Nikmati Suasana kota Makkah, Jamaah Kabupaten Solok Persiapkan Diri Jelang Ke Armuna

Nikmati Suasana kota Makkah, Jamaah Kabupaten Solok Persiapkan Diri Jelang Ke Armuna
Makkah, SuhaNews – Jamaah Haji Kabupaten Solok dan seluruh yang tergabung di Kloter IV Embarkasi Padang yang tengah berada di Makkah, menikmati suasana kota suci ini, selain beribadah di Masjidil Haram juga melihat langsung kesibukan kota ini. Namun demikian jamaah diminta untuk mempersiapkan diri jelang puncak pelaksanaan ibadah haji 8-10 Zulhijah nanti.

Usai menikmati damainya masjidil Haram usai solat Subuh Kamis (23/6), jamaah kembali ke hotel dan mengikuti pertemuan dilantai 23 hotel Kiswah Tower satu Makkah, jamaah mendengarkan penjelasan dari Ketua Kloter, Pembimbing Ibadah dan Tim KEsehatan.

Nikmati Suasana kota Makkah, Jamaah Kabupaten Solok Persiapkan Diri Jelang Ke Armuna 1

Ketua Kloter Ronaldi dalam kesempatan ini menyampaikan agar jamaah terus mempersiapkan diri terutama fisik menjelang puncak ibadah haji nanti. Kurangi aktivitas yang menguras tenaga seperti jalan-jalan mengitari kota Makkah hanyanuntuk belanja atau sekedar cuci mata.

“Mari kita persiapkan fisik kita menjelang wukuf dan melontas jumrah nanti, kurangi aktivitas yang dapat menguras energi dan menganggu kesehatan,” ajak Ronaldi.

Sementra itu Pembimbing Ibadah, H. Zulkifli mengajak jamaah untuk menjaga stamina dengan tidak memaksakan umrah berulang kali agar memilik tenaga saat puncak ibadah haji nantinya.

Zulkifli menjelaskan, Rukun haji adalah perbuatan-perbuatan yang wajib dilakukan dalam berhaji. Rukun haji tersebut, yaitu, ihram, wukuf di Arafah, tawaf ifadah, sa’i, mencukur rambut, dan tertib. Rukun haji harus dilakukan secara berurutan dan menyeluruh. Jika salah satu ditinggalkan maka hajinya tidak sah.

Nikmati Suasana kota Makkah, Jamaah Kabupaten Solok Persiapkan Diri Jelang Ke Armuna 2

Sedangkan wajib haji, yaitu memulai ihram dari miqat, yaitu batas waktu dan tempat yang ditentukan untuk melakukan ibadah haji dan umrah. Lalu, melontar jumrah, mabit atau menginap di Mudzdalifah, dan mabit di Mina, dan tawaf wada’ atau tawaf perpisahan. Jika salah satu dari wajib haji ini ditinggalkan maka hajinya tetap sah, namun harus membayar dam (denda).

BACA JUGA  Implementasi Kurikulum Merdeka, Ponpes Modern Al kautsar Gelar Sosialisasi

Disampaikan juga, selama di Makkah, menunaikan shalat di musala hotel tidak mengurangi kemuliaan atau fadilah beribadah.

Petugas kesehatan juga mengajak jamaah untuk menjaga kesehatan selain dengan makanan yang mengandung gizi juga memperhatikan pola makan karena akan berdampak besar pada kekuatan fisik nantinya. Yal

Berita Terkait :

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprakBupati Suhatri Bur Serahkan Kunci Rumah Layak Huni Kepada Junaidi
Artikulli tjetërGelanggang Pacuan Kuda Bancalaweh, Latar Nyata dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van der Wijck