Kembali ke Makkah, Jamaah Haji Kab. Solok Langsung Tawaf Ifadhah dan Sa’i

Kembali ke Makkah, Jamaah Haji Kab. Solok Langsung Tawaf Ifadhah dan Sa'i
Makkah, SuhaNews – Selesai sudah seluruh rangkaian puncak ibadah haji di Armuzna, jamaah haji dari Kabupaten Solok yang tergabung dalam Kloter IV Padang kembali ke pemondokan di Al Kiswah Hotel Makkah, Senin (11/7). Namun bukan berarti rangkaian ibadah selesai.

Masih ada Tawaf Ifadhah dan Sa’i. Tawaf Ifadhah merupakan tawaf yang menjadi rukun haji yang di lakukan setelah pulang Wukuf di Arafah.

Untuk pelaksanaannya diserahkan kepada jamaah waktunya, ada juga yang langsung menuju Masjidil Haram dengan menumpangi bus Shalawat yang telah beroperasi kembali, namun banyak yang beristirihat dulu dan ke Masjidil Haram jelang masuk waktu Ashar. Bahkan ada yang malam dengan menunggu cuaca lebih sejuk.

Sama seperti suasana di Armuzna, Masjidil Haram terlihat padat oleh jamaah yang melaksanakan Tawaf Ifadhah dalam rangka menyempurnakan ibadah haji mereka. Usai tawaf dilanjutkan dengan Sa’i di bukit Shafa dan Marwah yang berada tak jauh dari Kiblat Umat Islam ini.

Jarak antara Shafa dan Marwah sekitar 450 meter, sehingga perjalanan tujuh kali berjumlah kurang lebih 3,15 kilometer. Kedua tempat itu dan jalan diantaranya sekarang berada di dalam bagian mesjid yang dilindungi oleh atap dan plafond yang megah.

Untuk menampung banyaknya jamaah haji dari seluruh duni, Kerajaan Arab Saudi membangun lo0kasi ini tiga lantai, sehingga bisa menmpung banyak jamaah melakukannya dalam waktu bersamaan.

Senin (12/7) sore beberapa jamaah haji dari kabupaten Solok melakukan Sa’i, kondisinya masih ramai walau tidak terlalu padat. Selesai Sa’i dilanjutkan dengan Tahalul.

Kembali ke Makkah, Jamaah Haji Kab. Solok Langsung Tawaf Ifadhah dan Sa'i 1

Tahalul yang secara harfiah berarti dihalalkannya kembali larangan-larangan selama berihram itu ditandai dengan mencukur rambut. Untuk, jamaah haji wanita tahalul dengan bercukur itu disyaratkan hanya beberapa helai ujung rambut saja, sedangkan untuk jamaah haji laki-laki disunnah untuk menggunduli rambutnya, terutama bagi mereka yang baru melakukan ibadah haji untuk pertama kalinya.

BACA JUGA  Jalur Pendakian Gunung Talang Ditutup 21 Desember 2020-4 Januari 2021

Usai pelaksanaan haji di Mekkah suasana berubah, terlihat jamaah haji laki-laki yang akan menuju Masjidil Haram berpenampilan baru dengan kepala plontos, atau cepak satu senti. Membuang habis rambut dikepala itu, diyakini dapat membersihkan dosa-dosa seusai pelaksanaan haji, dimana pada saat melaksanaan wukuf dan berada di Masjidil Haram jamaah haji telah meminta ampunan dari Allah SWT.

Untuk Tahalul ini ada jamaah yang melaksanakannya di pemondokan atau hotel, namaun ada juga di tempat yang disediakan di sekitar Marwa. Tita

Berita Terkait :

makkah makkah makkah makkah 

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprakPemprov Sumbar Bertekad Jadikan Sumbar Sebagai Rumah Perhutanan Sosial
Artikulli tjetërPKK dan BAZNAS Bukittinggi Bebaskan 25 Warga dari Jeratan Rentenir