Gusman Upayakan Peningkatan Honor PAI Kab.Pasaman

Gusman Upayakan Peningkatan Honor PAI Kab.Pasaman
Pasaman, SuhaNew. “Saya bangga dan bersyukur dengan Penyuluh Agama Islam Kabupaten Pasaman atas kinerja dan keaktifan yang ditunjukkan”, ungkap pujian Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pasaman Gusman Piliang pada kegiatan Pembinaan Penyuluh Agama Fungsional dan Penyuluh Agama Islam Non PNS yang diresmikannya di Hotel Arummas Lubuk Sikaping Kamis (9/9).

Dihadapan Kepala Bidang Penais Zawa Yufrizal, Gusman mengemukakan keseriusan para penyuluhnya dalam melaksanakan tusi di lapangan. Disamping tugas masing-masing di kelompok binaannya, Penyuluh Agama memiliki program pertemuan satu kali dalam sebulan yang secara bergilir tempat pertemuannya.

Dalam pertemuan itu, Gusman Piliang mengatakan mereka melakukan diskusi, mengevaluasi dan merencanakan program-program kerja serta menggelar kegiatan tabligh akbar, seperti bulan lalu diselenggarakan di Kecamatan Tigo Nagari.
Lanjutnya, dengan kondisi ril ranah Pasaman yang sangat luas memiliki daerah-daerah yang terpencil serta medan yang menantang, tetapi penyuluh-penyuluh agama Islam khususnya Non PNS telah menampakkan keikhlasan dan kesungguhannya dalam meberikan bimbingan juga pencerahan kepada ummat yang sangat membutuhkan sentuhan agama.

Dinilainya,Gusman menilai per kecamatan dari 12 kecamatan dengan hanya diberikan honor setiap bulan hanya besaran satu juta rupiah, tetapi tetap mampu eksis dan giat menjalankan amanah.
Disebutkan, pihaknya telah memikirkan hal berkenaan dengan honor penyuluh Non PNS dan terus berupaya termasuk telah membicarakannya dengan Pemerintah Kabupaten Pasaman agar bisa menganggarkan insentif buat Penyuluh Agama Islam.

Gusman dengan penuh harap bermohon kepada Kepala Kanwil melalui Bidang Penais Zawa untuk menyampaikan suara-suara kecil dari daerah untuk menjadi bahasan diskusi ditingkat pusat berkaitan dengan honorarium penyuluh agama Islam Non PNS.
Selain itu, pada momen pembinaan yang diselenggarakan oleh Seksi Bimas Islam meminta kepada penyuluh untuk tetap menunjukkan profesionalitas, satu visi dan misi, tidak ada mengeluarkan suara-suara dan bahasa sumbang dan nyeleneh yang membuat masyarakat semakin bingung.

BACA JUGA  Walikota Pariaman, Genius Umar Tinjau Buru Babi di Desa Rambai

“Karena tujuan penyuluhan itu untuk memberikan nuansa aman, nyaman dan tentram kehidupan bermasyarakat bukan sebaliknya”,tegas pecinta hewan kucing tersebut.
Dikuatkannya, pada evaluasi dan laporan yang diterima dari lapangan tidak ada para penyuluh agama Islam Pasaman yang menyampaikan hal-hal yang dapat merusak tatanan kehidupan bernegara dan berbangsa.

Serupa yang disampaikan Kepala Bidang Penais Zawa Yufrizal serta menambahkan agar Penyuluh Agama Islam di Sumatera Barat harus berada dalam satu kooridor, satu visi dan misi mebangun daerah dari bahasa agama.

Dan Ia pun yakin dengan kinerja para penyuluh di Kabupaten Pasaman yang telah membuktikan ketulusan hati dalam menunaikan tugas-tugas, menjaga citra lembaga dan turut berperan memperkuat kesatuan dan persatuan didalam bingkai NKRI.

Sementara Kepala Seksi Bimas Islam Hasyyunil melaporkan kegiatan yang berlangsung satu hari ini bertujuan untuk memberikan motivasi kepada para penyuluh dan dalam rangka meningkatkan wawasan baik moderasi beragama dan wawasan kebangsaan serta sumber daya manusia menuju profesional.
Tambahnya, pihaknya mendatangkan berbagai nara sumber termasuk Kabid Penais Zawa, Bupati Pasaman, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Pasaman, dan Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman. Diikuti sebanyak 24 peserta yang merupakan penyuluh fungsional dan honorer. Yusuf|Moentjak

Berita TErkait :

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaDibuka Bupati Agam, Disparpora Gelar Pelatihan Inovasi dan Higienitas Sajian Kuliner
Artikel berikutnyaBupati Eka Putra Serahkan Bantuan pada Korban Pohon Tumbang di Simabur