Viral, karena Ikuti Google Maps, Bus Kandas di Kelok 44 adalah Bus Bantuan AKAP

Viral karena Ikuti Google Maps, Bus Kandas di Kelok 44 adalah Bus Bantuan AKAP
SuhaNews. Bus Pariwisata Gracias nomor polisi D 7644 AS kandas di Jalur kelok 44 Kabupaten Agam, tepatnya di kelok 14, Jumat (4/6) dini hari adalah bus bantuan PO. Sembodo yang hendak menjemput penumpang ke Lubuk Basung. Peristiwa ini viral di media sosial karena disebutkan kejadian berawal dari sopir mengikuti petunjuk aplikasi google maps.

Selain viral karena mengikuti google maps, jalur yang terkenal sempit dan banyak tikungan tidak layah untuk ukuran bus sebesar Gracias Trans ini. Bus medium lewat di kelok 44 ini kadang harus meaju mundur beberapoa kali untuk melewati beberapa tikungan patah dari 44 tikungan ini.

Lewat Kelok 44, Bus Pariwisata "Tasakek"

Saat kejadian, bus kandas di kelok 14, bagian depan bus sudah mentok ke besi pengaman jalan, sedangkan bumper belakang dan knalpot juga sudah bergesekan dengan jalan. Sehingga bus tidak bergerak, akibatnya jalur Lubuk Basung-Maninjau-Bukittinggi via Kelok 44 menjadi macet.

Kepada petugas dari Polres Agam, awak bus mengaku hendak menuju Lubuk Basung. Berangkat dari Bukittinggi mereka mengikuti aplikasi google maps, karena tidak tahu jalan sebab mereka berasal dari Bandung.

Dilansir oleh Kaba12.co.id, Kanit Lantas Polsek Matur menjelaskan, kendaraan bus pariwisata asal Bandung itu merupakan armada bantuan dari Perusahaan Otobus (PO) Sembodo, saat kejadian bus dalam keadaan kosong dan hendak menjemput penumpang ke Lubuk Basung.

Sebelum kandas di kelok 14, bus juga sempat tersangkut di kelok 16, namun bisa lolos setelah beberapa kali maju mundur. Namun saat melewati kelok 14, tidak bisa bergerak sama sekali, karena kontur jalan.

Proses evakuasi bus ini memakan waktu hingga 6 jam, setelah dievakuasi untuk sementara bus masih terparkir di kelok 13, menunggu evakuasi ke Mako Polres Agam di Lubuk Basung.

BACA JUGA  Kabur Usai Kecelakaan, Polisi Tangkap Sopir Bus Sembodo

Bus pariwisata yang menjadi bus bantua PO. Sembodo MPN ini memiliki mesin Hino RK8 R260 dengan body Jetbus3 dari koroseri Adiputro.

Terpisah, Fachri Munawar, salah seorang pemerhati transportasi yang mintai komentarnya oleh SuhaNews mengatakan. Harusnya untuk bus sebesar itu tidak bisa mengandalkan aplikasi peta seperti google maps saja. Karena panduan yang diberikan secara umum bukan untuk kendaraan spesifikasi khusus seperti big bus.

Harusnya awak bus berkoordinasi dengan agen yang menjadi operator mereka, tentang jalur yang akan dilalui dan kondisi jalur, layak atau tidaknya sesuai kondisi bus. Moentjak

Berita Terkait : 

Facebook Comments

loading...