terjadi dilingkungan sekolahnya masing-masing, dengan penuh semangat, baik yang berhubungan dengan pembelajaran, keamanan sekolah, kelancaran administrasi, dan banyak lagi masalah yang ditimbulkan oleh wabah covid 19 yang belum tentu kapan berakhirnya. Apalagi sekarang bertepatan dengan penerimaan peserta didik baru, tentu ini bukan masalah yang bisa dianggap sepeleh, disini akan nampak kepiawaian, kejeniusan, seorang kepala sekolah sebagai pimpinan lembaganya dalam memecahkan dan mencarikan solusi (Problem Solving ) untuk mengantisipasi kegiatan penerimaan peserta didik baru tahun ini, ditengah tengah mewabahnya covid 19, ketika orang tidak boleh berkerumun, berkumpul, tetapi kepala sekolah justru akan melaksanakan penerimaan peserta didik baru, ini tentu tidak mudah dilaksanakan .

Dalam menjawab tantangan pendidikan akibat mewabahnya covid 19 yang mau tidak mau, suka tidak suka harus dijalankan oleh seorang kepala sekolah secara efektif dan efisien. Kinerja, profesionalitas seorang kepala sekolah akan menjadi ukuran dan taruhan dalam menyelenggaraka pendidikan selama covid 19.

Rutherford dan Sergiovanni dalam (Sulthon, 2009) menyatakan bahwa “ kepala sekolah yang efektif adalah kepala sekolah yang dapat memberdayakan sumber-sumber  yang ada di sekolah dan lingkungannya secara efektif ” Salah satu diantara sumber daya yang ada disekolah  yang harus diberdayakan oleh kepala sekolah  adalah guru, karena guru menjadi factor penentu keberhasilan hampir di semua program sekolah. Apalagi seperti kondisi covid 19 saat ini, kepemimpinan kepala sekolah sangat memegang peranan penting, karena dapat memberikan dukungan yang memungkinkan bagi guru untuk berkarya, berinovasi, berkreasi dalam pembelajaran seperti yang dicanangkan oleh menteri pendidikan dan kebudayaan melalui pencanangan pembelajaran daring atau pembelajaran online, pembelajaran dilakukan dari rumah masing-masing atau yang kita kenal dengan istilah work at home.

Merujuk kepada fungsi kepala sekolah sebagai administrator  maka kepala sekolah harus mampu mengelola administrasi kurikulum, mengelolah administrasi peserta didik, mengelolah administrasi personalia, mengelolah kemampuan administrasi sarana dan prasarana, mengelolah keuangan, mengelolah kearsipan yang ada disekolahnya, semua itu harus dilakukan oleh seorang kepala sekolah dari rumah selama berlakunya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) akibat mewabahnya covid 19 tahun ini.

Ini tentu bukan hal yang muda untuk dilaksanakan, sangat dituntut keterampilan, kepiawaian kepala sekolah dalam mengaktifkan sumber daya yang ada disekolahnya. Mengelola kurikulum  harus diwujudkan dalam bentuk kelengkapan penyusunan data administrasi pembelajaran yang selama covid 19 dilaksanakan secara daring, penyusunan kelengkapan data administrasi bimbingan konseling, penyusunan kelengkapan data kegiatan praktikum, dan penyusunan kelengkapan data administrasi kegiatan belajar peserta didik di perpustakaan.

Mengelola administrasi peserta didik yang harus diwujudkan dalam penyusunan kelengkapan data administrasi peserta didik, penyusunan kelengkapan data administrasi kegiatan ekstrakurikuler, dan penyusunan kelengkapan data administrasi hubungan sekolah dengan orang tua peserta didik. Mengelola administrasi personalia yang diwujudkan dalam pengembangan kelengkapan data administrasi tenaga guru, serta pengembangan kelengkapan data administrasi tenaga kependidikan nonguru, seperti pustakawan, laporan, pegawai tata usaha, penjaga sekolah dan teknisi.

Mengelola administrasi sarana dan prasarana yang diwujudkan dalam pengembangan dan kelengkapan data administrasi gedung dan ruang, pengembangan data administrasi meubeler, pengembangan kelengkapan data administrasi alat mesin kantor,  pengembangan administrasi buku-buku atau bahan pustaka, dan pengembangan kelengkapan data administrasi alat laboratorium. Mengelola administrasi kearsipan yang diwujudkan dalam pengembangan kelengkapan data administrasi surat masuk, surat keluar, surat keputusan, dan surat edaran.

Mengelola administrasi keuangan yang diwujudkan dalam pengembangan  administrasi keuangan rutin, administrasi keuangan yang bersumber dari masyarakat dan orang tua peserta didik, dari pemerintah, dan bantuan serta operasional. Itu semua harus diurus oleh seorang kepala sekolah dari rumah selama PSBB mewabahnya covid 19. Dapat kita bayangkan kalau kepala sekolah tidak mempunyai kemampuan kepemimpinan, tidak mampu memberdayakan sumber daya yang ada disekolahnya, maka sekolah tersebut bisa terpuruk, bahkan akan hancur secara perlahan-lahan selama covid 19 mewabah dinegeri ini.

Mulyasa (2015) dalam bukunya menjelaskan bahawa seorang Kepala Sekolah dalam melaksanakan tugas tugasnya harus mampu bertindak situasional, sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Meskipun demikian kepala sekolah harus lebih mengutamakan tugas, tetapi juga harus menjaga hubungan kemanusiaan dengan para stafnya, agar setiap tenaga kepandidikan dapat melaksanakan tugasnya  dengan baik.

Kepala sekolah hendaknya terbuka tetapi tetap menjaga jarak dengan para tenaga kepandidikan, agar mereka bisa mengemukakan berbagai permasalahan yang dihadapi. Disini kepala sekolah dituntut untuk menggunakan gaya gabungan dalam kepemimpinannya antara pembagian tugas dan hubungan manusiawi tidak hanya selama covid 19, akan tetapi juga pada waktu waktu yang akan datang.

Sumber Rujukan:

Ara Hidayat, 2009, Pengelolaan Pendidikan Konsep, Prinsip Dan Aplikasi Dalam Mengelola Sekolah Dan Madrasah

  1. Mulyasa, 2005, Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Dalam konteks menyukseskan MBS dan KBK, (Bandung: Remaja Rosdakarya)

Yogi Irfan Rosyadi, Pardjono, 2015, Peran Kepala Sekolah Sebagai Manajer Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di Smp 1 Cilawu Garut. Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Volume 3, No 1

Penulis

Afrizal B, Selain Mahasiswa Pada Pascasarjana IAIN Batusangkar, Penulis juga Aktif sebagai Guru di SMP Negeri 1 Lembag Jaya Kabupaten Solok

Baca Juga :

Facebook Comments

loading...